Ini Alasan Pemerintah Akan Terapkan Kebijakan PPKM Level 1 di Blitar

Pemerintah berencana menerapkan uji coba kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 (New Normal) untuk kota Blitar, Jawa Tim


zoom-inlihat foto
luhut-b-panjaitan-109.jpg
kompas.com
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah berencana menerapkan uji coba kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 (New Normal) untuk kota Blitar, Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada Senin (4/10/2021).

Luhut mengatakan bahwa Uji coba dilakukan karena Kota Blitar telah memenuhi syarat indikator WHO dan target cakupan vaksinasi dosis 1 sebesar 70 persen serta dosis 1 lansia sebesar 60 persen.

"Penerapan PPKM Level 1 akan mendekati aktivitas kehidupan masyarakat yang normal," kata Luhut, dikutip TribunnewsWiki dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (5/10/2021).

Untuk mengimbangi hal tersebut, lanjut Luhut, tindakan surveillance, testing/tracing, dan peningkatan disiplin protokol kesehatan diperlukan.

Luhut menyebut bahwa pemerintah akan menurunkan tim khusus untuk mengawasi pelaksanaan PPKM Level 1 di Blitar ini.

Luhut juga berharap pelaksanaan uji coba ini bisa berjalan lancar.

Supaya, bisa menjadi contoh bagi wilayah lain.

"Kami sudah membentuk task force (satgas) yang terdiri dari pakar-pakar, ahli-ahli dalam bidangnya untuk tinggal beberapa waktu di Blitar untuk memonitor. Kalau nanti berhasil, kita akan kembangkan ke kota-kota yang dapat masuk kepada level 1," kata Luhut.

Pemerintah juga akan memonitor seluruh kegiatan dan aktivitas masyarakat di wilayah Kota Blitar agar bisa segera merespons keadaan darurat yang mungkin datang tiba-tiba.

Baca: PPKM Level 2-4 Diperpanjang 2 Pekan, Simak Aturan dan Syarat Perjalanan Darat

Baca: Dokter Reisa: Keterisian Tempat Tidur RS untuk Pasien Covid-19 di Indonesia di Bawah 10 Persen

Sementara itu, saat ini terdapat 20 Kabupaten/Kota yang bertahan di PPKM Level 2 yang didominasi wilayah aglomerasi Semarang Raya dan Solo Raya.

Solo Raya kini berada di level 2.

Serta terdapat peningkatan daerah yang masuk PPKM Level 3.

Daerah yang kini masuk wilayah PPKM Level 3 naik dari 84 Kabupaten/Kota menjadi 107 Kabupaten/Kota.

Hal ini karena kota-kota di level 2 yang sebelumnya mendapat dispensasi belum mampu mencapai target cakupan vaksinasi.

"Jadi capaian vaksinasi yang kita tambahkan jadi kriteria minggu lalu itu belum tercapai sehingga mereka turun level," jelasnya.

Luhut mengungkapkan wilayah aglomerasi Jabodetabek saat ini belum berhasil turun level karena Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang dan Bekasi disebutnya belum mencapai target vaksinasi.

"Aglomerasi Jabodetabek belum turun karena ada di Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang dan Bekasi masih kekurangan vaksinasi level 3 sehingga kami akan melakukan task force untuk ini," kata Luhut.

"Jadi ada 2 juta vaksin yang akan kita suntikkan dalam minggu-minggu ke depan. Setelah ini akan kita matangkan mengenai pelaksanaannya," imbuhnya.

Baca: Luhut Binsar Pandjaitan

Adapun Magelang, Bandung Raya, Malang Raya dan Surabaya Raya, meski telah memenuhi syarat indikator WHO terkait penurunan level, namun cakupan vaksinasi belum mencapai target untuk turun level sehingga tetap berada di level 3.

"Terdapat 3 kabupaten/kota non aglomerasi yang dapat turun ke level 2, yakni Kota Cirebon, Banjar dan Madiun," katanya.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar PPKM di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved