Viral di Media Sosial, Kasus '3 Anak Saya Diperkosa' di Luwu Timur Dibuka Lagi

Viral di media sosial Twitter tentang pengakuan seorang ibu yang melaporkan bahwa tiga orang anaknya yang masih kecil telah diperkosa oleh ayah mereka


zoom-inlihat foto
kompascom-ericssenkompascom-ericssen.jpg
Kompas.com/ Ericssen
ilustrasi pemerkosaan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Viral di media sosial Twitter tentang pengakuan seorang ibu yang melaporkan bahwa tiga orang anaknya yang masih kecil telah diperkosa oleh ayah mereka sendiri.

Seorang ibu tersebut melaporkan kasus itu ke polisi pada 2019, namun polisi mengabaikannya.

Pengakuan tersebut viral di Twitter dengan hastag Tiga Anak Saya Diperkosa.

Ramainya kasus ini berangkat dari sebuah artikel media online yang menulis cerita dari ibu korban.

Postingan itu menjadi trending teratas populer di Indonesia pada Kamis (7/10/2021) kemarin.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono buka suara soal kasus tersebut.

Rusdi membenarkan bahwa polisi telah menutup penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan itu karena kurangnya alat bukti.

Akan tetapi, kata Rusdi, kasus bisa saja dibuka kembali jika ada alat bukti baru.

"Apabila kita bicara tentang penghentian penyelidikan, itu bukan berarti semua sudah final. Jika memang dalam proses berjalannya ada ditemukan bukti baru, maka tidak menutup kemungkinan penyidikannya akan dibuka kembali," kata Rusdi, Kamis (7/10/2021), seperti dikutip dari Kompas.com.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, sejak ditahan di Rutan Bareskrim Mabes Polri pada 4 Desember 2020 lalu, Ust Maaher sudah mengalami sakit.
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono (Kompas TV)

Dijelaskan Rusdi, kasus dugaan pemerkosaan di Luwu Timur itu terjadi pada 2019.

Penyidik polisi Polres Luwu Timur sudah menindaklanjuti laporan, tapi berdasarkan penyelidikan tidak ditemukan cukup bukti.

Baca: Menang Pilkada 2020, Bupati Luwu Timur Muhammad Thorig Husler Meninggal Dunia Karena Covid-19

Baca: Trauma Jadi Korban Perkosaan, Anak Disabilitas Ini Teriak Histeris Tunjukkan Wajah Pelaku ke Polisi

Polda Sulsel Angkat Bicara

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes E Zulpan buka suara terkait kasus tersebut.

Zulpan mengatakan bahwa kasus yang viral di medsos itu laporannya adalah pencabulan terhadap anak di bawah umur sebanyak 3 orang.

Ketiga korban itu terdiri dari seorang laki-laki dan 2 orang perempuan.

Kasus tersebut dilaporkan tertanggal 6 Oktober 2019 dengan tiga anak ini berusia di bawah 10 tahun yang diduga menjadi korban pencabulan.

“Pada saat itu dilakukan pemeriksaan oleh Polres Luwu Timur yang menangani kasus tersebut, kemudian dilakukan pemeriksaan. Tentunya kalau kasus pencabulan, langkah pertama dilakukan pemeriksaan terhadap korban juga dilakukan visum organ intim," kata Zulpan, Kamis (7/10/2021), seperti dikutip dari Kompas.com.

Zulpan menuturkan, dalam pemeriksaan di Puskesmas Malawi, Luwu Timur, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual.

Kemudian, ketiganya dirujuk ke RS Bhayangkara di Makassar untuk memastikan kembali.

Lagi-lagi hasil visumnya juga menyimpulkan bahwa tidak ada tanda-tanda luka pada kemaluan ketiga korban maupun tanda-tanda kekerasan seksual.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved