Gubernur Gorontalo Tak Terima Warganya Dimarahi Risma, Minta Jokowi Berikan Evaluasi

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie tidak terima warganya dimarahi Menteri Sosial Tri Rismaharani.


zoom-inlihat foto
Rusli-Habibie-2.jpg
gorontaloprov.go.id
Rusli Habibie, Gubernur Gorontalo periode 2017-2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie tidak terima warganya dimarahi Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Orang nomor satu di Gorontalo itu merasa tersinggung dengan Risma yang menunjuk-nunjuk warganya saat berkunjung ke Provinsi Gorontalo pada Kamis (30/9/2021).

Aksi Risma yang emosional dan menunjuk-nunjuk warga Gorontalo itu terekam dan telah viral di media sosial (medsos).

Rusli Habibie mengaku sangat prihatin melihat video itu.

"Saya tidak memprediksi seorang ibu menteri, sosial lagi, memperlakukan seperti itu," kata Rusli, dikutip TribunnewsWiki dari laman resmi Pemerintah Provinsi Gorontalo, Minggu (3/10/2021).

Rusli menyebut bahwa sikap Risma tersebut dinilai memberikan contoh buruk soal bagaimana seorang pejabat sekelas menteri bersikap.

"Contoh yang tidak baik," ujar Rusli.

Dia kemudian mengingatkan Risma agar menjaga sikap di depan rakyat, terlebih saat berkunjung ke kampung orang.

Menunjuk-nunjuk dan memarahi seorang pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dengan emosional membuat hati Rusli sedih.

"Pangkat, jabatan harus kita jaga. Tidak ada artinya pangkat ini semua kita tinggalkan," tuturnya.

"Kalaupun toh dia salah ya dikoreksi, di depan umum lagi," sambungnya.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat diwawancarai wartawan, Jumat (1/10/2021).
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat diwawancarai wartawan, Jumat (1/10/2021). (gorontaloprov.go.id)

Baca: Rusli Habibie

Baca: Idah Syahidah Rusli Habibie

Secara khusus, Rusli meminta agar Presiden Joko Widodo mengevaluasi sikap Risma ysng dalam banyak kesempatan selalu emosional.

Apalagi aksi Risma tersebut terlanjur viral dan menghebohkan warga.

“Tolonglah, mumpung Pak Presiden juga bisa lihat di Youtube, di mana mana karena sudah ribut. Memperingati stafnya karena seperti itu,” katanya.

Rusli memperoleh informasi terkait aksi Risma yang marah-marah belakangan hari.

Saat itu Risma bersama pemerintah provinsi dan kabupaten kota sedang melakukan pemadanan data.

Pada saat bersamaan, Rusli sedang mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ke Kabupaten Boalemo.

Salah satu pendamping PKH yang ditunjuk-tunjuk Risma menjelaskan ada warganya yang terdata, tetapi saldonya kini tidak pernah lagi terisi.

Hal itu diduga membuat mantan Wali Kota Surabaya naik pitam.

"Pendamping PKH itu menyampaikan kepada Ibu Menteri ada nama nama ini saldonya kosong karena informasinya sudah dicoret. Itu yang bikin naik darahnya," katanya.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved