Rasuna Said

H.R. Rasuna Said merupakan seorang pejuang kemerdekaan Indonesia sekaligus salah satu pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Maninjau, Agam, Sumatera Barat, pada 14 September 1910.


zoom-inlihat foto
HR-Rasuna-Said.jpg
Wikipedia
H.R. Rasuna Said merupakan seorang pejuang kemerdekaan Indonesia sekaligus salah satu pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Maninjau, Agam, Sumatera Barat, pada 14 September 1910.

H.R. Rasuna Said merupakan seorang pejuang kemerdekaan Indonesia sekaligus salah satu pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Maninjau, Agam, Sumatera Barat, pada 14 September 1910.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hajjah Rangkayo Rasuna Said merupakan seorang pejuang kemerdekaan Indonesia sekaligus salah satu pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Maninjau, Agam, Sumatera Barat, pada 14 September 1910.

Sama halnya dengan RA Kartini, Rasuna Said juga memperjuangkan persamaan hak antara kamu pria dan wanita.

Rasuna Said juga berperan aktif dalam beberapa organisasi politik, seperti sebagai sekretaris di Sarekat Rakyat.

Selain itu, Rasuna juga turut mendirikan Persatuan Muslimin Indonesia (PERMI) di Bukittinggi pada tahun 1930.

Rasuna Said menghembuskan napas terakhir, di Jakarta, pada 2 November 1965, ketika berusia 55 tahun.

Jenazah dari perempuan keturunan bangsawan Minang ini kemudian disemayamkan di TMP Kalibata, Jakarta. (1) (2)

Sosok pahlawan nasional, Rasuna Said
Sosok pahlawan nasional, Rasuna Said (tribunkaltim.com)

Baca: Sejarah RA Kartini Tokoh Emansipasi Wanita Indonesia dan Hari Peringatannya

Baca: Dewi Sartika

 

  • Masa Muda #


Rasuna Said merupakan putri dari  Muhammad Said, seorang saudagar Minangkabau dan mantan aktivis pergerakan.

Setelah lulus dari sekolah dasar, Rasuna dikirim oleh ayahnya untuk melanjutkan studinya di pesantren Ar-Rasyidiyah, dimana ia menjadi satu-satunya santri perempuan di sana.

Rasuna dikenal sebagai sosok yang cerdas dan pemberani.

Usai menempuh pendidikan di Ar-Rasyidiyah, Rasuna meneruskan studinya ke Diniyah Putri Padang Panjang, pondok pesantren modern khusus putri.

Di sanalah ia kemudian bertemu dengan Rahmah El Yunusiyyah, tokoh gerakan Thawalib (organisasi massa Islam).

Gerakan Thawalib merupakan gerakan yang didirikan oleh kaum reformis Islam di Sumatera Barat.

Rasuna sendiri sangat pedul terhadap pendidikan kaum wanita sehingga ia sempat mengajar di Diniyah Putri sebagai guru.

Namun, pada 1930, ia memutuskan berhenti lantaran memiliki pemikiran bahwa kemajuan kaum wanita tak hanya diperoleh dari mendirikan sekolah, tetapi juga melalui perjuangan politik. (2)

  • Perjuangan #


Era baru perjuangan politik yang dilakukan Rasuna Said diawali dengan aktivitasnya di Sarekat Rakyat (SR) sebagai Sekretaris cabang.

Rasuna selanjutnya juga turut bergabung dengan Soematra Thawalib dan mendirikan Persatuan Muslimin Indonesia (PERMI) di Bukittinggi pada tahun 1930.

Rasuna Said juga ikut serta mengajar di sekolah-sekolah yang didirikan PERMI dan kemudian mendirikan Sekolah Thawalib di Padang, serta memimpin Kursus Putri dan Normal Kursus di Bukittinggi.

Ia sangat mahir berpidato khususnya mengenai kecaman terhadap pemerintahan Belanda.

Rasuna Said juga tercatat sebagai perempuan pertama yang mendapat hukum Speek Delict, yakni hukum kolonial Belanda, sebuah hukuman karena berani berbicara untuk menentang Belanda.

Rasuna Said pernah ditangkap dengan teman seperjuangannya, Rasimah Ismail, dan dipenjara di Semarang pada tahun 1932.

Usai dibebaskan dari penjara, Rasuna Said kembali melanjutkan pendidikannya di Islamic College pimpinan KH Mochtar Jahja dan Dr Kusuma Atmaja. (1)

Baca: 17 AGUSTUS - Sarekat Islam

Baca: Siti Hartinah (Tien Soeharto)

  • Jurnalis #


Pada tahun 1935, Rasuna Said terpilih sebagi pemimpin redaksi untuk sebuah majalah bernama Raya.

Ia dikenal dengan tulisan-tulisannya yang tajam.

Majalah Raya sendiri dikenal radikal, bahkan menjadi tonggak perlawanan di Sumatera Barat.

Pada tahun 1937, Rasuna mendirikan sebuah perguruan putri di Medan, yang bertujuan untuk menyebarluaskan gagasan-gagasannya.

Selain itu, Rasuna Said juga membuat majalah mingguan yang diberi nama Menara Poeteri. (2)

  • Pasca Kemerdekaan #


Usai kemerdekaan Indonesia, Rasuna Said aktif di Badan Penerangan Pemuda Indonesia dan Komite Nasional Indonesia.

Ia pun turut menjadi anggota Dewan Perwakilan Sumatera mewakili daerah Sumatera Barat.

Ia diangkat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS), kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung setelah Dekret Presiden 5 Juli 1959 hingga akhir hidupnya.

Karena penyakit kanker darah yang dideritanya, ia kemudian meninggal dunia pada 2 November 1965 di Jakarta.

Rasuna Said meninggalkan seorang putri (Auda Zaschkya Duski) dan 6 cucu (Kurnia Tiara Agusta, Anugerah Mutia Rusda, Moh. Ibrahim, Moh. Yusuf, Rommel Abdillah dan Natasha Quratul'Ain).

Beberapa tahun kemudian, ia dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional 13 Desember 1974, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 084/TK/Tahun 1974.

Selain itu, namanya juga diabadikan sebagai salah satu nama jalan protokol di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dan di daerah asalnya di Padang, Sumatera Barat. (1)

Baca: Volksraad (Dewan Rakyat Hindia-Belanda)

Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Cut Nyak Meutia

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Hajjah Rangkayo Rasuna Said
Lahir Maninjau, Agam, Sumatera Barat, 14 September 1910
Wafat Jakarta, 2 November 1965
Penghargaan Pahlawan Nasional Indonesia
   




KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved