Ganda Putri China yang Ditaklukkan Greysia/Apriyani Dituding Sumpahi Pemain Korea Selatan

Korea Selatan berniat mengajukan pengaduan resmi setelah mengetahui atlet China menyumpahi lawan tandingnya


zoom-inlihat foto
Greysia-Polii-dan-Apriyani-Rahayu-raih-medali-emas-ereefc.jpg
Pedro PARDO / AFP
Apriyani Rahayu dari Indonesia (ke-3 dari kanan) dan Greysia Polii dari Indonesia (ketiga dari kiri) memberi hormat dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka di samping Jia Yifan dari Tiongkok (kedua dari kiri) dan Chen Qingchen (kiri) dari Tiongkok dengan medali perak dan Kim So-yeong dari Korea Selatan (2 kanan) dan Kong Hee-yong (kanan) dari Korea Selatan dengan medali perunggu mereka pada upacara selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Korea Selatan berniat mengajukan pengaduan resmi setelah mengetahui atlet China menyumpahi lawan tandingnya dalam pertandingan badminton ganda putri di Olimpiade Tokyo 2020.

Mereka menuding Chen Qingchen melontarkan kalimat slang populer China berbahasa Mandarin yang bisa diartikan "b******".

Kalimat tersebut terdengar dalam pertandingan badminton ganda putri melawan Korea Selatan pada Selasa (27/7/2021) yang disiarkan live di tv.

DIkutip dari CNN, mulanya Chen hanya berteriak biasa.

Namun, ia tiba-tiba meneriakkan kalimat yang kurang sopan setelah dia dan pasangannya, Jia Yifan, kehilangan satu poin lawan Korsel.

Keduanya lantas mengulangi kalimat sumpah serapahnya sepanjang sisa pertandingan.

Namun, ganda putri China tersebut takluk atas  Greysia Polii dan Apriyani Rahayu dari Indonesia, di laga final.

Baca: Detik-Detik Tangis Greysia/Apriyani Pecah saat Indonesia Raya Berkumandang di Olimpiade Tokyo 2020

Baca: Momen Kunci Greysia/Apriyani Rebut Emas Olimpiade 2020, Saling Motivasi hingga Balas Psywar Lawan

Teriakan Chen di laga tersebut diliput oleh media Korea Selatan secara luas, sehingga memicu kritikan para warganya.

Warga Korea Selatan kritis menuduh atlet Olimpiade China tidak berperilaku sportif.

Namun, banyak orang di China yang justru terhibur dengan penampilan Chen.

Di media sosial China Weibo,  netizen setempat memuji Chen yang penuh semangat kompetitif.

"Hahaha, tidak apa-apa Chen! Kita harus membangkitkan semangat!" salah satu komentar populer netizen yang dinggah di Weibo populer.

"Terus lakukan. Kedengarannya indah! Harta nasional kita (Chen)," baca yang lain.

Apriyani Rahayu dari Indonesia (ke-3 dari kanan) dan Greysia Polii dari Indonesia (ketiga dari kiri) memberi hormat dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka di samping Jia Yifan dari Tiongkok (kedua dari kiri) dan Chen Qingchen (kiri) dari Tiongkok dengan medali perak dan Kim So-yeong dari Korea Selatan (2 kanan) dan Kong Hee-yong (kanan) dari Korea Selatan dengan medali perunggu mereka pada upacara selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021.
Apriyani Rahayu dari Indonesia (ke-3 dari kanan) dan Greysia Polii dari Indonesia (ketiga dari kiri) memberi hormat dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka di samping Jia Yifan dari Tiongkok (kedua dari kiri) dan Chen Qingchen (kiri) dari Tiongkok dengan medali perak dan Kim So-yeong dari Korea Selatan (2 kanan) dan Kong Hee-yong (kanan) dari Korea Selatan dengan medali perunggu mereka pada upacara selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021. (Pedro PARDO / AFP)

Pada Selasa (3/8/2021), asosiasi badminton nasional Korea Selatan berencana untuk menyampaikan aduan secara formal ke Federasi Badminton Dunia (WBF) atas insiden tersebut.

Di sisi lain, Chen mengetahui ada beberapa pihak yang tersinggung oleh sikapnya.

Namun, ia mengaku hal itu sebagai cara memotivasi diri selama pertandingan yang sulit.

"Sebenarnya, itu hanya cara saya (memotivasi diri) untuk mendapatkan kemenangan," ujar Chen di Weibo.

"Saya akan menyesuaikan ucapan saya," imbuhnya.

Baca: Profil Apriyani Rahayu, Pebulu Tangkis Asal Konawe yang Raih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020

Baca: Anthony Ginting Raih Medali Perunggu Olimpiade Tokyo 2020

Untuk diketahui, bentuk sumpah serapah tersebut memang tidak sopan di China.

Namun telah biasa digunakan untuk mengungkapkan keheranan atau takjub

Chen juga bukan satu-satunya atlet China yang menggunakan fase tersebut selama Olimpiade Tokyo 2020.

Peraih medali emas angkat besi China, Shi Zhiyong, juga melontarkan kalimat serupa.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR OLIMPIADE TOKYO 2020 DI SINI











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved