MS, Korban Bullying & Pelecehan Seksual oleh Pegawai KPI, Dinonaktifkan dan Dapat Surat Penertiban

Nasib MS, terduga korban bullying dan pelecehan seksual di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), kian mengenaskan.


zoom-inlihat foto
bullying-siswa-smk-bekasi.jpg
Pixabay
Ilustrasi bullying


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nasib MS, terduga korban bullying dan pelecehan seksual di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), kian mengenaskan.

Setelah ia menulis surat terbuka tentang dirinya menjadi korban perundungan sejak bekerja di KPI pada 2012 dan mengalami pelecehan seksual dari lima rekan kerjanya di KPI pada 2015 yang kemudian viral di media sosial pada 1 September 2021 lalu, kasusnya ini tak kunjung menemui titik terang.

MS dikabarkan dinonaktifkan KPI setelah dia membongkar dugaan pelecehan seksual yang dilakukan beberapa rekan kerja di KPI pusat.

Bak jatuh tertimpa tangga, MS juga dikabarkan diminta untuk menghadap atasan di KPI setelah mendapat surat penertiban.

Hal tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum MS, Muhammad Mualimin.

Mualimin berujar MS mendapat surat penertiban yang dikeluarkan KPI karena melakukan kesalahan yang sepele, yakni lupa mengisi presensi.

Baca: Korban Kasus Pelecehan Seksual di KPI Mengaku Diancam Pejabat, Diminta Cabut Laporan atau Dipecat

Mualimin mengatakan dalam surat penertiban itu MS diminta untuk menghadap atasannya pada Senin (1/10/2021) hari ini.

"MS menerima surat panggilan penertiban administrasi dari Sekretariat agar hadir (pada Senin/1/11/2021) di KPI," kata Mualimin, Senin (1/11/2021), dikutip TribunnewsWiki dari Kompas.com.

Selama dinonaktifkan, MS tetap diwajibkan mengisi presensi secara online.

MS harus mengisi presensi online sebanyak 2 kali dalam sehari kerja, yaitu saat jam mulai kerja dan selesai bekerja.

KPI juga tetap meminta MS untuk mengerjakan beberapa tugas dari KPI.

"Nah, ada satu hari di mana MS alpa, tidak absen keluar. Karena trauma dan kecemasan sedang kumat, MS lagi istirahat, namun KPI langsung mengiriminya surat pemanggilan dengan alasan 'penertiban' pegawai," ujar Mualimin.

Baca: Laporan Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Pegawai KPI Ditolak oleh Polisi

Munculnya surat penertiban tersbut, kata Mualimin, membuat kondisi MS kembali menurun.

Akhirnya, MS pun tak memenuhi panggilan dari Sekretariat KPI tersebut lantaran harus berobat ke dokter.

"Kondisi MS saat ini mengalami asam lambung naik, nyeri di ulu hati, stres, gangguan pencernaan, dan tensi darah naik, MS memutuskan tidak hadir di KPI karena berobat ke RS Pelni," ujar Mualimin.

Baca: Viral Dugaan Pelecehan Seksual dan Perundungan oleh Oknum Pegawai KPI, Ini Tanggapan KPI Pusat

Sebelumnya, MS mengaku sudah pernah melaporkan kejadian bullying dan pelecehan seksual oleh pegawai KPI kepada atasan dan Polsek Gambir pada 2019 lalu.

Namun, laporannya tak pernah ditindaklanjuti.

Setelah surat terbukanya viral, KPI dan Kepolisian baru bergerak mengusut kasus ini.

Sebanyak delapan terduga pelaku pelecehan seksual dan perundungan terhadap MS telah dinonaktifkan oleh KPI untuk mempermudah investigasi.

Polres Jakarta Pusat telah memeriksa lima terlapor yang disebut telah melakukan pelecehan seksual terhadap MS.

Propam juga dilibatkan untuk menyelidiki adanya dugaan pembiaran pada laporan yang pernah disampaikan MS kepada Polsek Gambir.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved