Giring PSI: 2024, Jangan Sampai Indonesia Jatuh ke Tangan Anies Baswedan

Giring Ganesha Djumaryo berharap Indonesia tidak jatuh ke tangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Pemilu 2024.


zoom-inlihat foto
Giring-Ganesha-PSI.jpg
Capture YouTube Partai Solidaritas Indonesia
Plt Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha Djumaryo.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Plt Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha Djumaryo berharap Indonesia tidak jatuh ke tangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Pemilu 2024.

Giring mengatakan bahwa Anies Baswedan bukanlah sebuah contoh pemimpin yang bisa mengatasi krisis.

"Indikator utama dalam menilai kegagalan Anies Baswedan adalah melihat bagaimana cara Gubernur DKI Jakarta membelanjakan uang rakyat selama pandemi," kata Giring dalam unggahan video di kanal YouTube Partai Solidaritas Indonesia, seperti dikutip TribunnewsWiki, Selasa (21/9/2021).

Giring menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta yang begitu besar, dibelanjakan Anies untuk kepentingan ego pribadi Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini untuk maju sebagai presiden 2024.

"Dia mengabaikan tekanan rakyat yang meminta dia membatalkan rencana balapan mobil Formula E dan mengeluarkan 1 triliun uang rakyat untuk acara tak berguna itu," ujar Giring.

Baca: Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Baca: Giring Nidji (Giring Ganesha Djumaryo)

Giring berujar bahwa uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balap mobil Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi Covid-19.

"Uang rakyat sebanyak itu dihabiskan oleh Anies Baswedan di tengah penderitaan rakyat yang sakit meninggal dan hidupnya susah karena pandemi," tuturnya.

"Uang 1 triliun rupiah ia keluarkan padahal rakyat terlantar tidak bisa masuk ke rumah sakit yang penuh. Rakyat kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan," lanjut dia

Giring juga menyebut bahwa Anies pernah mengatakan menyerah tidak bisa mengatasi pandemi Covid-19 di Jakarta di tengah semua penderitaan rakyat.

Giring berujar, Anies mengaku tidak ada dana untuk mengatasi Covid-19 dan minta pemerintah pusat untuk mengambil alih penanganan Covid-19 rakyat Jakarta.

"Tetapi, Anies di hadapan media selalu menampakkan diri peduli dengan penderitaan rakyat karena pandemi. Tapi apakah dia peduli?" kata Giring.

Lebih lanjut, Giring mengatakan bahwa pura-pura peduli adalah kebohongan Anies Baswedan di tengah pandemi dan penderitaan orang banyak.

Untuk itu, Giring meminta kepada rakyat agar Anies tidak dipilih sebagai presiden pada Pemilu 2024.

"Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024," tegas Giring.

"Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan," pungkasnya.

Sebelum menyampaikan hal ini, di awal pembukaan unggahan video tersebut, Giring mengatakan bahwa dia percaya kejujuran adalah resep penting untuk keluar dari krisis.

Baca: Eks Vokalis Nidji Giring Ganesha Ditunjuk Jadi Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Baca: Anies Baswedan

Dia berujar, situasi genting akibat pandemi memerlukan keterbukaan dan transparansi, karena hanya dengan itu bisa mengidentifikasi masalah dengan benar dan mencari jalan keluar dari krisis.

"Dalam krisis seorang pemimpin adalah panglima yang mengambil tanggung jawab dan menyampaikannya kepada publik secara transparan situasi dan pilihan-pilihan yang dia ambil dalam merespon situasi. Dalam krisis seorang pemimpin sejati harus berupaya sekeras mungkin menyelematkan kepentingan yang lebih besar," ujar Giring Ganesha

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar Giring Ganesha di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Gending Sriwijaya (2013)

    Gending Sriwijaya adalah sebuah film drama laga kolosal
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved