LPSK Sebuat Adanya Kejanggalan Dalam Kasus Penganiayaan Napoleon Bonaparte Terhadap Muhammad Kace

Kasus penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kace membuat LPSK turut buka suara dan mengungkap sebuah kejanggalan


zoom-inlihat foto
Tampang-Muhammad-Kece.jpg
Istimewa via Tribunnews.com
Penampakan Muhammad Kece sesaat setelah dihajar Irjen Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Youtuber sekaligus tersangka kasus penistaan agama Muhammad Kace baru-baru ini mendapat banyak sorotan lantaran kasus penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte.

Lantaran kasus itu, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo Suroyo ikut angkat bicara.

Ia mengungkapkan adanya kejanggalan pada kasus penganiayaan tersebut.

Hasto Atmojo melihat adanya keanehan lantaran Muhammad Kace dan Irjen Napoleon Bonaparte merupakan tahanan di rutan Bareskrim Polri yang bisa berinteraksi secara dekat.

Lebih jauh ia menilai penjagaan dari aparat yang dirasa ceroboh karena terjadinya kasus penganiayaan itu.

Ia meminta kepada pihak pengelola tahanan Bareskrim Polri untuk mempertanggung jawabkan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Irjen Napoleon kepada Kace.

YouTuber Muhammad Kece, tersangka kasus dugaan penistaan agama tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021). Saat digiring penyidik Bareskrim Polri untuk masuk ke dalam kantor Bareskrim, Muhammad Kece sempat menyapa para awak media.
YouTuber Muhammad Kece, tersangka kasus dugaan penistaan agama tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021). Saat digiring penyidik Bareskrim Polri untuk masuk ke dalam kantor Bareskrim, Muhammad Kece sempat menyapa para awak media. (Tangkapan Layar YouTube Kompas TV)

Baca: Muhammad Kace

Baca: Irjen. Pol. Drs. Napoleon Bonaparte, M.Si.

Hasto bahkan menyebut akan berusaha melakukan pemindahan tempat penahanan bila diperlukan.

"Ini yang aneh, karena bagaimana mungkin sesama tahanan bisa berinteraksi sedemikian rupa. Bahkan sampai satu dengan yang lainnya ini melakukan penganiayaan."

"Jadi kalau LPSK melihat bahwa yang bersangkutan memerlukan permohonan, tentu kami akan upayakan pemindahan tempat penahanan yang bersangkutan. Atau ditempatkan di perlindungan LPSK," jelas Hasto dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Senin (20/9/2021).

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah memeriksa sebanyak 6 orang guna menyelidiki kasus penganiayan itu.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi mengatakan 6 saksi itu terdiri atas tahanan Bareskrim Polri serta Muhammad Kace.

"Sudah ada 6 saksi yang sudah diperiksa, termasuk korban, warga binaan dan petugas jaga," ungkap Andi, dilansir oleh Tribunnews.com, Senin (20/9/2021).

Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2020).
Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2020). (Tribunnews / Igman Ibrahim)

Baca: Selidiki Kasus Penganiayaan Muhammad Kece, Bareskrim Polri Periksa Petugas Rutan dan Tahanan

Baca: Terdakwa Kasus Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte Lakukan Penganiayaan Terhadap Muhammad Kece

Andi Rian juga mengungkapkan telah menjadwalkan pemeriksaan kepada 7 orang sebagai saksi dalam kasus dugaan penganiayaan itu.

"Hari ini dijadwalkan akan memeriksa 7 saksi lagi," sambungnya.

Kendati begitu, Andi belum dapat memastikan alasan Napoleon Bonaparte melakukan tindak penganiayaan kepada Muhammad Kace.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca selengkapnya soal KPK di sini

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved