Polisi Tangkap Pengangguran yang Ternyata Berbisnis Obat Ilegal, Punya Tabungan Hingga Rp531 Miliar

Bareskrim Polri dan PPATK berhasil menangkap seorang berinisial DP atas kasus peredaran obat ilegal.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-obat-1962020.jpg
Kompas.com
Ilustrasi obat ilegal.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bareskrim Polri bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berhasil menangkap pelaku peredaran obat ilegal.

Dalam jumpa pers yang dilakukan di Bareskrim Polri, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto membeberkan seorang berinisial DP ditangkap karena menjual obat ilegal, Kamis (16/9/2021).

DP ditangkap untuk kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait peredaran obat ilegal.

Agus menyebut DP ini dikenal tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran.

Setelah dilakukan penelusuran, tersangka memiliki 9 rekening bank.

Total uang dalam 9 rekening tersebut adalah Rp531 miliar.

Baca: KPK Tetapkan Plt Kadis PU Hulu Sungai Utara Jadi Tersangka Kasus Suap Proyek

Baca: Deretan Fakta Kisah Viral Wanita di TikTok Kena Modus Penipuan Berkedok Wawancara Kerja

Tersangka ternyata juga melakukan impor obat dari luar negeri yang tidak memiliki izin edar dalam jumlah banyak.

"Tersangka mengedarkan obat tanpa izin edar dari BPOM," kata Agus dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (16/9/2021).

Kronologi kasus ini berawal dari meninggalnya seorang perempuan akibat mengonsumsi obat aborsi yang dijual DP.

Kasus ini bergulir di Pengadilan Negeri Mojokerto, Jawa Timur Maret 2021 lalu.

Bareskrim Polri dan PPATK curiga dengan tersangka karena memiliki dana fantastis.

"Dari hasil penelusuran tersangka memiliki sembilan rekening bank, dari sana disita barang bukti TPPU Rp 531 miliar," tambah Agus.

Barang bukti uang Rp 531 miliar
Barang bukti uang Rp 531 miliar diperlihatkan dalam jumpa pers yang digelar di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Polisi pun memperlihatkan bukti uang yang telah dikumpulkan DP dari bisnis ilegalnya.

Dalam satu plastik, terdapat 8 hingga 11 gepokan uang Rp100 ribu dan Rp50 ribuan.

Uang tersebut dijejerkan memanjang hingga 5 meter.

Saat ini, polisi masih memburu pemasok obat ilegal yang diedarkan DP.

Tanggapan Mahfud MD

Pada konferensi pers ini, Mahfud MD juga hadir.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengapresiasi Bareskrim Polri dan PPATK yang berhasil mengungkap kasus ini.

"Bareskrim Polri dan PPATK yang telah sinergi dengan baik dan berkolaborasi dengan melakukan Joint Investigation dan ungkap tipid pencucian uang yang berasal dari tindak pidana obat ilegal dengan hasil sitaan Rp531 miliar rupiah. Orangnya sudah diamankan," kata Mahfud.

Baca: Mahfud MD

Baca: Digiring ke Bareskrim Polri, Muhammad Kece Tak Tunjukkan Penyesalan Sama Sekali











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Polri Sita Uang Rp 20

    Bareskrim Polri menyita uang sebanyak Rp20 miliar dari
  • Kapolsek Parigi Moutung yang Diduga

    Kapolsek Parigi Moutong Iptu IDGN, yang diduga menjadi
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved