Asrul Sani

Asrul Sani merupakan sastrawan dan sutradara asal Indonesia.


zoom-inlihat foto
Asrul-Sani-2.jpg
badanbahasa.kemdikbud.go.id
Asrul Sani sastrawan Indonesia dan tokoh di Lesbumi.

Asrul Sani merupakan sastrawan dan sutradara asal Indonesia.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Asrul Sani merupakan sastrawan dan sutradara asal Indonesia.

Ia lahir di Sumatera Barat pada 10 Juni 1926.

Asrul Sani berasal dari keluarga bangsawan.

Ayahnya adalah seorang raja yang bergelar Sultan Marah Sani Syair Alamsyah yang Dipertuan Sakti Rao Mapat.

Sedangkan ibunya adalah wanita sederhana namun sangat memperhatikan pendidikannya.

Sejak kecil Asrul sering dibacakan buku-buku cerita karangan para penulis ternama.

Sehingga sebelum bisa membaca, Asrul telah mendengar cerita "Surat Kepada Raja" karya Tagore. (1)

Asrul Sani saat menerima Piala Citra untuk Skenario Terbaik FFI 1982.
Asrul Sani saat menerima Piala Citra untuk Skenario Terbaik FFI 1982. (Wikipedia)

Baca: Sidik Kertapati

  • Pendidikan


Pada 1936 Asrul belajar di Holland Inlandsche School (HIS), Bukittinggi.

Setelah lulus dari HIS, ia melanjutkan pendidikannya ke SMP Taman Siswa, Jakarta pada 1942.

Kemudian ia melanjutkan belajarnya di Sekolah Kedokteran Hewan di Bogor.

Sekolah di bidang kedokteran hewannya itu baru selesai pada 1955.

Meski Asrul adalah seorang dokter hewan namun ia memberikan perhatian pada dunia seni (sastra, teater, dan film)

Bahkan, di sela-sela kuliahnya, ia masih sempat belajar drama di akademi seni drama di Amsterdam (beasiswa dari Lembaga Kebudayaan Indonesia-Belanda, 1952). (1)

Asrul Sani ketika masih muda
Asrul Sani ketika masih muda (Wikipedia)

Baca: Affandi Koesoema

  • Keluarga


Pada 29 Maret 1951 Asrul Sani menikah dengan Siti Nuraini di Bogor.

Siti Nuraini juga seorang sastrawan seperti Asrul Sani.

Dari pernikahan itu keduanya dikarunia tiga orang anak.

Namun sayangnya pernikahan keduanya hanya bertahan 10 tahun saja, pada 1961 keduanya memutuskan untuk bercerai.

Sebelas tahun kemudian tepatnya pada 29 Desember 1972 Asrul Sani menikah lagi dengan Mutiara Sarumpaet.

Dari pernikahannya itu, Asrul dan Mutiara dikarunia tiga orang anak laki-laki yang diberi nama Syauki, Zaki, dan Gibran. (2)

Baca: Pramoedya Ananta Toer

  • Karier


Karier Asrul Sani di dunia sastra dimulai dengan menjadi redaktur di majalah "Pujangga Baru, Gema Suasana, Siasat, dan Zenith".

Selain itu, ia juga menjadi ketua Lesbumi (Lembaga Seniman Kebudayaan Muslim).

Ia juga menjadi anggota Badan Sensor Film, Pengurus Pusat Nahdatul Ulama, dan anggota DPR/MPR (1966-+1983).

Dalam dunia sastra Indonesia, nama Asrul Sani ini sejajar dengan para sastrawan seperti Rivai Apin dan Chairil Anwar.

Di dunia sastra Asrul menjadi populer setelah menerbitkan buku kumpulan puisi yang berjudul "Tiga Menguak Takdir" bersama dengan Chairil Anwar dan Rivai Apin.

Selain puisi, Asrul Sani juga mahir dalam membuat skenario film, esai dan cerpen.

Bahkan skenario filmnya yang berjudul "Lewat Jam Malam" mendapat penghargaan dari FFI, 1955.

Selain itu skenario film “Apa yang Kau Cari Palupi?” juga mendapat Golden Harvest pada Festival Film Asia, 1971, dan “Kemelut Hidup” mendapat Piala Citra 1979. (1)

Baca: Chairil Anwar

 

  • Karya


- Sahabat Saya Cordiaz

- Mahkamah

- Surat atas Kertas Merah Jambu

- Pintu Tertutup

- Burung Camar

- Salah Asuhan

-Apa yang Kau Cari Palupi?

- Lewat Jam Malam

- Kemelut Hidup

- Bulan di atas Kuburan (1)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



Nama Asrul Sani
Lahir Sumatera Barat pada 10 Juni 1926
Karier Sastrawan, penulis skenario film dan sutradara
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved