Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM- Museum Panglima Besar Jenderal Sudirman adalah museum sejarah yang menyimpan koleksi mengenai perjuangan Jenderal Sudirman.
Museum ini juga dikenal museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman.
Kata "sasmita" berasal dari bahasa Jawa, artinya "pengingat" atau "mengenang", sedangkan loka artinya "tempat".
Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman memiliki arti sebuah tempat untuk mengenang pengabdian pengorbanan dan perjuangan panglima Besar Jendera; Sudirman. (1)
Baca: Museum Pusaka TMII
Sejarah #
Museum ini dibangun pada tahun 1890 dan digunakan sebagai rumah dinas Mr. Wijnchenk yang merupakan seorang pejabat keuangan Pura Paku Alam VII.
Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini mulai dikosongkan dan perabotannya disita.
Sejak Indonesia merdeka, bangunan ini digunakan sebagai Markas Kompi "Tukul" Batalion Letkol Soeharto.
Sejak 18 Desember 1945 sampai 19 Desember 1948 difungsikan sebagai kediaman resmi Jenderal Sudirman, setelah dilantik menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat.
Pada masa Perang Kemerdekaan menghadapi Agresi Militer Belanda II, gedung ini digunakan sebagai Markas Informatie voor Geheimen Brigade T tentara Belanda.
Setelah pengakuan kedaulatan RI tanggal 27 Desember 1949 gedung ini difungsikan sebagai Markas Komando Militer Kota Yogyakarta.
Selanjutnya gedung ini digunakan sebagai asrama Resimen Infanteri XIII dan Penderita Cacat.
Sejak 17 Juni 1968 sampai 30 Agustus 1982 gedung ini difungsikan sebagai Museum Angkatan Darat. (2)
Baca: Masjid Hassan II
Koleksi #
1. Ruang Tamu
Di tempat Sudirman meneriam tamu baik dari pejabat maupun tamu keluarga. Di ruang ini dipamerkan dua buah lampu gantung dan dua perangkat meja kursi berbentuk muton yang beralaskan babut.
2. Ruang Santai
Selain dipergunakan untuk ruang tamu, ruang ini juga sebagai tempat Jendral Soedirman membina keluarga.
Tak jarang pula ruang santai ini dipergunakan untuk membicarakan masalah perjuangan Indonesia.
Koleksi yang dipamerkan seperti radio kuno, lukisan, barang pecah belah, dan seperangkat meja kursi dan lampu gantung.
3. Ruang Kerja
TNI menggunakan ruang ini sebagai tempat kerja.
Di ruangan ini dipamerkan:
a. Pedang katana ketika beliau menjadi Daidancho PETA.
b. Pesawat telepon, meja kursi kerja, meja kursi tamu.
c. Replika keris, yang selalu menyertai dalam perang gerilya.
d. Senjata Lee Enfeilld (LE), pistol Vickers dam mitraliur.
e. Piagam pengahargaan dan tanda jasa yang dianugerahkan Pemerintah RI.
4. Ruang Tidur Tamu
Ruangan ini dipergunakan untuk tamu atau rekan yang ingin beristirahat atau bermalam. Tempat tidur, almari pakaian, kursi tamu dan foto-foto keluarga dipamerkan di ruang ini.
5. Ruang Tidur Jenderal Soedirman
Selain sebagai tempat tidur, tempat ini juga dipergunakan tempat salat. Dalam ruangan ini dipamerkan seperangkat tempat tidur, almari pakaian, dan tempat sembayang dia.
Di samping itu, terdapat patung lillin Jenderal Sudirman yang sedang duduk lengkap dengan mantel, ikat kepala dan alas kaki yang pernah digunakan oleh dia. Terdapat pula mesin jahit yang digunakan isteri.
Di sini juga terdapat lukisan Sudirman beserta istrinya yang menggunakan baju adat Jawa.
6. Ruang Tidur Putra-Putri Jendral Sudirman
Pernikahan dia dengan gadis bernama Siti Alfiah dikarunai sembilan orang anak. Di ruangan yang bersebelahan dengan kamar tidur utama terdapat koleksi tempat tidur yang dipergunakan putra putri Sudirman.
7. Ruang Pemilihan
Ketika Sudirman bertempat tinggal di rumah ini, ruang ini pergunakan sebagai ruang seketariat.
Koleksi di ruangan ini berhubungan erat dengan pemilihan jabatan Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat, seperti meja dan kursi yang dipakai Letnan Kolonel Isdiman mengusulkan Kolonel Sudirman untuk dipilih dan diangkat menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat di hadapan Urip Sumoharjo dan Gatot Subroto.
Koleksi lain di ruangan ini adalah Sumpah Anggota Pimpinan Tentara yang diucapakan Jenderal Sudirman.
8. Ruang Palagan Ambarawa
Pertempuran Ambarawa antara TKR dan para pejuang RI menghadapi tentara sekutu di bawah pimpinan Kolonel Soedirman berhasil mengusir tentara sekutu dari kota Magelang.
Senjata api, maket dan peta pertempuran Ambarawa dipamerkan di ruang ini. Di sekiling dinding terdapat petinggi-petinggi TNI.
9. Ruang Rumah Sakit Panti Rapih
Koleksi-koleksi di ruangan ini menceritakan ketika dia dirawat di Rumah Sakit Umum Panti Rapih ketika Sudirman sakit pada tahun 1948.
Sebuah literatur dan foto menceritakan ketika Sudirman harus dioperasi. Selain itu terdapat pula meja, kursi, dan sebuah diorama ketika perang gerilya.
10. Ruang Koleksi Kendaraan
Saat menempuh perjalanan perang gerilya melalui Kota Yogyakarta sampai ke Kediri, Jawa Timur.
Jenderal Sudirman pernah menggunakan dokar, mobil, dan dibawa dengan tandu.
Perjalanan dengan dokar tidak ditarik dengan kuda melainkan ditarik oleh pengawal Jenderal Sudirman.
Sekembalinya dari perang gerilya tanggal 10 Juni 1949, Jenderal Sudirman dijemput dengan kendaraan dinas buatan Amerika.
11. Ruang Gunung Kidul dan Sobo
Sewaktu memimpin gerilya Sudirman pernah singgah di daerah Semanu, Kabupaten Gunung Kidul dan di daerah Sobo, Kebupaten Pacitan.
Di tempat itulah Sudirman mendapat Caraka (utusan) dari Letkol. Suharto yang melaporkan rencana Serangan Umum 1 Maret 1949. Koleksi yang dipamerkan adalah peralatan yang pernah digunakan Sudirman.
12. Ruang Diorama
Di ruang ini terdapat 3 buah diorama yang menggambarkan sebagai berikut:
a. Diorama pertama menggambarkan perjuangan Jenderal Sudirman pada saat Belanda melancarkan agresinya yang kedua tanggal 19 Desember 1948.
b. Diorama kedua menggabarkan situasi selama Jenderal Sudirman melaksanakan dan memimpin gerilya.
c. Diorama ketiga menggambarkan situasi selama Jenderal Sudirman melaksanakan tugas-tugasnya sebagai Panglima Besar di markas gerilya Sobo, Pacitan. Dipamerkan pula tandu, tongkat dan peta rute gerilya.
13. Ruang Koleksi Pribadi
Di ruang ini dipamerkan beberapa benda yang pernah dipergunakan Jenderal Sudirman, seperti mantel, ikat kepala, pakaian opsir Peta, pakaian tidur, dan sepatu, tas.
14. Ruang Dokumentasi
Ruang ini diisi dengan biodata Jenderal Sudirman, foto-foto sewaktu dia menjabat sebagai panglima besar, bergerilya dan suasana duka saat pemberangkatan dan pemakaman jenazah Panglima Besar Jenderal Sudirman di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara, surat-surat tulisan tangan Presiden RI Ir. Soekarno kepada Jenderal Sudirman, surat tulisan tangan Jenderal Sudirman kepada adiknya Moch. Samingan dan beberapa koleksi dari Hotel Inna Garuda, Yogyakarta seperti pakaian-pakaian seragam dan kelengkapannya yang pernah dipergunakan Jenderal Sudirman. (1)
(Tribunnewswiki.com/ Husna)
| Alamat |
|---|
| Lokasi | Jl. Bintaran Wetan 3, Yogyakarta |
|---|
| Jenis | Museum Sejarah |
|---|