Museum Kayu Wanagama

Museum Kayu Wanagama merupakan museum khusus yang dibangun pada tahun 1995 di kawasan hutan pendidikan Wanagama. 


zoom-inlihat foto
Museum-Kayu-Wanagama.jpg
instagram @wanagama.official
Museum Kayu Wanagama merupakan museum khusus yang dibangun pada tahun 1995 di kawasan hutan pendidikan Wanagama. 

Museum Kayu Wanagama merupakan museum khusus yang dibangun pada tahun 1995 di kawasan hutan pendidikan Wanagama. 




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Museum Kayu Wanagama merupakan museum khusus yang dibangun pada tahun 1995 di kawasan hutan pendidikan Wanagama. 

Pembangunan museum ini atas gagasan yang disampaikan oleh dua dosen Universitas Gadjah Mada, yakni Oemi Hani’in Soeseno dan Etty Suliantoro Sulaiman yang kemudian bekerja sama dengan Perum Perhutani.

Gagasan pembangunan museum ini muncul setelah keduanya menghadiri kegiatan pameran pada Museum Antropologis di Perancis dan pendirian Jati Centre di Cepu.

Bahan baku bangunan museum berasal dari dua buah rumah kayu buatan tahun 1880 yang disumbangkan oleh Perum Perhutani.

Bahan ini lalu diubah menjadi satu bangunan berbentuk rumah panggung.

Museum Kayu Wanagama diresmikan pada tanggal 8 Agustus 1998 oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Muslimin Nasution.

Salah satu koleksi unggulan dari Museum Kayu Wanagama ialah arca Gupolo yang terbuat dari kayu yang telah berusia 50 tahun. (1)

Baca: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Baca: Museum Kehutanan Ir. Djamaludin Suryohadikusumo

  • Sejarah


Diprakarsai oleh para pimpinan Universitas Gadjah Mada dan Perhutani, pembangunan museum ini juga menjadi awal keberadaan Hutan Wanagama.

Dibangun pada tahun 1995, tujuan dibangunnya museum ini ialah untuk memperkenalkan kepada masyarakat umum mengenai berbagai jenis kayu dan cara pemanfaatannya.

Museum ini kemudian diresmikan pada tanggal 8 Agustus 1998 oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Muslimin Nasution.

Berada di Jalan Jogja – Wonosari kilometer 30, lokasi Museum Kayu Wanagama berada di dalam kawasan Hutan Wisata Wanagama, Desa Bunder, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Museum ini dapat dicapai dari arah Kota Yogyakarta menuju ke Hutan Wanagama. (1)

Baca: Jogja National Museum (JNM)

Baca: Jogja Exotarium

  • Koleksi


Museum Kayu Wanagama memiliki koleksi yang beragam, meliputi:

• Meja lurah dari Jepara,

• Arca Gupolo dari kayu sengon,

• Meja dan kursi mantan Menteri Kehutanan RI Ir. Sudjarwo,

• Gebyok kayu jati berukir khas Jepara,

• Fosil kayu jati berusia ratusan tahun,

• Beraneka macam barang kerajinan kayu dari berbagai daerah di Indonesia. (2)

Baca: Sangkring Art Space Jogja

Baca: Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta

  • Fasilitas


Berikut adalah berbagai fasilitas yang disediakan di Museum Kayu Wanagama:

• Warung makan khas Wanagama

• Pasar seni

• Agroforesty

• Berbagai jenis pertamanan percobaan ( jati monfori, nangka, perupuk, acacia, dan lainnya)

• Camping Ground

• Tempat outbond

• Jungle jeep

• River Tubing

• Kelas 4 ruang

• Asrama

• Gedung serba guna. (2)

Baca: Benteng Baluwerti Jogja

Baca: Secret Garden Coffee and Chocolate Jogja

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Museum Kayu Wanagama
Perintis Oemi Hani’in Soeseno, Etty Suliantoro Sulaiman
Pembangunan 1995
Diresmikan Sri Sultan Hamengkubuwono X, Muslimin Nasution
Peresmian 8 Agustus 1998
Alamat Area Hutan, Gading, Kec. Playen, Kabupaten Gunung Kidul, DIY 55861


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.gudeg.net








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved