TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyoroti video penangkapan komika Coki Pardede terkait kasus narkoba yang viral di media sosial (medsos).
Fadil Imran menyayangkan beredarnya video penangkapan tersebut.
Menurut Fadil, Video tersebut tidak elok ditonton oleh publik dan juga merendahkan harga diri Coki.
Hal tersebut disampaikan Fadil Imran ketika Rapat Mingguan di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada Senin (6/9/2021).
"Saya lihat video (penangkapan Coki) kemarin viral di Medos. Di samping itu tidak etis dia juga merendahkan harkat dan martabat manusia," kata Fadil, dikutip TribunnewsWiki dari akun Instagram @kapoldametrojaya, Kamis (9/9/2021).
"Tidak elok dipandang oleh publik dengan narasi dengan kalimat-kalimat yang merendahkan harkat dan martabat manusia," sambungnya.
Fadil mengatakan bahwa siapapun itu walaupun tersangka, orang itu tetap memiliki hak sebagai individu yang wajib dihormati dan dihargai.
Baca: Coki Pardede
Baca: Terhindar dari Ancaman Penjara 6 Tahun, Coki Pardede Hanya Direhabilitasi di RSKO Cibubur
Dia juga memerintahkan jajarannya agar tidak menggunakan senjata laras panjang saat melakukan konferensi pers jika bukan kasus gembong narkoba dan terorisme.
"Kalau bukan bandar (narkoba), bukan teroris, tidak perlu pakai laras panjang," katanya.
"Nggak usah lagi gagah-gagahan. Acara-acara yang mempertontonkan kekerasan yang bisa ditiru, tidak usah pakai laras panjang, tidak manusiawi itu," ujar Fadil Imran.
Sebelumnya video penangkapan komika Coki Pardede viral di medsos.
Dalam video tersebut, seorang petugas menyebut Coki menonton video porno yang berkaitan dengan gay.
Isu dia gay pun viral di medsos yang kemudian dibantah oleh Coki.
Viral di media sosial
Beredar sebuah video yang memperlihatkan komika Coki Pardede ditangkap polisi atas kasus dugaan penyalahgunaan narkoba.
Video tersebut kemudian viral di media sosial pada Kamis (2/9/2021).
Dalam video amatir yang telah beredar luas di media sosial itu, Coki Pardede terlihat mengenakan kaus hitam saat petugas mendatangi kediamannya.
Coki Pardede terlihat panik dan bahkan wajahnya juga tampak pucat seperti masih dalam pengaruh narkoba yang dikonsumsinya.
Pria bernama asli Reza Pardede tersebut mengaku kaget saat petugas meminta barang bukti sabu yang disimpannya.
"Barangnya mana, cepetan kau, cepetan," tanya petugas.