Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Agustinus Adisucipto lahir di di Salatiga, Jawa Tengah pada 3 Juli 1916.
Ia dikenal sebagai komodar udara sekaligus Pahlawan Nasional Indonesia.
Lantaran hal itu, Agustinus mendapat julukan sebagai Bapak Penerbang Indonesia.
Adisucipto juga pernah memimpin kesatuan operasi dengan basis Maguwo karena ia merupakan satu-satunya orang yang memiliki ijazah Groote Militaire Brevet.
Pendidikan #
- Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) SMP Belanda
- Algemene Middelbare School (AMS) SMA di Semarang
Baca: Roeslan Abdulgani
- Geneeskundige Hoge School (GHS) Sekolah Tinggi Kedokteran, Jakarta
- Militaire Luchtvaaart Opleiding School (Sekolah Penerbangan) Kalijati, Jawa Barat (1)
Karier #
Agustinus Adisucipto dikenal sebagai siswa yang pintar dan rajin selama bersekolah.
Karena itu, ia pun mencoba mengikuti test penerimaan Militaire Luchtvaart Opleidings School atau sekolah pendidikan penerbangan militer di Kalijati.
Hasilnya pun menggembirakan, lantaran ia dinyatakan lulus.
Sejak lulus tess tersebut, Adisucipto fokus terhadap dunia penerbangan.
Ia pun juga lulus dari tingkat pertama di sekolah penerbangan itu.
Selanjutnya, Adisucipto diterima sebagai kadet penerbangan.
Baca: Richard Branson
Adisucipto pun akhirnya mencapai tingkat Vaandrig Kortverbang Vlieger atau Letnan Muda calon penerbang ikatan pendek.
Berkat keuletan dan kepintarannya, ia pun berhasil mendapat Groot Militaire Brevet atau Brevet Penerbang Tingkat Atas.
Pencapaian tersebut membuat karier Adisucipto di dunia penerbangan semakin melambung tinggi.
Ia dipercaya sebagai Ajudan Kapitein (Kolonel) Clason, pejabat Angkatan Udara KNIL di Jawa.
Agustinus mengemban amanat tersebut hingga Jepang datang ke Indonesia pada tahun 1942 silam.
Setelah itu, Adisucipto memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya yang ada di Salatiga.
Di Salatiga, Adisucipto banting setir beralih menjadi seorang jurutulis di Perusahaan Angkutan Bus atau Jidosya Jimukyoku.
Perjuangan #
Saat revolusi terjadi kala itu, Adisucipto pindah ke Yogyakarta.
Baca: Sariamin Ismail
Di Yogyakarta berdiri Tentara Keamanan Rakyat (TKR) bagian penerbangan di markas tertinggi TKR berlandaskan maklumat pemerintah pada 5 Oktober 1945.
Dalam bagian tersebut diberi tanggungjawab untuk membangun serta menyusun penerbangan militer.
Adisucipto pun dipercaya menjadi Komodor Muda Udara.
Ia bertugas untuk mengambil alih seluruh material, personel, dan instalasi.
Akhir Hidup #
Saat terjadinya Agresi Militer Belanda I, Adisucipto dan Abdulrahman Saleh diperintahkan untuk pergi ke India menggunakan pesawat Dakota VT-CLA.
Keduanya sukses menerobos blokade udara Belanda menuju India dan Pakistan.
Sesampainya di India, Adiscupto dan Saleh pun segera pulang ke Indonesia.
Namun, keduanya sempat singgah di Singapura untuk mengambil bantuan obat-obatan Palang Merah Malaya.
Sayangnya, saat pesawat yang ditumpangi Adisucipto dan Abdulrahman Saleh mendekati Lanud Maguwo, tiba-tiba muncul dua pesawat Kittyhawk milik Belanda.
Seketika pesawar Kittyhawk itu menjatuhkan tembakan ke pesawat Dakota VT-CLA.
Dalam insiden itu, semua penumpang yang ada di pesawar Dakota VT-CLA dinyatakan meninggal dunia, termasuk Adisucipto. (2)
Penghargaan #
- Bapak Penerbang Indonesia
- Pahlawan Nasional Indonesia sesuai Keppres No. 071/TK/1974 tanggal 9 November 1974 (3)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)
Baca lengkap soal Dwikora di sini
| Nama | Agustinus Adisucipto |
|---|
| Tanggal lahir | 3 Juli 1916 |
|---|
| Pendidikan | Militaire Luchtvaaart Opleiding School (Sekolah Penerbangan) |
|---|
| Riwayat Karier | Tentara |
|---|
| Penghargaan | Pahlawan Nasional |
|---|
Sumber :
1. www.merdeka.com
2. www.kompas.com
3. www.merdeka.com