Satgas : Gelombang Baru Covid-19 Akibat Perilaku Manusia

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, masyarakat perlu mengerti faktor penyebab lonjakan kasus positif Covid-19


zoom-inlihat foto
juru-bicara-Satgas-Penanganan-COVID-19-Prof-Wiku-Adisasmito-21223234.jpg
Kemenlu RI
Koordinator Tim Pakar yang juga juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito, Sabtu (19/6/2021)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, masyarakat perlu mengerti faktor penyebab lonjakan kasus positif atau gelombang baru Covid-19.

Wiku mengatakan, virus corona tidak bisa dijadikan sebagai entitas tunggal penyebab penyebaran Covid-19.

Masyarakat perlu memahami faktor lain yang menstimulasi persebarannya.

"Misalnya dinamika evolusinya dan perilaku manusia yang mendukung peningkatan transmisinya yang cukup khas di tiap-tiap wilayah," ujar Wiku dilansir dari siaran pers di laman resmi covid19.go.id, Rabu (6/10/2021).

Wiku menjelaskan, penyebab gelombang pertama Covid-19 di hampir seluruh negara adalah masih rendahnya pemahaman terkait penyakit tersebut

Termasuk oleh para ahli dan ilmuwan di bidang penyakit menular.

Kemudian, penyebaran Covid-19 dari Wuhan ke negara-negara lain terjadi akibat mobilitas yang besar antarnegara

"Mobilitas yang besar ini menyebabkan Covid-19 selanjutnya menjadi pandemi," tutur Wiku.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito (Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional)

Lebih lanjut, penyebab gelombang kedua, adalah kemunculan berbagai varian baru virus corona, seperti Alfa, Beta, Gamma dan Delta di beberapa negara seperti Inggris, Afrika Selatan dan India.

Kondisi tersebut diperparah dengan tidak disertainya penjagaan mobilitas antarnegara yang memicu gelombang ikutan ke negara-negara tetangga, termasuk ke Indonesia.

Baca: Satgas Ungkap Kendala Penyebab Vaksinasi Lansia Berjalan Lambat

Baca: Kasatgas COVID-19 Menghimbau Masyarakat Tetap Pakai Masker Meski Tren Kasus Baru Turun

Berdasarkan studi dari Rusia tahun 2021 mengenai analisis regresi data Covid-19 dari 35 negara di dunia, mayoritas penyebaran varian baru di beberapa negara tersebut dipicu pergerakan domestik yang memperparah penyebaran varian impor.

Di negara seperti Spanyol, Jepang dan Korea Selatan, peningkatan signifikan terjadi akibat penularan di komunitas atau klaster.

Maka, penderita COVID-19 umumnya berasal dari kelompok yang sama.

Lalu, gelombang ketiga yang terjadi di Kentucky, Amerika Serikat, disebabkan oleh distribusi varian baru yaitu R1 dan varian Mu di Columbia.

"Selain itu pembukaan sektor sosial ekonomi yang tidak disertai kepatuhan protokol kesehatan yang tinggi, menyebabkan lonjakan kasus di Singapura, beberapa negara di Eropa dan Afrika," ungkap Wiku.

Wiku mengingatkan, meski Indonesia telah mulai melakukan kegiatan produktif secara bertahap, tetapi masyarakat harus tetap berhati-hati dalam beraktivitas.

"Jangan serta merta melupakan pentingnya proteksi protokol kesehatan baik memakai masker menjaga jarak dan menjauhi kerumunan," kata Wiku.

"Kepatuhan ini merupakan kunci mencegah timbulnya gelombang baru," tegasnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved