Korea Utara: Uji Coba Penembakan yang Keempat Adalah Rudal Antipesawat

Rudal ini dikatakan mirip dengan sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia.


zoom-inlihat foto
pembelot-korea-utara-04.jpg
STR / KCNA VIA KNS / AFP
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat rapat Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea (WPK) di Korea Utara.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Korea Utara (Korut) pada hari ini, Jumat (1/10/2021), mengatakan telah menguji coba rudal antipesawat dalam uji coba peluncuran yang keempat.

Korea Central News Agency mengatakan uji coba tersebut sangat penting untuk mempelajari dan mengembangkan berbagai sistem rudal antipesawat.

Dikatakan bahwa tujuan uji coba itu adalah menguji kemampuan peluncur rudal, radar, kendaraan perang, serta kemampuan rudal itu sendiri.

Dikutip dari Associated Press, (1/10/2021), Profesor Kim Dong-yub dari Universitas Studi Korea di Seoul menyebut peluncuran pada hari Kamis tampaknya adalah uji coba tahap awal.

Uji coba itu digunakan untuk mengembangkan rudal yang dirancang untuk menembak jatuh rudal dan pesawat musuh.

Selain itu, dia menyebut rudal itu mirip dengan sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia.

Baca: Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Tanpa Dihadiri Kim Jong Un

Rudal milik Korea Utara
Ilustrasi rudal milik Korea Utara (KCNA)

Sistem tersebut memiliki jangkauan maksimal 400 kilometer dan mampu mencegat pesawat yang lolos dari radar.

Uji coba ini ditanggapi oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat Antony Blinken.

Blinken menyatakan bahwa Washington mendukung dialog antara Korut dan Korsel yang kini hubungannya memanas.

Namun, AS, kata dia, khawatir dengan peluncuran rudal yang baru-baru ini dilakukan Korut.

Dia mengatakan tindakan itu kembali mengulangi pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.

Baca: Kelaparan, Warga Korea Utara Culik Anak Orang Kaya, Minta Tebusan Demi Bisa Makan

Dewan Keamanan PBB telah memutuskan untuk melarang aktivitas rudal balistik yang dilakukan Korut.

Beberapa ahli menilai Korut ingin Korsel mendorong AS untuk mengurangi sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Korut.

Namun, ahli lainnya menyebut Korut ingin dunia mengakui kekuatan nuklir miliknya.

Awal bulan September lalu, Korut juga menguji rudal hipersonik, rudal penjelajah, dan rudal balistik yang diluncurkan dari kereta.

Militer Korsel menilai rudal hipersonik milik Korut masih dalam tahap awal pengembangan.

Meski demikian, ahli mengatakan dua uji coba sebelumnya menunjukkan kemampuan Korut untuk menyerang target yang berada di Korsel dan Jepang.

Baca: Kim Jong Un Tuding K-Pop Kanker Ganas yang Gerogoti Korea Utara : Anak Muda Sudah Teracuni

Uji coba baru-baru ini sejalan dengan janji Kim Jong Un untuk mengenalkan senjata canggih dan memperbesar persenjataan nuklirnya demi mempertahankan negaranya dari tindakan permusuhan yang dilakukan AS.

Tindakan yang dimaksud adalah sanksi yang dijatuhkan kepada Korut dan latihan militer antara AS dan Korsel yang dipercaya oleh Korut sebagai latihan untuk invasi.

Perundingan nuklir antara AS dan Korut berjalan buntu sejak awal tahun 2019.

Korut juga belum menguji rudal berdaya jangkau jauh yang mampu mencapai wilayah AS selama empat tahun ini.

Ini dikatakan menjadi tanda bahwa Korut masih ingin melanjutkan perundingan.

Baca: Kim Jong Un Adakan Pertemuan untuk Bahas Kebijakan Ekonomi Korea Utara yang Belakangan Merosot

(Tribunnewswiki/Tyo)

Baca berita lainnya tentang Korut di sini.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Malam 3 Yasinan

    Malam 3 Yasinan adalah sebuah film horor Indonesia
  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved