Jubir Bantah Keterlibatan Luhut dalam Bisnis Tes PCR Covid-19 : Justru Bantu Kementerian Kesehatan

PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) yang disebut berafiliasi dengan Luhut tidak pernah bekerja sama dengan BUMN maupun pemerintah.


zoom-inlihat foto
Luhut-melaporkan-Haris-Azhar-ke-polisi.jpg
Screenshot YouTube Kompas TV
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Panjaitan, Jodi Mahardi membantah kabar beredar seputar dugaan keterlibatan Luhut dalam bisnis tes polymerase chain reaction (PCR) dan sejumlah tes Covid-19 lainnya.

Jodi mengatakan, PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) yang disebut berafiliasi dengan Luhut tidak pernah bekerja sama dengan BUMN maupun pemerintah.

"(dugaan) Itu sama sekali tidak benar," kata Jodi saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (1/11/2021).

"GSI ini tidak pernah kerja sama dengan BUMN ataupun mendapatkan dana dari pemerintah. Justru mereka melakukan genome sequencing secara gratis untuk membantu Kementerian Kesehatan," kata dia. 

Jodi kemudian menjelaskan posisi antara Luhut dan GSI.

Menurutnya, Luhut diajak oleh rekan-rekan dari Grup Indika, Adaro, Northstar yang berinisiatif membantu menyediakan tes Covid-19 dengan kapasitas tes yang besar.

Pasalnya, persoalan tes Covid-19 dulu menjadi persoalan pada masa-masa awal pandemi ini.

"Jadi total kalau tidak salah ada sembilan pemegang saham di situ. Yayasan dari Indika dan Adaro adalah pemegang saham mayoritas di GSI ini," tutur Jodi.

"Kalau dilihat grup-grup itu kan mereka grup besar yang bisnisnya sudah well established dan sangat kuat di bidang energi, jadi GSI ini tujuannya bukan untuk mencari profit bagi para pemegang saham," ujar dia.

Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers PPKM yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/9/2021).
Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers PPKM yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/9/2021). (YouTube/Sekretariat Presiden)

Jodi menjelaskan, partisipasi Luhut di GSI ini merupakan bagian dari upaya penanganan pandemi pada masa-masa awal Covid-19 masuk ke Indonesia.

Termasuk melakukan donasi pemberian alat-alat test PCR dan reagen yang diberikan kepada fakultas kedokteran di beberapa kampus.

"Pak luhut juga ikut membantu Nusantics, salah satu start up di bidang bioscience, untuk membuat reagen PCR buatan anak bangsa yang saat ini diproduksi oleh Biofarma," ujar Jodi.

"Jadi tidak ada maksud bisnis dalam partisipasi Toba Sejahtra di GSI, apalagi Pak Luhut sendiri selama ini juga selalu menyuarakan agar harga test PCR ini bisa terus diturunkan sehingga menjadi semakin terjangkau buat masyarakat," kata dia. 

Baca: Masih Bertugas di AS, Luhut Tak Bisa Hadiri Undangan Mediasi dengan Haris Azhar, Akan Dijadwal Ulang

Baca: Menko Luhut dan Menkes Budi ke AS, Jajaki Molnupiravir, Proxalutamide dan AT-527 untuk Obat Covid-19

Seperti diketahui, beredar informasi dugaan keterlibatan sejumlah pejabat di kabinet Presiden Joko Widodo dalam pengadaan alat kesehatan dalam penanganan pandemi di media sosial.

Sosok Luhut Binsar Pandjaitan pun diduga terkait dengan perusahaan penyedia tes PCR, tes antigen dan sejumlah skrining Covid-19 lain.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved