Meski sudah menjelaskan siapa dirinya, Cheon Gi tak percaya pada ucapan Pangeran.
Tapi, siapa pun dia, tampaknya Cheon Gi tak peduli.
Tujuannya adalah menjaga keselamatan Ha Ram dari orang tak dikenal yang berpotensi jahat padanya.
2. Mengadang pengawal yang akan menangkap Ha Ram
Saat Ha Ram dan Cheon Gi sedang menghabiskan waktu berdua di tepi sungai sambil melukis Ha Ram, tiba-tiba Pangeran Yangmyeong datang bersama pasukannya.
Ha Ram akan ditangkap karena diduga terlibat dalam pembunuhan beberapa pengawal istana di Gunung Inwang, yang terjadi di malam iblis menguasai Ha Ram.
Dua orang yang sedang kasmaran ini sangat kaget, tak percaya akan apa yang diucapkan oleh Pangeran.
Tapi, kali ini titah Pangeran tak bisa dibantah.
Ia langsung menyuruh pasukan bersenjatanya untuk menangkap Ha Ram.
Tak rela Ha Ram ditangkap, Cheon Gi maju dan berdiri di depan Ha Ram sambil membentangkan tangannya, melindungi lelaki yang ia kasihi.
Ia memohon kepada Pangeran agar tak menangkap Ha Ram, karena ia yakin ini semua hanya salah paham.
Pangeran menyuruhnya mundur, tapi Cheon Gi bersikeras tidak mau.
Pasukan bersenjata istana tetap maju dan akan menyingkirkan Cheon Gi yang menghalang-halangi mereka.
3. Korbankan diri membuat lukisan
Karena Cheon Gi merupakan pelukis spesial, maka hanya dia yang saat ini bisa memulihkan potret Raja Yeongjong, yang nantinya digunakan untuk menyegel iblis dalam tubuh Ha Ram.
Banyak yang mengatakan bahwa kemungkinan besar dia akan jadi gila seperti ayahnya, usai membuat lukisan tersebut.
Tapi, ia sudah melihat sendiri bagaimana iblis itu 'menyiksa' Ha Ram ketika terbangun, dan membahayakan keselamatan banyak orang.
Maka, ia bertekad untuk meneruskan lukisan tersebut, demi keselamatan kekasihnya.
Ha Ram pun melarang dia untuk meneruskan lukisan Raja, tak ingin gadis itu mengorbankan diri untuknya.
Tapi, karena Cheon Gi tahu bahwa iblis itu bisa membahayakan hidup Ha Ram, ia bersikeras untuk tetap melukis potret raja dengan cepat. Ia rela jika harus kehilangan ingatan agar Ha Ram terbebas dari iblis.