Janji Taliban, Bakal Ciptakan Perdamaian, Hormati Hak Perempuan dan Tak Akan Jadi Sarang Teroris

Mujahid menyatakan pihaknya tidak akan berubah jika menyangkut tentang kepercayaan maupun ideologi yang mereka anut.


zoom-inlihat foto
Pejuang-Taliban-berdiri-di-atas-kendaraan-di-sepanjang-pinggir-jalan-di-Kandahar.jpg
AFP
Pejuang Taliban berdiri di atas kendaraan di sepanjang pinggir jalan di Kandahar pada 13 Agustus 2021.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Taliban menyampaikan sejumlah janji mulai dari menghormati hak perempuan hingga tak akan jadi sarang teroris.

Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Zabihullah Mujahid dalam konferensi pers perdana sejak mereka menguasai Afghanistan akhir pekan lalu.

Sebelum mengutarakan janjinya, Mujahid mereka sangat bangga lantaran berhasil mengusir kekuatan asing setelah 20 tahun.

Menurutnya, kelompok pemberontak tidak ingin konflik berlarut-larut.

Para pimpinan sudah memaafkan orang yang sudah melawan mereka.

"Semua orang yang berlawanan dengan kami telah diampuni.

Dari A sampai Z. Permusuhan sudah berakhir," kata dia.

"Kami tidak ingin ada musuh baik dari dalam maupun luar," lanjut Mujahid di Kabul, dikutip dari BBC, Selasa (17/8/2021).

Baca: Taliban

Baca: Kabul

Mujahid menyatakan pihaknya tidak akan berubah jika menyangkut tentang kepercayaan maupun ideologi yang mereka anut.

"Tetapi jika mencakup pengalaman, kematangan dan pandangan, tidak diragukan terdapat banyak perbedaan," kata dia.

Perubahan yang dimaksud adalah janji Taliban akan menghormati hak-hak perempuan sesuai dengan syariah (hukum Islam).

"Mereka akan bekerja bahu membahu bersama kami. Kami ingin memastikan kepada komunitas internasional tidak akan ada diskriminasi," ujar dia.

Pejuang Taliban mengendarai kendaraan Tentara Nasional Afghanistan (ANA) melalui jalan-jalan provinsi Laghman pada 15 Agustus 2021.
Pejuang Taliban mengendarai kendaraan Tentara Nasional Afghanistan (ANA) melalui jalan-jalan provinsi Laghman pada 15 Agustus 2021. (AFP)

Mengenai kebebasan pers, organisasi RSF menyatakan Taliban menjamin pekerja pers tidak akan dipersekusi dan wanita diizinkan untuk bekerja di media.

Pers bisa mengawasi kekurangan mereka, sebagai bagian dari pengabdian mereka terhadap Afghanistan.

Hal itu sepanjang tidak melawan mereka.

"Tidak boleh ada yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam dalam aktivitas media," jelas si juru bicara.

"Tetapi, Anda di media juga sebaiknya tidak melawan kami. Anda harus bekerja demi kesatuan bangsa," tukasnya.

Baca: Taliban Sita Senjata Militer AS, Gedung Putih: Cukup Banyak yang Jatuh ke Tangan Mereka

Baca: Mengenal Kelompok Militan Taliban dan Alasan Mengapa Ingin Kuasai Afghanistan

Taliban ingin dunia bisa memercayai mereka.

Sehingga, mereka berjanji tidak akan menjadi sarang teroris.

Mereka berjanji tidak akan menjadi tempat persembunyian Al-Qaeda, dalang tragedi 11 September 2001.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved