Sutoyo Siswomiharjo

Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo merupakan perwira tinggi TNI-AD yang menjadi korban dalam peristiwa Gerakan 30 September di Indonesia.


zoom-inlihat foto
Perangko-Sutoyo-Siswomiharjo-keluaran-tahun-1966.jpg
Wikipedia
Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo merupakan perwira tinggi TNI-AD yang menjadi korban dalam peristiwa Gerakan 30 September di Indonesia.

Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo merupakan perwira tinggi TNI-AD yang menjadi korban dalam peristiwa Gerakan 30 September di Indonesia.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo merupakan seorang perwira tinggi TNI-AD yang menjadi korban dalam peristiwa Gerakan 30 September di Indonesia.

Sutoyo Siswomiharjo yang dilahirkan di Kebumen, Jawa Tengah, pada 28 Agustus 1922 ini, kemudian menjadi salah satu Pahlawan Revolusi Indonesia.

Pasca proklamasi Indonesia pada 1945, Sutoyo bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang membuka karier militernya menjadi semakin menanjak.

Ia menuntaskan pendidikannya sebelum invasi Jepang, yakni pada tahun 1942.

Lalu semasa pendudukan Jepang, Sutoyo menimba ilmu perihal penyelenggaraan pemerintahan di Jakarta.

Setelah itu, Sutoyo bekerja sebagai pegawai pemerintah di Purworejo, namun memutuskan mengundurkan diri pada tahun 1944.

Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo menutup usia di Lubang Buaya, Jakarta, pada 1 Oktober 1965, ketika berusia 43 tahun. (1) (2)

PAHLAWAN Revolusi - Sutoyo Siswomiharjo
PAHLAWAN Revolusi - Sutoyo Siswomiharjo (pahlawancenter.com)

Baca: Tentara Keamanan Rakyat (TKR)

  • Karier Militer #


Usai terjadinya proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Sutoyo bergabung ke dalam bagian Tentara Keamanan Rakyat (TKR), yang kemudian menjadi Polisi Militer Indonesia.

Pada bulan Juni 1946, Sutoyo diangkat sebagai ajudan Kolonel Gatot Soebroto, komandan Polisi Militer.

Ia secara berangsur-angsur mendapat kenaikan pangkat di dalam Polisi Militer, hingga pada tahun 1954, ia menjadi kepala staf di Markas Besar Polisi Militer.

Sutoyo memegang posisi tersebut selama dua tahun, sebelum akhirnya diangkat menjadi asisten atase militer di kedutaan besar Indonesia di London.

Setelah mengikuti pelatihan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat di Bandung sejak tahun 1959 sampai 1960, ia lalu diangkat menjadi Inspektur Kehakiman Angkatan Darat.

Kemudian pada tahun 1961, berkat pengalaman hukum yang dimiliki, ia diangkat menjadi inspektur kehakiman/jaksa militer utama. (1)

Baca: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD)

  • Akhir Hidup #


Pada 1 Oktober 1965 dini hari, eksekutor Gerakan 30 September (G30S) di bawah pimpinan Sersan Mayor Surono, memasuki rumah Sutoyo di Jalan Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat.

Para anggota gerakan tersebut masuk melalui garasi samping rumah kemudian memaksa pembantu di rumah untuk menyerahkan kunci.

Setibanya di dalam rumah, para penculik ini mengatakan bahwa Sutoyo dipanggil oleh Presiden Soekarno.

Sutoyo kemudian dibawa ke markas mereka di Lubang Buaya, kemudian ia dibunuh dan tubuhnya dimasukkan ke dalam sumur yang tidak terpakai.

Jasad Sutoyo ditemukan pada 4 Oktober, kemudian disemayamkan sehari setelahnya.

Secara anumerta (tindakan yang dilakukan setelah seseorang meninggal dunia), Sutoyo kemudian dipromosikan menjadi Mayor Jenderal, serta dikukuhkan menjadi Pahlawan Revolusi Indonesia. (2)

Baca: Sejarah G30S 1965: Kronologi Penculikan Brigjen Sutoyo Siswomihardjo, Tangan dan Tengkorak Hancur

Baca: Karel Sadsuitubun

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Sutoyo Siswomiharjo
Lahir Kembumen, Jawa Tengah, 28 Agustus 1922
Wafat Lubang Buaya, 1 Oktober 1965
Pangkat Mayor Jenderal TNI
Dinas TNI Angkatan Darat (1945-1965)
Pengahargaan Pahlawan Revolusi


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.kompas.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved