Varian Baru Virus Corona C.1.2 Ditemukan di Afrika Selatan, Disebut Lebih Mudah Bermutasi

C.1.2 sendiri menarik perhatian para ilmuwan karena mutasinya hampir dua kali lebih cepat dari varian global lainnya.


zoom-inlihat foto
SHUTTERSTOCKOrpheus-FXds.jpg
SHUTTERSTOCK/Orpheus FX
Ilustrasi varian baru virus corona, mutasi virus corona.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ilmuwan Afrika Selatan telah mendeteksi varian baru Virus Corona yang disebut lebih banyak bermutasi.

Meski begitu, belum dapat dipastikan varian baru ini lebih menular ataukah mampu mengatasi kekebalan yang diberikan oleh vaksin atau infeksi sebelumnya, kata Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD).

Varian yang dikenal sebagai C.1.2 tersebut diidentifikasi pada minggu lalu oleh KwaZulu-Natal Research and Innovation and Sequencing Platform dalam studi pracetak yang belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Dikutip dari Aljazeera, Ilmuwan NICD mengatakan pada Senin (30/8/2021) bahwa C.1.2 hanya hadir pada tingkat yang sangat rendah dan terlalu dini untuk memprediksi bagaimana hal itu dapat berkembang.

Sementara itu, mayoritas kasus Virus Corona di Afrika Selatan saat ini disebabkan oleh varian Delta yang  pertama kali terdeteksi di India.

Baca: PM Malaysia Jalani Isolasi Mandiri Setelah Kontak dengan Pasien Covid-19

Baca: Eks Member IZ*ONE Jang Won Young Dinyatakan Positif Covid-19

Ilustrasi varian baru virus corona, yakni varian Delta
Ilustrasi varian baru virus corona (The Scotsman)

C.1.2 sendiri menarik perhatian para ilmuwan karena mutasinya hampir dua kali lebih cepat dari varian global lainnya.

Namun, frekuensinya tetap relatif rendah, dan sejauh ini telah terdeteksi dalam kurang dari 3 persen genom yang diurutkan sejak pertama kali diambil pada Mei, meskipun ini telah meningkat dari 0,2 persen menjadi 2 persen bulan lalu.

“Pada tahap ini, kami tidak memiliki data eksperimental untuk mengkonfirmasi bagaimana reaksinya dalam hal sensitivitas terhadap antibodi,” kata peneliti NICD Penny Moore selama konferensi pers virtual.

“Tetapi kami memiliki keyakinan besar bahwa vaksin yang diluncurkan di Afrika Selatan akan terus melindungi kami dari penyakit parah dan kematian,” tambahnya.

Baca: Virus Corona Varian Delta Plus

Baca: Mengenal Infeksi Ulang Covid-19 dan Cara Mencegahnya

Sejauh ini, C.1.2 telah terdeteksi di sembilan provinsi Afrika Selatan, serta di bagian lain dunia termasuk China, Mauritius, Selandia Baru dan Inggris.

Namun tidak cukup sering untuk memenuhi syarat sebagai "varian minat" atau "varian perhatian" seperti varian Delta dan Beta yang sangat mudah menular, yang muncul di Afrika Selatan akhir tahun lalu.

Afrika Selatan menjadi negara yang paling terpukul oleh Virus Coronadi benua Afrika,  dengan lebih dari 2,7 juta kasus Covid-19 dilaporkan hingga saat ini, di mana setidaknya 81.830 di antaranya berakibat fatal.

Varian Beta mendorong gelombang kedua infeksi pada bulan Desember dan Januari, dan negara itu sekarang bergulat dengan gelombang ketiga yang didominasi Delta yang diprediksi akan tumpang tindih dengan gelombang keempat yang menjulang.

(Tribunnewswiki.com/Ami)

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Kecelakaan di Tol Cipularang, Truk

    Insiden kecelakaan terjadi di KM 91 Tol Cipularang,
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved