Benarkah Corona Varian Mu Lebih Ganas dari Delta? Simak Penjelasan Satgas Covid-19

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyebaran mutasi virus hingga saat ini belum ditemukan adanya varian Mu di Tanah Air.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-virus-corona-r1r.jpg
pixabay.com
Ilustrasi virus corona


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan,  dibutuhkan penelitian mendalam terhadap keberadaan virus corona varian Mu atau B.1.621.

Sejauh ini, belum bisa dipastikan apakah varian tersebut lebih ganas dibanding varian Delta atau tidak, kemudian resisten terhadap kekebalan tubuh atau tidak.

"Indikasi karakteristik Mu seperti lebih ganas dibanding Delta atau dapat menghindari kekebalan tubuh masih merupakan perkiraan dan masih terus diteliti lebih dalam," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (7/9/2021).

Wiku menjelaskan, virus corona varian Mu pertama kali ditemukan di Colombia pada Januari 2021.

B.1.621 ditetapkan sebagai variant of interest (VOI) atau varian yang diamati Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) sejak 30 Agustus 2021.

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (Shutterstock)

Varian yang masuk dalam VOI adalah varian yang mengalami perubahan pada susunan genetikanya, dan diprediksi dapat mempengaruhi karakteristik virus.

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyebaran mutasi virus hingga saat ini belum ditemukan adanya varian Mu di Tanah Air.

"Data whole genome sequencing per 6 September 2021 menyebutkan bahwa varian ini tidak ditemukan di Indonesia," ucap Wiku.

Baca: Mengenal COVID-19 Varian Mu yang Disebut Kebal Terhadap Vaksin

Baca: 1 dari 3 Varian Mutasi Covid-19 Paling Ganas Ada di Indonesia, Penyebaran Sangat Cepat

Namun, pemerintah berupaya mencegah masuknya varian Mu salah satunya dengan memperketat persyaratan perjalanan internasional.

Pelaku perjalanan internasional harus bebas Covid-19 yang dibuktikan dari tes PCR.

Kemudian, pelaku perjalanan juga sudah divaksin dan setibanya di Indonesia menjalani karantina.

Tak berhenti di situ, upaya lainnya adalah dengan percepatan vaksinasi dan berbagai kebijakan lainnya yang bertujuan untuk menekan angka penularan virus.

"Tentunya hal ini hanya dapat berhasil jika dibarengi dengan peran aktif masyarakat yang tetap mempertahankan disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan divaksinasi," kata Wiku.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan varian baru virus Corona Mu atau B.1.621 memiliki sifat resisten terhadap vaksin Covid-19.

"Tetapi di dalam konteks laboratorium, bukan epidemologi," kata Dante dalam konferensi pers Senin (6/9/2021).

Kendati resisten terhadap vaksin, penyebaran varian Mu tidak sebesar varian Delta.

Sejauh ini, varian Delta mendominasi di seluruh dunia karena memiliki karakter penularan yang lebih cepat dari varian lainnya.

Dante juga mengatakan, sejumlah negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia dilaporkan belum terdeteksi varian Mu.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR COVID-19 DI SINI











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved