Kim Jong Un Tuding K-Pop Kanker Ganas yang Gerogoti Korea Utara : Anak Muda Sudah Teracuni

Kim Jong Un mengatakan, jika mereka membiarkan kondisi ini berlanjut, Korea Utara bakal hancur seperti tembok yang lembab


zoom-inlihat foto
pembelot-korea-utara-02.jpg
REUTERS VIA DAILY STAR
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat berada di perbatasan tempat rute yang sering dipakai pembelot menyeberang ke Korea Selatan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Makin geram, Kim Jong Un sebut K-Pop sebagai "kanker ganas" yang menggerogoti Korea Utara.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan generasi muda negaranya telah meniru kebudayaan tetangga sekaligus musuh bebuyutannya, Korea Selatan.

Menurutnya, anak muda Korea Utara telah teracuni Korea Selatan dalam urusan gaya rambut, gaya berbicara, cara berpakaianĀ  dan perilaku.

Dikutip dari New York Times, Kim Jong Un menegaskan, jika kondisi ini berlanjut, Korea Utara bakal hancur seperti tembok yang lembab.

Setelah meraih banyak fans di seluruh dunia, kultur pop Korsel, termasuk K-Pop, memasuki rintangan terakhir yakni Korea Utara.

Kim Jong Un pun kemudian mencanangkan perang terhadap kultur budaya Negeri Ginseng yang dianggap anti-sosialis dan non-sosialis.

Bahkan, beredar kabar seorang pria ditembak mati di hadapan umum karena menjual film asal Korsel pekan lalu.

Seorang pembelot Korut yang mengelola penyelundupan K-Pop Jung Gwang Il mengungkapkan, rezim Kim harus memasukkan ideologinya ke anak-anak muda.

"Generasi saat ini berpikir tak berutang apa pun kepada Kim Jong Un. Jadi, dia harus mengontrol ideologi jika tak ingin kekuasaan keluarganya runtuh," kata dia.

Gambar ini diambil pada 8 Februari 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 9 Februari menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri hari pertama rapat paripurna ke-2 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja dari Korea (WPK) di Korea Utara.
Gambar ini diambil pada 8 Februari 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 9 Februari menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri hari pertama rapat paripurna ke-2 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja dari Korea (WPK) di Korea Utara. (STR / KCNA VIA KNS / AFP)

Propaganda Korea Utara sejak lama mendeskripsikan Korea Selatan sebagai neraka yang diisi para pengemis.

Melalui K-drama (drakor dalam istilah Indonesia), warga Korut akhirnya mulai mengetahui realitas negaranya.

Di saat mereka tengah berjuang untuk mendapatkan pasokan makanan, warga Korea Selatan justru berusaha mengurangi berat badan.

Hiburan Korea Selatan sangat membekas di hati mereka, meski harus menontonnya secara sembunyi-sembunyi.

Pada Desember 2020 lalu, Korea Utara mengesahkan undang-undang berisi ancaman 15 tahun kerja paksa apabila ketahuan menonton drama atau musik negara tetangga.

Mereka yang tertangkap menyebarkan atau menyelundupkan barang tersebut bakal dijatuhi hukuman mati.

UU yang baru juga melarang warga Korea Utara untuk berbicara, menulis, dan bernyanyi ala Korsel dengan ancaman hukuman dua tahun kerja paksa.

Kim Jong Un Ancam Eksekusi Mati Warganya yang Tonton K-Pop

Korea Utara baru saja memperkenalkan undang-undang baru untuk membasmi segala macam pengaruh asing.

Undang-undang tersebut berisi seruan bagi Liga Pemuda Korut, untuk menindak perilaku tidak menyenangkan, individualistis, dan antisosialis di kalangan anak muda.

Mereka tak main-main untuk menghukum dengan keras siapa saja yang mengonsumsi atau memakai film, pakaian, dan bahasa asing.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved