Konfrontasi Indonesia - Malaysia

Konfrontasi Indonesia–Malaysia atau konfrontasi adalah sebuah peristiwa perang mengenai persengkataan wilayah dan penolakan penggabungan wilayah Sabah, Brunei, dan Sarawak.


zoom-inlihat foto
Konfrontasi-IndonesiaMalaysia-1.jpg
National Library of the Philippines
Presiden RI Sukarno, President Filipina Macapagal, dan Perdana Menteri Malaysia Tuanku Abdul Rahman menandatangani dokumen pembentukan Maphilindo di Manila, pada 5 Agustus 1963.

Konfrontasi Indonesia–Malaysia atau konfrontasi adalah sebuah peristiwa perang mengenai persengkataan wilayah dan penolakan penggabungan wilayah Sabah, Brunei, dan Sarawak.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Konfrontasi Indonesia–Malaysia atau konfrontasi adalah sebuah peristiwa perang mengenai persengkataan wilayah dan penolakan penggabungan wilayah Sabah, Brunei, dan Sarawak.

Pertikaian ini terjadi antara Federasi Malaysia dan Indonesia pada tahun 1962 hingga 1966.

Peristiwa konfrontasi Indonesia-Malaysia ini menyebabkan Indonesia keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1965. (1) 

Baca: De Jure

Konfrontasi Indonesia–Malaysia
Kapal Induk HMS Victorious melakukan aksi konfrontatif terkait gerakan ganyang Malaysia yang digagas Bung Karno

  • Latar belakang


Sejak pertengahan abad ke-18, tanah Malaya tengah dikuasai oleh Inggris dan memutuskan memberi kemerdekaan pada Malaysia pada 8 Februari 1956.

Namun, berselang lima tahun tepatnya pada tahun 1961, ada rencana pembentukan Negara Federasi Malaysia.

Malaysia akan terbentuk dari berbagai Persekutuan, yakni Tanah Melayu, Singapura, Sarawak, Brunai, dan Sabah.

Rencana itu pun ditentang oleh Presiden Soekarno, karena ia berpendapat bahwa Malaysia akan menjasi boneka Inggris yang nantinya akan mengancam kemerdekaan Indonesia.

Soekarno juga khawatir jika kawasan Malaya menjadi pangkalan militer Barat di Asia Tenggara, dan bisa mengganggu stabilitas di kawasan Asia Tenggara.

Selain Indonesia, Filipina juga tak setuju dengan berdirinya Negara Federasi Malaysia.

Filipina juga mengklaim atas Sabah, karena daerah itu memiliki hubungan sejarah dengan Filipina melalui Kesultanan Sulu.

Akibat adanya pertentangan tersebut, timbul Konfrontasi Indonesia-Malaysia. (2) (1)

Baca: De Facto

  • Perkembangan


Indonesia menjajaki upaya diplomasi untuk menyelesaikan masalah ini dengan Malaysia.

Presiden Soekarno bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia, Tuanku Abdul Rahman di Tokyo, Jepang pada tanggal 31 Mei 1963.

Pertemuan tersebut ditindaklanjuti dengan Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri di Manila, Filipina pada 7 samapai 11 Juni 1963.

Saat pertemuan itu, Filipina dan Indonesia telah meyetujui untuk menerima pembentukan Negara Federasi Malaysia.

Namun, pada 16 September, Malaysia melihat pembentukan federasi ini nantinya akan memberikan masalah dalam negeri.

Presiden Soekarno pun melihat tindakan Malaysia ini menjadi sebuah bentuk pelanggaran dan sebagai bukti kolonialisme dan imperialisme Inggris. (1)

Baca: Front Demokrasi Rakyat (FDR)

  • Kemarahan Malaysia


Setelah Indonesia dan Filipina tengah menyetujui pembentukan Negara Federasi Malaysia. PM Tuanku Abdul Rahman justru menandatangani pembentukan negara tersebut dengan Inggris.

Dalam naskah tersebut dituliskan bahwa Negara Federasi Malaysia akan dibentuk pada 31 Agustus 1963, yang ditandatangani di London pada 9 Juli 1963.

Tindakan pelanggaran Malaysia ini kemudian berlanjut dengan pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi di Manila yang diadakan pada pertengahan Juli 1963.

Dalam pertemuan tersebut, mengahsilkan tiga dokumen penting, yaitu Deklarasu Manila, Persetujuan Manila dan Komunike Bersama.

Tak sampai disitu, pada 17 September 1963, muncul konflik baru, yaitu aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para demonstran anti-Indonesia di Kuala Lumpur.

Kemarahan para demonstran memuncak saat presiden Soekarno melancarkan konfrontasi terhadap Malaysia diikuti dengan serangan pasukan militer tidak resmi Indonesia terhadap Malaysia.

Aksi demonstran ini menimbulkan emosi dari Presiden Soekarno, yang akan membalasnya dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama Ganyang Malaysia.

Pada 1964, Menteri Luar Negeri Indonesia, Soebandrio mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia.

Tindakan tersebut kemudian disusul dengan keluarnya Indonesia dari PBB lantaran Soekarno merasa tidak puas terhadap bagaimana PBB menyelesaikan konflik dengan Malaysia. (1)

Baca: Presidium

  • Indonesia keluar dari PBB


Pada 7 Januari 1965, Malaysia diterima sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Presiden Soekarno tengah menarik Indonesia dari PBB pada tanggal 20 Januari 1965.

Ia ingin membentuk Koferensi Kekuatan Baru (Conference of New Emerging Forces, Conefo) sebagai alternatif.

Sebagai tandingan Olimpiade, Soekarno bahkan menyelenggarakan GANEFO (Games of the New Emerging Forces) yang diselenggarakan di Senayan, Jakarta pada 10-22 November 1963.

Pesta olahraga ini diikuti oleh 2.250 atlet dari 48 negara di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika Selatan, serta diliput sekitar 500 wartawan asing. (2)

Baca: Pasukan Tjakrabirawa

  • Akhir


Menjelang akhir 1965, Indonesia mengalami gejolak politik dan ekonomi yang kacau. Puncaknya saat terjadi Gerakan 30 September atau G30S.

Presiden Soekarno pun lengser dan digantikan Soeharto. Semangat perlawanan terhadap Malaysia pun runtuh bersamaan dengan kekuatan Soekarno.

Permasalahan konfrontasi Indonesia-Malaysia pun resmi berakhir setelah tercapainya Persetujuan Bangkok. Persetujuan Bangkok ditandangani oleh:

- Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik,

- Wakil Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul Razak,

- Menteri Luar Negeri Filipina Narciso Ramos,

- Menteri Luar Negeri Singapura S. Rajaratnam,

- Menteri Luar Negeri Thailand Thanat Khoman.

Melalui persetujuan ini kedua negara juga sepakat untuk segera memulihkan hubungan diplomatik dan menghentikan konflik.

Pada 28 September 1966, Indonesia kembali menjadi anggota PBB yang diikuti dengan semakin eratnya hubungan Indonesia-Malaysia. (1) (3) 

Baca: Komunis

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



Tanggal 20 Jan 1963 – 11 Agu 1966
Nama lain Konfrontasi
Akibat konfrontasi Indonesia-Malaysia Peristiwa konfrontasi Indonesia-Malaysia ini menyebabkan Indonesia keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1965.
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved