Mahasiswa Gilang Endi Meninggal, UNS Hentikan Sementara Kegiatan Diklat Menwa

Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah akan melakukan evaluasi terkait kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Resimen Mahasiswa (Menwa).


zoom-inlihat foto
ilustrasi-mayat-anak-anak.jpg
Tribun Batam
Ilustrasi jenazah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gilang Endi (21), mahasiswa D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sekolah Vokasi (SV) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Resimen Mahasiswa (Menwa) pada Minggu (24/10/2021) malam.

Pasca-meninggalnya Gilang Endi, UNS Solo untuk sementara menghentikan kegiatan Diklat Menwa tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto.

Sutanto menjelaskan bahwa kegiatan Diklat Menwa yang dimulai pada 23 Oktober 2021 itu seharusnya berakhir pada 31 Oktober 2021.

Dikarenakan ada korban jiwa dalam kegiatan tersebut, maka untuk sementara kegiatan Diklat Menwa dihentikan sementara.

"Memang sudah kita hentikan. Kegiatan kita hentikan dulu semuanya. Mahasiswa untuk segera balik dulu. Karena seharusnya sampai 31 Oktober sejak kemarin sudah kita minta stop dulu," kata Sutanto di Solo, Senin (25/10/2021), dikutip TribunnewsWiki dari Kompas.com.

Sutanto juga menjelaskan bahwa UNS akan mengevaluasi terkait kegiatan Diklat Menwa yang menyebabkan salah satu peserta meninggal dunia.

Dia menegaskan piihaknya akan mendasarkan pada bukti otentik yang bisa dipertanggungjawabkan baik secara hukum maupun medis.

"Prinsipnya kita menjaga dulu praduga tak bersalah sebelum nanti informasi lengkap dari pihak kepolisian," terangnya.

"Karena tadi saya mendapat informasi sudah diautopsi tapi masih menunggu dari dokter RS Bhayangkara juga dihadirkan di situ sehingga semuanya akan lebih terang benderang," ujar Sutanto.

Baca: Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta

Baca: Mengenal Sejarah Universitas Sebelas Maret di Museum UNS, Dulunya Gabungan Universitas di Surakarta

Sutanto juga menyampaikan, pihaknya juga sangat berduka atas meninggalnya Gilang Endi.

Dia mengatakan, kampus akan mengambil langkah tegas jika memang ditemukan ada kesalahan SOP terkait pelaksanaan kegiatan Diklatsar Menwa.

"Kami shock betul dengan kejadian seperti ini. Kami turut berduka betul apalagi bisa merasakan sedihnya keluarga. Kalau memang ada yang salah prosedural nanti pasti kita akan melangkah lebih jelas untuk mengambil tindakan itu," ungkapnya.

Sampai dengan saat ini, pihaknya masih menunggu dari kepolisian.

"Saya lihat kepolisian sangat profesional. Mencari alat bukti mulai dari helm yang dipakai, kan ada penyematan helm sama senjata-senjatanan tadi sudah dicek semua," bebernya.

"Sampai yang dipakai untuk ngompres itu mana, karena katanya juga sempat dikompres," tuturnya. 

"Lha dikompresnya pakai handuk yang mana itu sama pihak kepolisian dicek semua urut semua kejadiannya. Jadi saya lihat ini sangat profesional," ucapnya.

"Kami menunggu dari pihak kepolisian dan dokter yang melakukan autopsi," kata Sutanto.

Keluarga setuju otopsi dilakukan

Diberitakan sebelumnya, Seorang mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) di Solo, Jawa Tengah, berinisial GE meninggal dunia diduga setelah mengikuti kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Resimen Mahasiswa (Menwa) pada Minggu (24/10/2021).





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved