Warga Klaten Bernama Joko Widodo Berharap PPKM Segera Berakhir

Pria bernama Joko Widodo asal Klaten yang merupakan seorang pandai besi atau tukang besi berharap kebijakan PPKM segera berakhir.


zoom-inlihat foto
Pandai-besi-asal-Klaten-bernama-Joko-Widodo.jpg
Screenshot YouTube Sekretariat Presiden
Joko Widodo, seorang pandai besi asal Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, berharap PPKM segera berakhir.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Dukuh Ngledok, Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, Senin (14/9/2021), menyisakan kenangan yang tak terlupakaan bagi para warga di wilayah ini.

Salah satunya adalah seorang pria peserta vaksinasi pintu ke pintu atau door to door yang mempunyai nama seperti sang kepala negara.

Seorang pria tersebut juga bernama sama dengan Jokowi yakni Joko Widodo.

Hal tersebut kemudian menjadi gelak tawa bagi Jokowi dan juga para warga setempat.

Dalam kesempatan peninjauan presiden Jokowi ke Klaten, pria bernama Joko Widodo yang merupakan seorang pandai besi atau tukang besi tersebut berharap kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) segera berakhir.

Sebab, Joko mengaku, kesehariannya bergelut menjadi pandai besi menjadi kesusahan dalam menjual hasil produksi miliknya.

Momen Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu warga bernama Joko Widodo saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Klaten, Jawa Tengah, Senin (13/9/2021).
Momen Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu warga bernama Joko Widodo saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Klaten, Jawa Tengah, Senin (13/9/2021). (Kolase TribunnewsWiki.com/Twitter/@jokowi)

Baca: Momen Lucu Presiden Jokowi Bertemu Warga Bernama Joko Widodo saat Tinjau Vaksinasi di Klaten

Baca: Kunjungan Kerja di Klaten, Presiden Jokowi Tak Menduga Bertemu Peserta Vaksinasi Bernama Joko Widodo

Hal ini diketahui dari unggahan video di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (14/9/2021).

"Moga-moga dari dampak ini agar cepat pulih. Kita di sini ada pengrajin pandai besi. Harapan saya supaya PPKM ini segera berkahir," kata Joko, dikutip TirbunnewsWiki.

"Karena kita produksi itu bisa tapi kalau dijual di pasar itu gak bisa. Jadi kita cuma bisa produksi, kalau modal habis ya udah," lanjut dia.

Sementara itu, Joko mengaku senang dan juga takut saat ada program vaksinasi Covid-19.





Halaman
1234






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved