Thariq bin Ziyad

Thariq bin Ziyad adalah panglima perang Bani Umayyah yang memimpin penaklukan Andalusia


zoom-inlihat foto
Thariq-bin-Ziyad-2.jpg
pinterest
Ilustrasi Thariq bin Ziyad

Thariq bin Ziyad adalah panglima perang Bani Umayyah yang memimpin penaklukan Andalusia




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Thariq bin Ziyad adalah panglima perang Bani Umayyah yang memimpin penaklukan Andalusia.

Thariq bin Ziyad dilahirkan pada tahun 50 H atau 670 M di Kenchela, Aljazair, dari kabilah Nafzah.

Sejak kecil ia sudah dididik dalam bingkai Islam oleh kedua orang tuanya.

Dahulu, Thariq adalah budak, tetapi dibebaskan oleh Musa Bin Nusayr yang merupakan Gubernur Afrika Utara yang berada di bawah kekuasaan Bani Umayyah.

Musa Bin Nusayr pun kemudian mengangkatnya sebagai panglima perang Bani Umayyah.

Pria dengan nama lengkap Thariq bin Ziyad bin Abdullah bin Walgho bin Walfajun bin Niber Ghasin bin Walhas bin Yathufat bin Nafzau itu merupakan salah satu pahlawan Islam yang disegani oleh kawan maupun lawan.

Pertempuran demi pertempuran telah ia ikuti, tetapi yang paling fenomenal ialah pertempurannya pada tahun 711 Masehi.

Pada saat itu, Thariq adalah panglima perang yang diutus khalifah untuk menaklukan Andalusia atau yang kemudian dikenal dengan Spanyol. (1) (2) (3)

Thariq Bin Ziyad di Pertempuran Guadalate.
Thariq Bin Ziyad di Pertempuran Guadalate. (biografiku.com)

Baca: Shalahuddin Al-Ayyubi


Sebelumnya, sejak tahun 597 M, Spanyol dikuasai bangsa Gotik, Jerman.

Raja Roderick yang berkuasa saat itu. Ia berkuasa dengan zalim.

Ia membagi masyarakat Spanyol ke dalam lima kelas sosial.

Kelas pertama adalah keluarga raja, bangsawan, orang-orang kaya, tuan tanah, dan para penguasa wilayah.

Kelas kedua diduduki para pendeta.

Kelas ketiga diisi para pegawai negara seperti pengawal, penjaga istana, dan pegawai kantor pemerintahan.

Mereka hidup pas-pasan dan diperalat penguasa sebagai alat memeras rakyat.

Kelas keempat adalah para petani, pedagang, dan kelompok masyarakat yang hidup cukup lainnya.

Mereka dibebani pajak dan pungutan yang tinggi.

Kelas kelima adalah para buruh tani, serdadu rendahan, pelayan, dan budak. Mereka paling menderita hidupnya.

Akibat klasifikasi sosial itu, rakyat Spanyol tidak kerasan.

Sebagian besar mereka hijrah ke Afrika Utara.

Baca: Mohammad Amir

Di sini di bawah Pemerintahan Islam yang dipimpin Musa bin Nusair, mereka merasakan keadilan, kesamaan hak, keamanan, dan menikmati kemakmuran.

Para imigran Spanyol itu kebanyakan beragama Yahudi dan Kristen.

Bahkan, Gubernur Ceuta, bernama Julian, dan putrinya Florinda yang dinodai Roderick ikut mengungsi.

Kemudian Julian pun meminta bantuan kepada Musa bin Nusayr untuk menyerang ke Andalusia yang berada di bawah kekuasaan Roderick.

Mendapatkan hal seperti ini, Musa pun memberitahu kepada Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik mengenai kondisinya.

Kemudian khalifah pun mengizinkannya, namun Musa harus terlebih dahulu mengirim pasukan kecil untuk mengintai sekaligus membuka jalan ke Andalusia.

Musa segera mengirim Abu Zar’ah dengan 400 pasukan pejalan kaki dan 100 orang pasukan berkuda menyeberangi selat antara Afrika Utara dan daratan Eropa. (4)

Ilustrasi Thariq bin Ziyad bersama pasukannya
Ilustrasi Thariq bin Ziyad bersama pasukannya (Dok. fineartamerica)

Baca: Khairuddin Barbarossa

 


Awal penaklukan

Pasukan yang pertama yang dikirim ke Andalusia di bawah komando Abu Zar'ah adalah pasukan kecil.

Setelah pasukan kecil itu kembali, kemudian khalifah mengirim kembali pasukan yang besar untuk menaklukan seluruh Andalusia.

Pasukan tersebut berjumlah 7.000 orang di bawah komando Thariq bin Ziyad.

Thariq adalah salah satu panglima yang pemberani yang dimiliki oleh umat Islam.

Sesampai di pantai wilayah Andalusia, ia mengumpulkan pasukannya di sebuah bukit karang yang nantinya dikenal dengan nama "Gibraltar atau Jabal Thariq”.

Thariq bin Ziyad lalu berdiri di depan pasukannya.

Ia memerintahkan pasukannya membakar semua armada kapal yang mereka miliki.

Menerima perintah seperti ini, pasukannya pun kaget lantaran itu adalah satu-satunya kendaraan yang dimiliki yang nantinya digunakan untuk menyeberangi lautan.

Kemudian sang panglima perang pun berdiri di Gibraltar dan berpidato.

Dalam pidatonya, Thariq pun menyampaikan bahwa saat ini kapal sudah terbakar semua.

Di belakang adalah lautan yang luas, sedangkan di depan sudah ada pasukan musuh dengan senjata lengkap yang siap bertempur.

Tidak ada tempat untuk kembali, kecuali menyerangnya dengan senjata yang ada.

Jika ingin senjata yang lain, pasukannya pun diminta untuk mengambil dari tangan musuh.

Begitu juga jika ingin makan, maka bisa mengambil dari tangan musuh.

Pidato itu pun sangat fenomenal dan dikenang oleh umat Islam sepanjang sejarah.

Ilustrasi Thariq bin Ziyad
Ilustrasi Thariq bin Ziyad (www.dulnyut.com)

Baca: Jaya Setiabudi

Setelah mendengarkan pidato itu, pasukan di bawah komandonya pun tidak gentar sedikit pun untuk menghadapi pasukan musuh yang jumlahnya 100.000.

Kemudian, gubernur Afrika Utara, Musa bin Nusayr yang berada di bawah kekuasaan Bani Umayyah pun mengirimkan pasukan bantuan kepada Thariq sebanyak 5.000 pasukan, sehingga total pasukan Islam yakni 12.000.

Pada hari Minggu 28 Ramadan 92 H atau 19 Juli 711 M, kedua pasukan bertemu dan bertempur di sekitar Sungai Guadalate.

Pertempuran itu dikenal dengan nama Pertempuran Syudzunah atau Pertempuran Guadalete.

Pada pertempuran itu Thariq berhasil membunuh Raja Roderick.

Terbunuhnya Raja Roderick membuat pasukan musuh kalang kabut dan kemudian berhasil dikalahkan dengan mudah.

Andalusia berhasil ditaklukkan.

Penaklukan kota-kota di sekitar Andalusia

Setelah berhasil menaklukan Andalusia, Thariq bersama dengan Musa bin Nusayr pun bahu membahu menaklukan kota-kota yang berada di sekitar Andalusia di antaranya: Merida, Sionia, dan Sevilla, Cordova, Granada, Malaga, dan Toledo.

Hanya dalam waktu 2 tahun, seluruh daratan Andalusia (Spanyol) berhasil dikuasai oleh Islam. (5)

Baca: Mohammad Jordan Zamorano

Setelah berhasil menaklukan Andalusia dan daratan Eropa, Thariq bin Ziyad pun dipanggil oleh khalifah Al-Walid bin Abdul Malik untuk pulang.

Pada tahun 720 Masehi, Thariq sakit dan akhirnya wafat di Damaskus. (6)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)

 



Nama Thariq bin Ziyad
Lahir Tahun 50 H atau 670 M di Kenchela, Aljazair, dari kabilah Nafzah.
Profesi Panglima perang
Asal Kerajaan Bani Umayyah
   


Sumber :


1. kisahmuslim.com
2. www.dream.co.id
3. www.biografiku.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved