Save the Children Desak Pemerintah Ambil Tindakan untuk Kasus Kekerasan Seksual 3 Anak di Luwu Timur

"Setiap anak tanpa terkecuali memiliki hak untuk dilindungi dari berbagai bentuk kekerasan termasuk kekerasan seksual," ungkap Tegas Selina P S.


zoom-inlihat foto
tribunlampungcoiddodi-kurniawan.jpg
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
ILUSTRASI - Save the Children Desak Pemerintah Ambil Tindakan untuk Kasus Kekerasan Seksual 3 Anak di Luwu Timur


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Save the Children Indonesia bersama Koalisi penghapusan kekerasan pada anak di Indonesia (Indonesia Joining Forces to End Violence Against Children / IJF EVAC), bersama Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (PTKA) meminta pemerintah melakukan tindakan yang tepat untuk kasus dugaan kekerasan seksual tiga anak di Luwu Timur.

Tak hanya itu, meminta pemerintah untuk mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak dalam penanganan kasus dugaan kekerasan seksual tersebut.

"Setiap anak tanpa terkecuali memiliki hak untuk dilindungi dari berbagai bentuk kekerasan termasuk kekerasan seksual," ungkap Tegas Selina Patta Sumbung, CEO Save the Children Indonesia sekaligus Ketua IJF EVAC.

"Negara, masyarakat, keluarga, dan orangtua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak," tambahnya.

Baca: Istana Dorong Kasus Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur Dibuka Lagi : Jokowi Tak Akan Mentolerir

Baca: Viral di Media Sosial, Kasus 3 Anak Saya Diperkosa di Luwu Timur Dibuka Lagi

Save the Children (savethechildren.net)
Save the Children (savethechildren.net)

Selina juga menegaskan bahwa setiap kasus pada anak hendaknya ditangani secara komperhensif.

Tidak hanya dari aspek hukum, tetapi juga aspek tumbuh kembang seperti fisik, psikologis, dan psikososial anak perlu menjadi prioritas penanganan.

Gerakan koalisi penghapusan kekerasan pada anak di Indonesia merekomendasikan dan mendorong pemerintah untuk segera melakukan hal berikut ini:

1. Penerapan Manajemen Kasus dalam proses penanganan kasus

Penanganan kasus ini perlu dilakukan oleh pekerja sosial atau manajer kasus, atau pendamping kasus terlatih yang ditunjtuk dengan tetap melibatkan professional atau layanan yang dibutuhkan.

Seperti psikolog, advokat, layanan medis, dan profesi atau layanan terkait lainnya.

Alur yang dapat dilakukan secara menyeluruh, merumuskan rencana pemberian layanan dan tidak membatasi pada pemberian layanan hukum, m emberikan layanan yang dibutuhkan dengan memperhatikan hak anak, tahap perkembangan anak, melakukan monitoring, dan evaluasi serta terminasi atau pengakhiran kasus apabila hak anak dan kebutuhannya telah terpenuhi.

2. Peningkatan kapasitas SDM penyedia layanan perlindungan anak

Peningkatan kapasitas harus terus dilakukan dengan menjadikan hal berikut sebagai kompetensi inti maupun persyaratan pada aspek sumber daya manusia.

Di antaranya adalah Hak Anak, Perlindungan Anak, Kebijakan Keselamatan Anak, Manajemen Kasus, Supervisi, dan Dukungan Psikososial.

3. Pengembangan mekanisme supervisi dalam penangan kasus

Pengembangan mekasnisme, supervisi berjenjang perlu dilakukan mulai dari Kabupaten atau Kota, Provinsi hingga tingkat nasional untuk memastikan setiap kasus tertangani dengan baik.

Supervisi harus memberikan fungsi edukasi, dukungan, di samping fungsi administrative kepada seluruh SDM penyedia layanan perlindungan anak.

4. Penerapan etika dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak

Kerahasiaan adalah salah satu prinsip utama dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak.

Seluruh pihak wajib untuk merahasiakan identitas anak, baik anak sebagai pelaku tindak pidana, korban maupun saksi dalam pemberitaan di media cetak ataupun elektronik.

Baca: Warga Harus Ditandu dan Berobat di Desa Lain, Bupati Luwu Utara: Segera Kami Bangun Puskesmas

Baca: Jalan Rusak Parah, Warga Luwu Utara Terpaksa Ditandu Pakai Bambu dan Sarung saat Harus Berobat

Sebagaimana diatur pada pasal 19 UU nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan juga pada Peraturan Dewan Pers Nomor 1 tahun 2019 tentanng pedoman pemberitaan Ramah Anak.


(Tribunnewswiki.com/Natalia Bulan R P)

Baca artikel lainnya terkait Kasus Pelecehan Seksual di Luwu Timur di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved