Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM- Letnan Komarudin adalah salah satu tokoh pelaku dalam serangan umum yang terjadi pada 1 Maret 1949, di bawah komando peleton di SWK 101, Brigade X pimpinan Mayor Sardjono.
Ia memiliki nama asli Eli Yakim Teniwut dan lahir di Desa Ohoidertutu, Kecamatan Kei Kecil Barat, Maluku Tenggara.
Letnan Komarudin dikenal karena kesalahan mengingat tanggal serangan dan membuka tembakan pada tanggal 28 Februari.
Peristiwa itu menyebabkan kekacauan jadwal serangan, namun di sisi lain pasukan Belanda menjadi lengah karena tertipu dengan tanggal serangan besar yang santer akan terjadi.
Letnan Komarudin juga dikenal sebagai tentara yang tahan peluru, hingga kisah dia muncul dalam film Janur Kuning. (1)
Baca: Letnan Jenderal (Purn) Sudharmono SH
Sejarah #
Letnan Komarudin adalah sosok yang kebal akan peluru, hingga tentara Belanda ketakutan ketika menghadapi mereka.
Hingga kini, masih ada yang mempercayai jimat ilmu kebal peluru untuk menyelamatkan jiwa dan raga dalam kondisi apa pun.
Para pejuang terdahulu sangat dikenang masyarakat dalam ceritanya, yang dikenal sebagai pasukan kebal terhadap senjata.
Munculalah Aman Dimot, yang berperang dengan Belanda dengan menghadang tank dan truk pasukan Belanda.
Ia dijuluki sebagai kebal peluru dan memiliki ilmu kanurangan.
Hal ini dikarenakan ia tidak pernah tergores apabila disabet pedang dan tidak akan berefek jika ditembus peluru.
Sesuai dengan julukannya, Pang Aman Dimot dikenal pemberani dan tidak takut jika menghadapi Belanda.
Selain itu, ia juga tidak gentar walaupun dalam keadaan perang terbuka atau perang jarak dekat.
Pada saat bala bantuan pasukan Belanda semakin melemahkan perlawanan pejuang saat itu, Aman Dimot berkeras untuk tetap melakukan perlawanan.
Walaupun Komandan Ilyas Leube sudah memberi perintah kepada pasukan tersebut untuk mundur dan meninggalkan medan perang, namun tetap berjalan untuk melakukan perlawanan. (2)
Baca: Henk Sneevliet
Kehidupan Pribadi #
Letnan Komarudin memiliki jabatan sebagai komandan peleton di SWK 101, Brigade X pimpinan Mayor Sardjono, dan termasuk anak buah Letnan Kolonel Soeharto.
Ia dikenal sebagai anti kogel atau tahan peluru.
Bahkan saking kebal dengan peluru, ia mampu melindungi orang sekitarnya dalam radius 10 meter dari dirinya.
Ketika rasa sakit itu muncul, Letnan Komarudin kesakitannya tidak muncul begitu saja.
Letnan Komarudin masih memiliki hubungan darah dengan Kyai Abdur Rahman yang dikenal sebagai mbah Tanjung.
Mba Tanjung adalah seorang ulama yang terkemuka di Ploso Kuning Minomartani, Sleman pada era kekuasaan Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755-1792.
Letanan Komarudin diyakini memiliki keturunan langsung Bantengwareng, salah seorang panglima perang pasukan Pangeran Diponegoro.
Karena keturunan orang-orang sakti itulah, banyak yang percaya anggota pasukannya kebal terhadap senjata.
Bahkan nama Komarudin dijadikan nama masjid di wilayah Sleman yang dikenal sebagai masjid Al-Komarudin.
Sebelum bergabung dengan Soeharto dari PETA, ia sempat bergabung dengan Lasykar Hizboellah setempat.
Pada saat itu, kawannya mengenal dia sebagai sosok yang jenaka, selon, pemberani namun sedikit agak sentimentil jika disentuh sisi-sisi kemanusiaanya.
Salah satu contoh, saat Panglima Besar Soedirman dalam suatu pemeriksaan pasukan usai turun gunung menasehati, mengkritik sekaligus memuji serangan 'salah lihat kalender-kalendernya pada 28 Februari 1949, ia langsung terisak-isak menangis sambil terbata-bata berujar: "Siap Panglima! Saya tak akan mengulanginya!"
Peleton yang dipimpin Letnan Komaruddin memang dikenal sangat berani dan sering mengacak-acak pertahanan militer Belanda di dalam kota Yogyakarta.
Namanya begitu disegani oleh pihak intelijen militer Belanda NEFIS, yang pernah menjadi buronan. (2)
Baca: FAA (Federal Aviation Administration)
(Tribunnewswiki.com/ Husna)
| Info Pribadi |
|---|
| Lahir | Desa Ohoidertutu, Kecamatan Kei Kecil Barat, Maluku Tenggara |
|---|
| Julukan | Kebal peluru |
|---|
| Nama asli | Eli Yakim Teniwut |
|---|
Sumber :
1. id.wikipedia.org
2. aceh.tribunnews.com