Satgas Ungkap Kendala Penyebab Vaksinasi Lansia Berjalan Lambat

Program vaksinasi lansia sebenarnya sudah dibahas sejak Maret. Pemerintah pun telah mengalokasikan vaksin untuk lansia sebesar 21,5 juta orang.


zoom-inlihat foto
Kapolsek-Tarumajaya-AKP-Edy-Suprayitno-1.jpg
Tribunjakarta/ Yusuf Bachtiar
Kapolsek Tarumajaya, AKP Edy Suprayitno dengan sigap menggendong seorang lansia dari dalam rumahnya menuju lokasi vaksinasi di kantor desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Kamis (5/8/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander Ginting menjelaskan vaksinasi Covid-19 pada lanjut usia menjadi tantangan yang belum tertuntaskan oleh Satgas Covid-19.

Program vaksinasi lansia sebenarnya sudah dibahas sejak Maret.

Pemerintah pun telah mengalokasikan vaksin untuk lansia sebesar 21,5 juta orang.

Hanya saja, pada vaksinasi pertama, angka vaksinasi pada lansia baru mencapai 26 persen.

Kemudian pada vaksinasi kedua yaitu 18 persen.

Program vaksinasi ini terhitung cukup lambat.

Sebab, lansia merupakan populasi yang sangat rentan untuk terpapar Covid-19.

"Kalau lihat angka mortalitas lebih setegah lansia. Kalau kasus aktif di komunitas, mereka positif adalah lansia. Kalau antre di UGD di antar anak anak lansia. Ini menjadi tantangan dan persoalan," kata Alexander dalam seminar virtual melalui kanal YouTube FMB9ID, Selasa (21/9/2021).

Baca: Momen Lucu Presiden Jokowi Bertemu Warga Bernama Joko Widodo saat Tinjau Vaksinasi di Klaten

Baca: Indonesia Menduduki Peringkat ke-6 Dunia Jumlah Vaksinasi COVID-19

Alex menjelaskan, ada banyak faktor yang menyebabkan vaksinasi terhadap lansia berjalan lambat.

Pada Jumat (16/7/2021) Kementerian Kesehatan memulai penyuntikan perdana vaksin booster menggunakan vaksin Moderna di RSCM Jakarta. Penerima vaksinasi booster adalah 50 Guru Besar FKUI serta sejumlah dokter lainnya.(Dok. Kementerian Kesehatan)
Pada Jumat (16/7/2021) Kementerian Kesehatan memulai penyuntikan perdana vaksin booster menggunakan vaksin Moderna di RSCM Jakarta. Penerima vaksinasi booster adalah 50 Guru Besar FKUI serta sejumlah dokter lainnya.(Dok. Kementerian Kesehatan) (Dok. Kementerian Kesehatan)

Di antaranya karena faktor kondisi fisik lansia yang tidak seperti anak muda atau dewasa.

Sebelum divaksin, lansia harus dipastikan dalam kondisi sehat, kuat dan bugar.

"Tidak bisa lansia datang sebagai anak muda sehat, tinggal datang vaksin, ditensi dan divaksin," ujarnya.

Di sisi lain, sebagian besar lansia ada yang mengidap komorbid atau penyakit penyerta.

Jadi tidak bisa langsung divaksin. Lansia harus mengendalikan penyakit penyerta terlebih dahulu.

"Misalnya yang mengidap hipertensi tentu harus dengan obat jadi kuat. Tidak bisa bagi lansia yang minum obat hipertensi tidak teratur. Sehingga nanti ketika mau vaksin, tekanan darah 170 ke atas. Jadinya tidak bisa divaksinasi," katanya lagi.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS, TRIBUNNEWS.COM/AISYAH NURSYAMSI)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved