Badai Sitokin

Badai sitokin (cytokine storm) merupakan suatu reaksi abnormal terhadap sistem imun tubuh karena tubuh terlalu banyak memproduksi sitokin.


zoom-inlihat foto
Badai-sitokin-cytokine-storm.jpg
kesehatan.kontan.co.id
merupakan suatu reaksi abnormal terhadap sistem imun tubuh karena terlalu banyak memproduksi sitokin, yakni protein kekebalan.

Badai sitokin (cytokine storm) merupakan suatu reaksi abnormal terhadap sistem imun tubuh karena tubuh terlalu banyak memproduksi sitokin.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Badai sitokin (cytokine storm) merupakan suatu reaksi abnormal terhadap sistem imun tubuh karena tubuh terlalu banyak memproduksi sitokin, yakni protein kekebalan.

Pada dasarnya, sitokin merupakan komponen penting dalam sistem imun yang berfungsi memberikan sinyal dan reaksi untuk melakukan mekanisme pertahanan terhadap serangan penyakit.

Namun, kadar sitokin yang berlebihan justru dapat membahayakan tubuh.

Hal itu lantaran sitokin yang dilepas dalam jumlah banyak akan membuat sel-sel kekebalan secara berlebihan terus mengirimkan sinyal bahaya yang akhirnya mengganggu kinerja sel normal.

Akibatnya, akan terjadi peradangan hebat pada area tubuh yang terdampak yang dapat berakibat fatal dan meningkatkan risiko kematian jika tidak segera ditangani.

Lebih parahnya lagi, badai sitokin ini dapat lebih berbahaya dari penyakit utama yang dialami. (1)

6 Komplikasi Penyakit Jangka Panjang Akibat Paparan Covid-19
6 Komplikasi Penyakit Jangka Panjang Akibat Paparan Covid-19 (shutterstock via Kompas.com)

Baca: Raditya Oloan Alami Badai Sitokin Sebelum Meninggal Dunia

  • Badai sitokin dan COVID-19 #


Badai sitokin terjadi apabila tubuh melepaskan terlalu banyak sitokin ke dalam darah dalam jangka waktu yang sangat cepat.

Hal ini menyebabkan sel imun justru menyerang jaringan dan sel tubuh yang sehat sehingga mengakibatkan peradangan.

Kondisi ini dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan D-dimer dan CRP pada penderita COVID-19.

Peradangan ini tak jarang membuat organ-organ di dalam tubuh menjadi rusak atau gagal berfungsi.

Hal itulah yang membuat badai sitokin perlu diwaspadai lantaran dapat menyebabkan kematian.

Bagi penderita COVID-19, badai sitokin menyerang jaringan paru-paru dan pembuluh darah.

Suatu cairan akan memenuhi alveoli atau kantung udara kecil di paru-paru sehingga sangat sulit terjadi pertukaran oksigen.

Alasan inilah yang menyebabkan penderita COVID-19 kerap menderita sesak napas. (2)

6 Komplikasi Penyakit Jangka Panjang Akibat Paparan Covid-19
6 Komplikasi Penyakit Jangka Panjang Akibat Paparan Covid-19 (Kompas.com)

Baca: Ilmuwan Menyebut Infeksi Virus Corona Bisa Merusak Otak, dari Peradangan hingga Stroke

  • Gejala #


Umumnya, penderita COVID-19 yang menderita badai sitokin akan mengalami demam dan sesak napas hingga membutuhkan alat bantu napas (ventilator).

Kondisi ini biasanya terjadi sekitar 6–7 hari setelah gejala COVID-19 muncul.

Selain demam dan sesak napas, badai sitokin juga menimbulkan berbagai gejala, antara lain

• kedinginan atau menggigil,

• kelelahan,

• pembengkakan pada tungkai,

• mual dan muntah,

• nyeri otot dan persendian,

• sakit kepala,

• ruam kulit,

• batuk,

• napas cepat,

• kejang,

• sulit mengendalikan gerakan,

• kebingungan dan halusinasi,

• tekanan darah sangat rendah,

• penggumpalan darah. (2)

Baca: Sesak Napas

Baca: Halusinasi

  • Penyebab #


Menurut pendapat para ahli, munculnya badai sitokin berkaitan dengan penyakit autoimun, seperti juvenile arthritis.

Selain itu, adanya infeksi serius pada tubuh dan terapi pengobatan penyakit kanker juga dianggap menjadi pemicu terjadinya kondisi ini. (1)

Baca: Tenaga Medis di Garut Alami Kejang lalu Pingsan saat Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Penyebabnya

  • Pengobatan #


Bagi penderita COVID-19 yang mengalami badai sitokin, dibutuhkan perawatan di unit perawatan intensif (ICU).

Sementara beberapa langkah penanganan yang akan dilakukan dokter adalah sebagai berikut.

• pemantauan tanda-tanda vital, berupa tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, dan suhu tubuh, secara intensif

• pemasangan mesin ventilator

• pemberian cairan melalui infus

• pemantauan kadar elektrolit

• cuci darah (hemodialisis)

• pemberian obat anakinra atau tocilizumab (actemra) untuk menghambat aktivitas sitokin.

Walaupun demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui penanganan yang tepat terhadap penderita COVID-19 yang mengalami badai sitokin. (2)

Baca: Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia

Baca: Begini Gejala Virus Corona, Mulai dari Nyeri Otot hingga Demam Tinggi

(TribunenwsWiki.com/Septiarani)



Nama Penyakit Badai Sitokin
Gejala Utama Demam dan sesak napas
Penyebab Penyakit autoimun
Pengobatan Perawatan di ICU
   




KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved