Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM- Wara' adalah bentuk keyakinan dan meninggalkan rasa keraguan.
Dalam agama Islam, wara' adalah menginggalkan hal yang meragukan, dalam hadis dari Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, disebutkan seperti berikut:
“Tinggalkanlah segala yang meragukanmu dan ambillah yang tidak meragukanmu. Kejujuran akan mendatangkan ketenangan. Kedustaan akan mendatangkan kegelisahan,” (HR. Tirmidzi, no. 2518. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih). (1)
Baca: Zuhud
Makna #
Terdapat beberapa makna dalam pengertian wara'.
Pertama, menurut Al-Munawi dalam Faidh Al-Qadir (3:529), dinyatakan bahwa wara' adalah tinggalkanlah yang meragukan, ragu dalam kebaikan atau kejelekan, bahkan ragu dalam halal atau haram.
Oleh karena itu, pilihlah yang tidak meragukan, yakni yang diyakini baik dan kehalalannya.
Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari (4:343), menyatakan menurut hadis, yaitu jika engkau ragu pada sesuatu, maka tinggalkanlah.
Meninggalkan perkara masih ragu seperti ini termasuk dalam masalah wara' yang cukup penting. (1)
Baca: Penyakit Ain
Hadis #
Mengenai keutamaan sifat wara’ telah disebutkan oleh Nabi Muhammad saw. dalam sabdanya,
فضل العلم خير من فضل العبادة وخير دينكم الورع
“Keutamaan menuntut ilmu itu lebih dari keutamaan banyak ibadah. Dan sebaik-baik agama kalian adalah sifat wara’” (HR. Ath Thobroni dalam Al Awsath, Al Bazzar dengan sanad yang hasan. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib 68 mengatakan bahwa hadit ini shahih lighoirihi).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan nasehat berharga pada Abu Hurairah,
يَا أَبَا هُرَيْرَةَ كُنْ وَرِعًا تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ وَكُنْ قَنِعًا تَكُنْ أَشْكَرَ النَّاسِ وَأَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا وَأَحَسِنْ جِوَارَ مَنْ جَاوَرَكَ تَكُنْ مُسْلِمًا وَأَقِلَّ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ
“Wahai Abu Hurairah, jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi sebaik-baiknya ahli ibadah. Jadilah orang yang qona’ah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah), maka engkau akan menjadi orang yang benar-benar bersyukur. Sukailah sesuatu pada manusia sebagaimana engkau suka jika ia ada pada dirimu sendiri, maka engkau akan menjadi seorang mukmin yang baik. Berbuat baiklah pada tetanggamu, maka engkau akan menjadi muslim sejati. Kurangilah banyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah no. 4217. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). (2)
Baca: Piagam Madinah
(Tribunnewswiki.com/ Husna)
| Makna | Meninggalkan hal yang diragukannya |
|---|
| Hadis sifat wara' | “Keutamaan menuntut ilmu itu lebih dari keutamaan banyak ibadah. Dan sebaik-baik agama kalian adalah sifat wara’” (HR. Ath Thobroni dalam Al Awsath, Al Bazzar dengan sanad yang hasan. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib 68 mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi). |
|---|