Manifesto Kebudayaan

Manifesto Kebudayaan merupakan konsep kebudayaan yang mengusung humanisme universal


zoom-inlihat foto
Manifesto-Kebudayaan-2.jpg
langgar.co
Ilustrasi para tokoh Manifesto Kebudayaan.

Manifesto Kebudayaan merupakan konsep kebudayaan yang mengusung humanisme universal




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Manifesto Kebudayaan merupakan konsep kebudayaan yang mengusung humanisme universal.

Manifes Kebudayaan ini adalah bentuk jawaban atas berbagai teror dalam ranah budaya yang dilakukan orang-orang Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat).

Orang Lekra kerap menyebut Manifes Kebudayaan itu sebagai manikebo yang artinya sperma kerbau.

Adapun tokoh yang menginisiasi berdirinya Manifes Kebudayaan ialah Wiratmo Soekito, H.B. Jassin, Trisno Sumardjo, Arief Budiman, Goenawan Mohammad, Bokor Hutasuhut, Bur Rasuanto, Zaini, Ras Siregar,DS. Moeljanto, Djufri Tanissan, A. Bastari Asnin, Sjahwil, Taufiq Ismail, M. Saribi Afn., Purnawan Tjondronagoro, Hartojo Andangdjaja, Binsar Sitompul dan Boen S. Oemarjati. (1)

Taufiq Ismail, salah satu tokoh pendiri Manifesto Kebudayaan.
Taufiq Ismail, salah satu tokoh pendiri Manifesto Kebudayaan. (Wikipedia)

Baca: Lembaga Kebudayaan Rakyat

  • Sejarah


Naskah Manifes Kebudayaan dikerjakan oleh Wiratmo Soekito dan selesai pada 17 Agustus 1963.

Setelah itu naskah diberikan kepada Goenawan Mohamad dan Bokor Hutasuhut.

Selanjutnya, naskah itu digunakan sebagai bahan diskusi pada 23 Agustus 1963 di Jakarta.

Setelah naskah itu disepakati, baru lah naskah itu diperbanyak dan dibagikan kepada para seniman agar mereka mempelajarinya guna sebagai landasan ideologi.

Pada 23 Agustus 1963 diadakan rapat di Jakarta untuk membahas Manifes Kebudayaan.

Hasil dari rapat itu yakni membagi Manifes Kebudayaan ke dalam tiga bagian yakni Manifes Kebudayaan, Penjelasan Manifes Kebudayaan, dan Literatur Pancasila.

Selanjutnya, pada 24 Agustus 1963 di gelar sidang untuk mengesahkan Manifes Kebudayaan tersebut.

Hingga kemudian Manifes Kebudayaan ini dipublikasikan lewat surat kabar Berita Republik dalam ruang “Forum” Sastra dan Budaya No.1, Th I, 19 Oktober 1963 dan majalah Sastra No. 9/10, Th III,1963. (1)

Baca: Front Demokrasi Rakyat (FDR)

- Wiratmo Soekito

- H.B. Jassin

- Trisno Sumardjo

- Arief Budiman

- Goenawan Mohammad

- Bokor Hutasuhut

- Bur Rasuanto

- Zaini, Ras Siregar

- DS. Moeljanto

- Djufri Tanissan

- A. Bastari Asnin

- Sjahwil

- Taufiq Ismail

- M. Saribi Afn

- Purnawan Tjondronagoro

- Hartojo Andangdjaja

- Binsar Sitompul

- Boen S. Oemarjati. (2)

Baca: Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani)

 

Kami para seniman dan cendekiawan Indonesia dengan ini mengumumkan sebuah Manifes Kebudayaan, yang menyatakan pendirian, cita-cita politik Kebudayaan Nasional kami.

Bagi kami kebudayaan adalah perjuangan untuk menyempurnakan kondisi hidup manusia.

Kami tidak mengutamakan salah satu sektor kebudayaan di atas sektor kebudayaan yang lain.

Setiap sektor berjuang bersama-sama untuk kebudayaan itu sesuai dengan kodratnya.

Dalam melaksanakan Kebudayaan Nasional, kami berusaha menciptakan dengan kesungguhan yang sejujur-jujurnya sebagai perjuangan untuk mempertahankan dan mengembangkan martabat diri kami sebagai bangsa Indonesia di tengah-tengah masyarakat bangsa-bangsa.

Pancasila adalah falsafah kebudayaan kami.

Jakarta, 1 Agustus 1963 (2)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



Nama Manifesto Kebudayaan
Berdiri 24 Agustus 1963
Dibentuk di Jakarta
   


Sumber :


1. encyclopedia.jakarta-tourism.go.id
2. id.wikipedia.org








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Dipermalukan dan Dibuat Konten, Anak

    Anak kakek Suhud, Dodi kecewa kepada Baim Wong
  • Dipecat karena Tak Lulus TWK,

    Salah satu mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved