Epidemiolog Dorong Pemerintah Terus Terapkan PPKM Selama Pandemi Covid-19

Meski PPKM dianggap efektif menekan penularan virus corona, Dicky menilai masih ada sejumlah catatan soal perkembangan situasi pandemi


zoom-inlihat foto
pos-penyekatan-PPKM-Level-4-di-Jalan-Raya-Bogor.jpg
TribunJakarta.com/Bima Putra
Tampak pos penyekatan PPKM Level 4 di Jalan Raya Bogor, Kecamatan Pasar Rebo perbatasan Jakarta Timur dengan Kota Depok, Rabu (28/7/2021)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan, kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat harus tetap dilaksanakan selama virus corona masih menjadi pandemi.

Dirinya mendorong pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2-4.

Sebab, kebijakan itu dianggap mampu menekan laju penularan virus.

"Jadi selama masa pandemi akan terus kita perlukan PPKM berlevel ini," kata Dicky kepada Kompas.com, Senin (13/9/2021).

Namun, Dicky juga meminta pemerintah memberi penjelasan secara komprehensif ke masyarakat mengenai alasan PPKM terus-menerus diperpanjang.

Sebab, masyarakat harus memahami pentingnya pembatasan di masa pandemi. 

Ketika masyarakat masih bisa beraktivitas, namun disesuaikan dengan protokol kesehatan pencegahan virus.

"Jadi ini seperti berlalu lintas, ada polisi, ada rambu-rambu lalu lintas, supaya tidak ada kecelakaan, supaya tertib ini PPKM seperti ini," ujar Dicky.

Petugas gabungan Polisi, TNI, Dishub, dan Satpol PP melakukan penyekatan sebelum underpass Jalan Jenderal Basuki Rachmat atau yang dikenal dengan Underpass Basura, Jakarta Timur, Kamis (15/7/2021). Polisi menambah titik penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat termasuk sebelum Underpass Basura untuk mengurangi mobilitas warga.
Petugas gabungan Polisi, TNI, Dishub, dan Satpol PP melakukan penyekatan sebelum underpass Jalan Jenderal Basuki Rachmat atau yang dikenal dengan Underpass Basura, Jakarta Timur, Kamis (15/7/2021). Polisi menambah titik penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat termasuk sebelum Underpass Basura untuk mengurangi mobilitas warga. (Tribunnews/Herudin)

Meski PPKM dianggap efektif menekan penularan virus corona, Dicky menilai masih ada sejumlah catatan soal perkembangan situasi pandemi.

Contohnya, jumlah tes Covid-19 yang masih sangat rendah di berbagai daerah.

Kemudian, persentase kematian pasien virus corona di atas rata-rata dunia, bahkan tertinggi di antara negara-negara ASEAN.

"Kalau bicara kematian pasien itu menunjukkan ini situasinya parah serius. Jangankan banyak, satu kematian saja sudah serius," ucap Dicky.

Baca: PPKM Berakhir Hari Ini, Tren Kasus Baru COVID-19 Terus Menurun

Baca: Ini Faktor Hambatan Penyebab Daerah Sulit Turunkan Level PPKM Versi Luhut

Kemudian, problem vaksinasi yang belum terselesaikan, meski memang mengalami peningkatan beberapa bulan terakhir.

Hingga kini, angka vaksinasi terhadap lansia masih tergolong rendah dan belum juga meningkat signifikan.

Berdasarkan data pemerintah 12 September 2021, baru 18,6 persen lansia yang sudah menerima vaksinasi dosis kedua.

Padahal, lansia menjadi golongan rentan dan rawan jika terpapar virus corona.

Dicky pun mendorong pemerintah tidak hanya memperpanjang PPKM, namun juga meningkatkan 3T atau testing, tracing, dan treatment, serta memperluas cakupan vaksinasi.

"Karena ini kita masih menghadapi potensi gelombang ketiga, ini yang harus dijadikan pengalaman," kata dia.

Seperti diketahui,l PPKM Level 2-4 di Jawa-Bali berakhir Senin (13/9/2021) setelah berlangsung selama 7 hari terhitung sejak 7 September 2021.

Namun, belum diketahui apakah kebijakan tersebut kembali diperpanjang atau tidak, atau dilanjutkan dengan sejumlah pelonggaran seperti pada PPKM beberapa waktu terakhir.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR PPKM DI SINI











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved