Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM- Ayyub AS adalah seorang nabi dan putra dari Ish bin Ishaq bin Ibrahim A.S.
Ia juga merupakan nabi yang sangat kaya, mempunyai berbagai macam ternak, seperti sapi, kambing, kuda, keledai, unta dan lain sebagainya.
Nabi Ayyub memiliki kepribadian yang baik hati, membantu fakir miskin, yatim piatu, dan memuliakan tamu. Kekayaannya tidak melalaikannya ibadah kepada Allah.
Bahkan, kekayaannya juga tidak membuatnya menjadi sombong dan lupa kepada orang-orang miskin.
Walaupun kaya, Nabi Ayyub tidak bergaya berlebih-lebiha. Ia makin bertambah taat kepada Allah.
Pada saat itu, Nabi Ayyub juga digoda oleh syaithan dari berbagai cara dan akal busuknya.
Syaithan menggodanya untuk mengeserkan imannya dalam beribadah. (1)
Baca: Yusuf bin Yakub
Nasab #
Ibu Nabi Ayyub bernama Aish bin Ishaq bin Ibrahim, yang merupakan saudara kembar Nabi Yaqub A.S.
Nabi Ayyub adalah keponakan dari Nabi Ya'qub dan Nabi Yusuf.
Nasab Nabi Yusuf yaitu sebagai berikut, ” Ayyub bin Amus bin Tawih bin Rum bin Ais(Eswa) bin Ishaq bin Ibrahim. (2)
Baca: Ali bin Abi Thalib
Cobaan Nabi Ayyub #
Nabi Ayyub menggalami kemiskinan dengan harta bendanya yang habis.
Namun, peristiwa itu tak menggocangkan keimanannya karena Nabi Ayyub ingat bahwa semua manusia lahir ke dunia tidak membawa apa-apa, lalu Allah lah yang memberikan rezeki dan kekayaan.
Kepada Allah harta benda itu kembali, serta Allah lah yang mengambil kembali harta itu.
Dalam ujian ini, Nabi Ayyub lolos dan tidak bergeser sedikit pun imannya dan ibadahnya kepada Allah.
Tak sampai disitu, Allah mengujinya lagi dengan anak-anaknya yang banyak itu meninggal, dari saat ke saat cobaan dan ujian itu terus berjalan.
Nabi Ayyub pun tidak mempermasalahkannya, bahkan beliau ingat bahwa manusia semula dari Allah, kemudian kembali kepa-Nya dan ia juga akan kembali pula kepada-Nya.
Cobaan ini diterima oleh Ayyub dengan sabar, lalu syaithan berusaha sekuatnya untuk menggoncangkan keimanan Nabi Ayyub.
Allah mengujinya dengan memberikan penyakit yang dahsyat, penyakit itu susah disembuhkan, hingga wajah Nabi Ayyub berubah dan keliatan sangat tua.
Nabi Ayyub pun tetap tenang dan sabar serta tidak pernah mengeluh karena sakitnya.
Saat sakit, Nabi Ayyub tidak melupakan segala ibadahnya yang dikerjakan dengan bertambah khusyu'.
Para syaitan menyerah karena berbagai cara tidak berhasil menggoda Ayyub.
Dari situlah para syaithan mencari jalan lain dengan memperdaya istrinya sepuya berkurang menjaga suami.
Pada suatu hari istri Ayyub enggan melayani suaminya. Ayyub menjadi marah kepada istrinya dengan berujar: “Jika aku sembuh pasti kupukul seratus kali”. dan Nabi Ayyub berdo’a kepaada Allah Swt sebagaimana tertera dalam kitab al-Qur’an.
“Ingatlah ketika Ayyub menyeru kepada Tuhan-nya:” Ya Tuhanku, aku dapat penyakit dan cobaan yang sebabkan oleh syaithan” (QS. Shaad ayat 41).
Do’a Nabi Ayyub dikabulkan tuhan, dan Ayyub pun sembuh dari penyakitnya, dan harta kekayaannya pun kembali seperti sedia kala, juga keluarganya sehat-sehat seperti sedia kala.
Tuhan memperlihatkan keimanan Nabi Ayyub A.S yang tidak sedikit pun bergeser walaupun musibah dan cobaan bertubi-tubi, sehingga syaithan menjadi kalah dan tidak berdaya. Sewaktu Nabi Ayyub berdo’a minta sembuh, Tuhan berfirman sebagaimana tertera dalam al-Qur’an:
“Hentakkanlah (injaklah dengan keras) kakimu ke atas bumi, niscaya terbit di sana mata air yang sejut, maka mandi dan minumlah, lalu sembuhlah penyakitnya” (QS. Shaad ayat 42).
Setelah Nabi Ayyub sembuh dari penyakitnya, kemudian Nabi Ayyub ingin melaksanakan janjinya untuk memukul istrinya seratus kali, maka hal itu dibolehkan oleh Allah sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur’an:
“Ambillah sekerat kayu dengan tanganmu, lalu pukullah istrimu dengan itu, maka tiadalah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami mendapai Ayyub itu orang yang sabar, dia sebaik-baik hamba dan banyak bertaubat kepada Allah Swt.” (QS. Shaad ayat 44).
Demikian Nabi Ayyub tidak jadi memukul istrinya seratus kali pukul, tetapi lidi yang seratus itu dijadikan satu ikatan dan dipukulkan sekali saja, untuk melaksanakan janjinya itu sewaktu beliau masih sakit.
Istri Ayyub adalah wanita yang shalehah, ia berbuat sesuatu bukanlah karena tabi’atnya yang jelek, namun karena digoda oleh syathan, dan Allah Swt Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tidak lama kemudian, Nabi Ayyub dikaruniai anak yang banyak, diantaranya anak laki-laki bernama Basyir yang digelari Dzulkifli yang pada akhirnya menjadi seorang nabi pula. (1)
Baca: Imam Malik bin Anas
(Tribunnewswiki.com/ Husna)
| Nama | Nabi Ayyub A.S. |
|---|
| Tempat tinggal | Arab timur laut |
|---|
| Gelar | Nabi |
|---|
| Istri | Rahma binti Efraim |
|---|