Luhut Bantah Ambil Untung dari Bisnis PCR, Klaim Dorong Penggunaan Antigen : Saya Dorong Agar Murah

Luhut mengatakan, pemberlakuan PCR sebagai syarat perjalanan karena pemerintah melihat peningkatan risiko penularan virus corona


zoom-inlihat foto
Luhut-Binsar-Pandjaitan-dalam-konferensi-pers-PPKM.jpg
YouTube/Sekretariat Presiden
Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers PPKM yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/9/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membantah keras tudingan dirinya mengambil keuntungan dari bisnis tes polymerase chain reaction (PCR) oleh PT Genomik Solidaritas Indonesia (PT GSI).

Luhut mengaku justru dirinya menjadi orang yang mendorong penggunaan tes antigen sebagai syarat dokumen perjalanan untuk menggantikan PCR.

"Pun ketika kasus menurun awal September lalu, saya juga yang meminta agar penggunaan antigen dapat diterapkan di berbagai moda transportasi yang sebelumnya menggunakan PCR sebagai syarat utama," kata Luhut melalui unggahan akun Instagram resminya, @luhut.pandjaitan, Rabu (3/11/2021), dikutip dari Kompas.com.

Luhut mengatakan, pemberlakuan PCR sebagai syarat perjalanan karena pemerintah melihat peningkatan risiko penularan virus corona imbas dari melonjaknya mobilitas masyarakat di Jawa-Bali.

Terlebih, ada penurunan disiplin warga terhadap protokol kesehatan.

Meski demikian, Luhut mengaku dirinya yang selalu mendorong diturunkannya harga tes PCR.

"Saya juga selalu mendorong agar harga tes PCR bisa diturunkan sehingga terus dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (Screenshot YouTube Kompas TV)

Luhut menjelaskan, tujuan awal PT GSI bukan mencari profit bagi pemegang saham.

Meski diakuinya, PT GSI tidak bisa sepenuhnya memberikan tes PCR gratis.

Partisipasi Luhut dalam PT GSI lewat PT Toba Bumi Energi, disebut sebagai wujud bantuan yang digagas oleh rekan-rekannya dari Grup Indika, Adaro, Northstar dan lainnya.

Baca: Jubir Bantah Keterlibatan Luhut dalam Bisnis Tes PCR Covid-19 : Justru Bantu Kementerian Kesehatan

Baca: Masih Bertugas di AS, Luhut Tak Bisa Hadiri Undangan Mediasi dengan Haris Azhar, Akan Dijadwal Ulang

Melalui perusahaan tersebut, disebut sebagai upaya pemberian bantuan dengan keterbukaan yang dilakukan sejak awal.

Mereka kemudian sepakat membantu penyediaan fasilitas tes Covid-19 dengan kapasitas besar.

"Kenapa saya tidak menggunakan nama yayasan? Karena memang bantuan yang tersedia berada dari perusahaan. Dan memang tidak ada yang saya sembunyikan di situ," ucapnya.

Luhut kembali menegaskan hingga saat ini tidak ada pembagian keuntungan kepada pemegang saham PT GSI.

Keuntungan PT GSI justru banyak diarahkan untuk memberikan tes swab gratis ke masyarakat yang kurang mampu dan tenaga medis, termasuk di RSDC Wisma Atlet.

Luhut mengaku dirinya tak terbiasa melaporkan atau menunjukkan segala bentuk perbuatan yang sifatnya donasi seperti ini.

"Namun, saya berkesimpulan harus menjelaskan dengan detail sesuai fatka yang ada dikarenakan ada disinformasi yang efeknya tidak hanya menimbulkan kegaduhan, tetapi juga memunculkan ketakutan bagi mereka yang punya niat tulus dan semangat solidaritas tinggi untuk melihat negeri bangkit dan pulih dari pandemi," kata dia.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved