Abu Bakar Baasyir

Abu Bakar Baasyir merupakan tokoh Islam di Indonesia, pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia, serta salah seorang pendiri pondok pesantren.


zoom-inlihat foto
abu-bakar-baasyir.jpg
Tribun Timur
Abu Bakar Baasyir

Abu Bakar Baasyir merupakan tokoh Islam di Indonesia, pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia, serta salah seorang pendiri pondok pesantren.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Abu Bakar Baasyir bin Abu Bakar Abud adalah seorang imam muslim Indonesia dan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).

Abu Bakar Baasyir juga salah seorang dari pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu’min.

Abu Bakar diduga oleh berbagai badan inteligen sebagai kepala spiritual Jemaah Islamiyah (JI), sebuah kelompok Islam militan.

Abu Bakar dinyatakan bersalah atas konspirasi di balik serangan Bali tahun 2002 yang menewaskan 202 orang.

Abu Bakar Baasyir (ABB) resmi menghirup udara bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat (8/1/2021) sekitar pukul 05.21 WIB.
Abu Bakar Baasyir (ABB) resmi menghirup udara bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat (8/1/2021) sekitar pukul 05.21 WIB. (KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN)

  • Kehidupan Pribadi


Abu Bakar Baasyir lahir pada 17 Agustus 1938 di Jombang, Jawa Timur, dari keluarga keturunan Arab dan Jawa Hadhrami. (1)

Baasyir Muda memperoleh pendidikan awal dari Pondok Pesantren Gontor di Ponorogo.

Baca: Wahb bin Munabbih

Menyelesaikan sekolah pada tahun 1959, Baasyir mendaftar di Universitas Al Irsyad di Solo, Jawa Tengah, dan lulus dari pada tahun 1963.

Abu Bakar menjabat sebagai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam di Solo dan kemudian terpilih sebagai sekretaris Karang Taruna Al-Irsyad. 

Baasyir kemudian dicalonkan sebagai Presiden Gerakan Pemuda Islam Indonesia dan Organisasi Dakwah Mahasiswa Indonesia.

Abu Bakar Baasyir memiliki istri bernama Aisyah Baraja dan tiga anak, dua putra, Abdul Roshid Ridyo Baasyir dan Abdul Rahim Baasyir, dan seorang putri, Zulfur.

Baca: Edward Asner

  • Perjalanan Hidup


Pada tahun 1972, Abu Bakar Baasyir bersama teman-temannya mendirikan Pondok Pesantren Al Mukmin, di Ngruki, dekat Solo, Jawa Tengah. (2)

Baasyir dituduh dan ditangkap karena secara aktif mendukung Syariah dan mempromosikan Negara Islam. 

Baasyir dituding menghasut masyarakat untuk menolak falsafah kebangsaan Indonesia, Pancasila, yang mengedepankan pluralisme agama. 

Abu Bakar Baasyir juga didakwa karena menolak mengakui Indonesia sebagai negara sekuler, Baasyir dipenjarakan tanpa pengadilan pada tahun 1978.

Baca: Utbah bin Ghazwan

Dia ditahan di penjara sampai tahun 1982. Segera setelah dibebaskan, dia kembali dihukum karena dikaitkan dengan serangan bom di monumen Buddha Borobudur pada tahun 1985, lalu dia melarikan diri ke Malaysia.

Masa pelarian Baasyir ke Malaysia sedikit lama, yaitu sampai masa jabatan Presiden Suharto berakhir pada tahun 1998.

Selama masa pelarian Baasyir di Malaysia, ia memulai ajaran agama di Malaysia dan Singapura, berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits. 

Abu Bakar dituduh mengembangkan hubungan dekat dengan Jemaah Islamiyah, sebuah kelompok militan Islam yang diduga memiliki hubungan dekat dengan Al Qaeda dan Taliban.

Sekembalinya ke Indonesia pada tahun 1999, Baasyir menjadi imam dan sekali lagi menyerukan Hukum Syariah. 

Abu Bakar Baasyir mendirikan dan menjabat sebagai anggota penting dari kelompok Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), yang bertujuan untuk menegakkan Hukum Islam di Indonesia.

Baca: Sufyan ats-Tsauri

Pada tahun 2002, penerjemah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Burks, melakukan upaya untuk mengambil alih Baasyir.

Burks mendesak Presiden Megawati untuk diam-diam menyerahkan Baasyir dalam pertemuan di rumah Megawati.

Pada tahun 2003, ia secara resmi didakwa atas makar, pelanggaran imigrasi, dan memberikan dokumen dan pernyataan palsu kepada polisi Indonesia.

Kasus tersebut mengenai pemboman gereja-gereja Kristen, yang menewaskan 18 orang pada malam Natal tahun 2000.

Dinyatakan bersalah atas pelanggaran imigrasi, Baasyir dijatuhi hukuman tiga tahun tetapi dibebaskan setelah 20 bulan karena perilaku baiknya di penjara.

Abu Bakar Baasyir kembali ditangkap pada 15 Oktober 2004 dengan tuduhan terlibat dalam serangan bom di Hotel Marriott Jakarta pada Agustus 2003.

Baca: Maher Latif Suryanto

Selain itu, Baasyir juga dituduh dalam keterlibatannya dalam bom Bali 2002 yang mengakibatkan kematian 202 orang.

Pada Maret 2005, Baasyir dinyatakan bersalah atas konspirasi di balik bom Bali 2002, dia dijatuhi hukuman dua setengah tahun penjara.

Masa penjara Abu Bakar Baasyir dipersingkat menjadi 4 bulan 15 hari oleh pemerintah Indonesia pada saat Hari Kemerdekaan. 

Setelah ini, Abu Bakar dibebaskan pada 14 Juni 2006, pembebasannya bertepatan dengan penerbitan bukunya Catatan dari penjara: mengamalkan dan menegakkan Dinul Islam.

Setelah dibebaskan, Abu Bakar Baasyir kembali ke sekolah asramanya dan ia menjabat sebagai pemimpin spiritual. 

Baasyir sekali lagi memulai rencananya untuk memberlakukan Hukum Syariah di Indonesia dan bahkan meminta Perdana Menteri Australia John Howard untuk masuk Islam.

Selama bertahun-tahun, Baasyir telah menyatakan simpatinya untuk Osama Bin Laden dan Saddam Hussein dan mendukung Laden dalam "perjuangan sejati untuk menegakkan Islam".

Baca: Edward Asner

Abu Bakar Baasyir mengklaim bahwa Amerika dan Israel adalah "teroris sejati" dan pengeboman 9/11 adalah serangan palsu oleh Amerika dan Israel untuk menyerang Muslim di Afganistan dan Irak.

Pada tahun 2006, Baasyir secara terbuka mengkritik Perserikatan Bangsa-Bangsa karena mendaftarkannya sebagai teroris dalam daftar teroris Internasional mereka.

Pada tahun 2008, Abu Bakar mengumumkan niatnya untuk memulai kelompok Islam baru di Indonesia, JAT atau Jamaah Ansharut Tauhid. 

Peresmian kelompok Jamaah Ansharut Tauhid itu dilakukan bertepatan dengan persiapan pemerintah Indonesia untuk mengeksekusi tiga pelaku bom Bali. 

Selama bertahun-tahun, JAT telah bertanggung jawab atas beberapa serangan terkoordinasi terhadap warga sipil, polisi, dan personel militer yang tidak bersalah di Indonesia.

Baca: Israel Defense Forces (IDF)

Baasyir secara terbuka mengklaim CIA (Central Intelligence Agency) dan Israel berada di balik serangan tahun 2002.

Pada tahun 2010, Abu Bakar Baasyir didakwa terlibat dalam rencana teror dan pelatihan militer di Aceh oleh polisi Indonesia. 

Pada Juni 2011, Baasyir dihukum karena mendukung kamp pelatihan jihad, setelah menjalani persidangan selama empat bulan, akhirnya dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

Pada 8 Januari 2021, Abu Bakar Baasyir bebas murni dari hukuman penjara Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.



Info Pribadi Abu Bakar Baasyir
Kelahiran Jombang, 17 Agustus 1938
Karier Tokoh Islam
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved