Densus 88 Berhasil Tangkap 48 Teroris 4 Hari Sebelum HUT ke-76 Kemerdekaan RI

Densus 88 berhasil menangkap 48 teroris di berbagai wilayah di Indonesia.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-terorisme.jpg
Shutterstock
Ilustrasi terorisme


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengungkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap 48 teroris.

Penangkapan 48 teroris ini dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia sejak Kamis (12/8/2021).

Menurut Kombes Ahmad, mayoritas teroris yang ditangkap adalah anggota jamaah islamiah (JI).

Kombes Ahmad juga menambahkan jaringan JI ini tengah melakukan penguatan internalnya.

Mereka sedang gencarnya melakukan pencarian dana dan organisasi.

"Kenapa tadi dibilang banyak masalah dana? Nah situasi saat ini mereka ingin penguatan. Penguatan untuk menopang anggota-anggotanya. Sehingga anggota-anggotanya itu harus disuplai," tukasnya seperti dilansir TribunnnewsWiki.com.

Di penangkapan kali ini, Densus 88 menangkap Ketua Syam Organizer Jawa Barat berinisial F.

Syam Organizer ini diduga masih masuk dalam jaringan JI.

Baca: Polisi Tangkap 11 Terduga Teroris Anggota JAD di Merauke, Diduga akan Lakukan Pengeboman Gereja

Baca: Polri Ungkap Alasan Munarman Ditutup Matanya Saat Ditangkap Densus 88

"Telah dilakukan penggeledahan (kantor Syam Organizer) guna menemukan dan mengamankan barang bukti yang mendukung pembuktian keterlibatan saudara F dalam jaringan kelompok teror Jamaah Islamiyah (JI)," kata Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (16/8/2021).

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan saat jumpa pres penagkapan mantan Sekretaris Umum FPI Munarman di Polda Metrojaya, Selasa(27/4/2021). Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan penangkapan Munarman terkait dengan dugaan keterlibatan dengan aksi-aksi terorisme yang terjadi di sejumlah tempat beberapa waktu lalu.
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan saat jumpa pres penagkapan mantan Sekretaris Umum FPI Munarman di Polda Metrojaya, Selasa(27/4/2021). Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan penangkapan Munarman terkait dengan dugaan keterlibatan dengan aksi-aksi terorisme yang terjadi di sejumlah tempat beberapa waktu lalu. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Densus 88 berhasil menemukan sejumlah bukti dalam penggeledahan ini.

Ada 1.540 celengan dan kotak amal.

Selanjutnya terdapat bendera Palestina, 3.400 buku Journey To Aqsa, 210 syal logo Syam, 3.100 sedotan, 2.000 amplop berlogo Syam dan 50 pin logo Syam.

Selain itu, Densus juga menyita buku agenda besar dan kecil, kwitansi penerima donasi, bukti pengeluaran Syam, 100 buku tentang kemanusiaan, 262 lembar cover CD 'Our Profile Syam', 7 dus sumbangan galang dana, hingga buku dan bendera berlogo Syam.

"Kemudian, 94 stiker logo Syam, 1.400 balon logo Syam, 4.100 corong balon, 300 plastik putih logo Syam, 10 paket tas kertas dengan logo Syam 'Totaly For Humanity' (Banten, Jabar, Maluku, Banyumas, Jababeka, Balikpapan, Kaltim, Sumbar, Sulsel, Palu)," jelasnya.

Baca: Tak Terima KKB Dicap sebagai Teroris, OPM Melawan dan Siap Ajukan ke Pengadilan Internasional

Baca: Detasemen Khusus 88 (Densus 88)

Semua barang bukti disita Densus 88 dan dibawa pihak kepolisian.

Mengenai penangkapan teroris menjelang peringatan HUT ke-76 RI, Kombes Ahmad menyebut tidak ada hubungannya.

"Saya tidak mau menyinggung masalah menjelang 17 (Agustus), jadi tidak ada. Makanya bahasa saya itu tidak ada kaitannya dengan 17," kata Ahmad kepada wartawan, Selasa (17/8/2021).

Menurutnya penangkapan 48 teroris ini merupakan pencegahan Densus 88 terhadap aksi terorisme.

Tak ada waktu khusus untuk Densus 88 melakukan penangkapan.

"Tapi Densus 88 itu terus bekerja, tidak melihat waktu-waktu tertentu. Tetapi terus bertugas dan berupaya secara optimal agar dapat menciptakan rasa aman tentram dan damai di tengah masyarakat," jelasnya.

(TribunnewsWiki/cva)

 






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved