Lewat Pesan WhatsApp, Gubernur Gorontalo dan Risma Saling Meminta Maaf, Anggap Masalah Sudah Clear

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Mensos Risma saling meminta maaf terkait kejadian pendamping PKH yang dimarahi Risma beberapa waktu lalu.


zoom-inlihat foto
walikota-surabaya-tri-rismaharini.jpg
Warta Kota/Henry Lopulalan
Lewat Pesan WhatsApp, Gubernur Gorontalo dan Risma Saling Meminta Maaf, Anggap Masalah Sudah Clear


Dia menilai sikap Risma adalah bentuk perhatian seorang ibu kepada anak-anaknya.

“Beberapa media juga bertanya kepada saya, apakah saya keberatan dengan tindakan kemarin? Saya membalas tidak mungkin saya memarahi orang tua yang memarahi saya, karena bagi saya itu bagian dari pendidikan ke kami,” kata Fajar.

Fajar menjelaskan duduk pangkal persoalan yang terjadi pada waktu itu.

Saat itu, kata Fajar, ada 26 nama penerima PKH yang dipertanyakan oleh kepala desa kenapa uangnya belum masuk.

Dia menjelaskan karena nama-nama tersebut belum masuk di daftar SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) yang menjadi domain Kementrian Sosial.

"Berikutnya saya jelaskan karena saat ini sedang terjadi proses pemadanan data sehingga terindikasi KPM ini dinonaktifkan dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)," kata Fajar.

Menerima penjelasan itu, Risma bertanya kepada staf kementrian yang menjawab datanya ada.

Begitu pula dengan jawaban pihak bank yang bertugas mencairkan dana.

"Pihak bank menyampaikan sudah dalam proses transaksi. Mendengar hal itu ibu menteri langsung berdiri ke arah saya. Padahal maksud pihak bank itu yang sudah transaksi untuk program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) bukan penerima PKH yang ibu menteri maksudkan," beber Fajar.

Setelah kejadian tersebut, Fajar sudah mengklarifikasi kepada Risma.

Ia menjelaskan jika daftar 26 nama nama tersebut masih ada di aplikasi e-pkh.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat bertemu dengan Fajar Sidik Napu, pendamping PKH yang sempat dimarah-marahi Mensos Risma. Fajar diundang Rusli di kediaman pribadi sang Gubernur di Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo pada Minggu (3/10/2021).
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat bertemu dengan Fajar Sidik Napu, pendamping PKH yang sempat dimarah-marahi Mensos Risma. Fajar diundang Rusli di kediaman pribadi sang Gubernur di Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo pada Minggu (3/10/2021). (Dok Pemprov Gorontalo)

Baca: Tri Rismaharini

Baca: Fadli Zon Sarankan Tri Rismaharani Jalani Terapi : Marah Tak Akan Selesaikan Masalah

Sebagian besar di antaranya merupakan penerima perluasan (PKH baru penambahan) tahun 2021.

"Nama nama yang belum masuk uangnya itu, PKH perluasan yang pendataannya dilakukan bulan Januari dan pengaktifannya antara bulan Juni dan Juli 2021," imbuhnya.

Sebagai koordinator PKH, pihaknya berkomitmen untuk bekerja sesuai dengan prinsip SIP yakni santun, integritas dan profesional.

Pihaknya tidak pernah menghapus dan menambah data sesuka hati.

Data tersebut tersimpan di Kementrian Sosial.

Viral Mensos Risma marah-marah

Sebelumnya, video yang merekam Mensos Risma marah-marah viral di media sosial.

Kemarahan Risma itu disebabkan data penerima bantuan sosial di Gorontalo.

Mengutip Kompas.com, peristiwa tersebut terjadi saat Risma menggelar rapat tertutup dengan Forkopimda tentang pemadanan data Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tuani (BST) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT).





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved