Dinasti Abbasiyah

Dinasti Abbasiyah atau Bani Abbasiyah adalah kekhalifahan ketiga Islam setelah para kekhalifahan yang dipimpin para sahabat Nabi Muhammad SAW dan kekhalifahan Bani Umayyah


zoom-inlihat foto
Dinasti-Abbasiyah-1.jpg
Tribunnews.com
Ilustrasi Dinasti Abbasiyah

Dinasti Abbasiyah atau Bani Abbasiyah adalah kekhalifahan ketiga Islam setelah para kekhalifahan yang dipimpin para sahabat Nabi Muhammad SAW dan kekhalifahan Bani Umayyah




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dinasti Abbasiyah atau Bani Abbasiyah adalah kekhalifahan ketiga Islam setelah para kekhalifahan yang dipimpin para sahabat Nabi Muhammad saw. dan kekhalifahan Bani Umayyah.

Dinasti Abbasiyah ini didirikan oleh keturunan dari paman Nabi Muhammad, Abbas bin Abdul-Muththalib (566-652).

Dinasti Abbasiyah mulai memerintah sebagai khalifah di Baghdad, Irak, setelah berhasil menggulingkan Kekhalifahan Umayyah dalam Revolusi Abbasiyah pada 750 Masehi.

Setelah berhasil menggulingkan Dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiyah pun memindahkan ibu kota pemerintahan dari Damaskus ke Baghdad.

Selama lima abad pemerintahannya, kekhalifahan ini berhasil menjadikan dunia Islam sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia. (1)

Ilustrasi masa pemerintahan Kekhalifahan Abbasiyah
Ilustrasi masa pemerintahan Kekhalifahan Abbasiyah (Thoughtco)

Baca: Dinasti Bani Umayyah

 

 

  • Revolusi Abbasiyah


Kekhalifahan Abbasiyah berusaha menggulingkan Kekhalifahan Umayyah karena mengklaim sebagai penerus sejati Nabi Muhammad, berdasarkan garis keturunan mereka yang lebih dekat.

Pemberontakan yang dilakukan Bani Abbasiyah didukung oleh sebagian besar orang Arab yang dirugikan dengan tambahan faksi Yaman dan Mawali mereka.

Muhammad bin Ali, cicit dari Abbas, kemudian mulai menjalankan kampanye untuk mengembalikan kekuasaan pemerintahan kepada keluarga Bani Hasyim di Parsi pada masa pemerintahan Khalifah Umar II.

Pada masa pemerintahan Khalifah Marwan II, pertentangan mereka semakin memuncak.

Akhirnya pada 750 Masehi, Abu al-Abbas al-Saffah berhasil meruntuhkan Dinasti Umayyah dan kemudian dilantik sebagai khalifah. (2)

Baghdad, Irak
Baghdad, Irak (bruker.com)

Baca: Hijir Ismail

 

 

  • Masa Pemerintahan


Selama masa pemerintahannya, Kekhalifahan Abbasiyah menerapkan pola pemerintahan yang berbeda-beda, sesuai perubahan politik, sosial, dan budaya.

Kekuasaan dinasti ini berlangsung selama lima abad, yakni dari tahun 132 H (750 M) sampai 656 H (1258 M).

Masa pemerintahan Bani Abbasiyah dibagi menjadi lima periode, sebagai berikut.

1. Periode Pertama (750 M - 847 M), disebut periode pengaruh Persia pertama.

2. Periode Kedua (847 M - 945 M), disebut periode pengaruh Turki pertama.

3. Periode Ketiga (945 M - 1055 M), masa kekuasaan Bani Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah, disebut juga masa pengaruh Persia kedua.

4. Periode Keempat (1055 M - l194 M), masa kekuasaan Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah, disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua.

5. Periode Kelima (1194 M - 1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar Baghdad dan diakhiri oleh invasi dari bangsa Mongol. (3)

Baca: Cordoba


Para khalifah dari Dinasti Abbasiyah berhasil membawa Kekhalifahan Abbasiyah pada masa kejayaannya adalah sebagai berikut.

- Al-Mahdi (775-785 M)

- Al-Hadi (775- 786 M)

- Harun Ar-Rasyid (786-809 M)

- Al-Ma'mun (813-833 M)

- Al-Mu'tashim (833-842 M)

- Al-Watsiq (842-847 M)

- Al-Mutawakkil (847-861 M)

Pada masa kepemimpinan Al-Mahdi, perekonomian mulai meningkat.

Utamanya peningkatan di sektor pertanian melalui irigasi dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak, emas, tembaga dan besi.

Selain itu, para pedagang yang transit dari Timur dan Barat juga banyak membawa kekayaan.

Pada masa khalifah Harun Ar-Rasyid dan putranya, Al-Ma'mun, kekayaan negara banyak dimanfaatkan untuk keperluan sosial, seperti mendirikan rumah sakit, lembaga pendidikan dokter, dan farmasi.

Selama pemerintahannya, Bani Abbasiyah berhasil mengkonsolidasikan kembali kepemimpinan gaya Islam dan menyuburkan ilmu pengetahuan.

Faktor yang paling utama penyebab tumbuhnya peradaban ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah adalah didirikannya tempat-tempat pendidikan, seperti akademi dan perpustakaan.

Pada masa itu, perpustakaan berperan layaknya universitas pada zaman sekarang.

Kesejahteraan sosial, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan berada pada zaman kejayaannya.

Hal tersebut menjelaskan perkembangan pada bidang ekonomi, pendidikan dan hukum pada masa Dinasti Abbasiyah.

Pada masa inilah negara Islam menempatkan diri sebagai negara terkuat dan tak tertandingi. (4)

Baca: Konstantinopel

 


Faktor-faktor penting yang menyebabkan kemunduran dan runtuhnya Bani Abbasiyah adalah:

1. Luasnya wilayah

Luasnya wilayah kekuasaan Dinasti Abbasiyyah sementara komunikasi pusat dengan daerah sulit dilakukan.

Bersamaan dengan itu, tingkat saling percaya di kalangan para penguasa dan pelaksana pemerintahan sangat rendah.

2. Ketergantungan dengan tentara

Dengan profesionalisasi angkatan bersenjata, ketergantungan khalifah kepada mereka sangat tinggi.

3. Kemerosotan ekonomi

Keuangan negara sangat sulit karena biaya yang dikeluarkan untuk tentara bayaran sangat besar.

Pada saat kekuatan militer menurun, khalifah tidak sanggup memaksa pengiriman pajak ke Baghdad.

4. Serangan Bangsa Mongol dan jatuhnya Baghdad

Pada 1258 masehi, tentara Mongol yang berkekuatan sekitar 200.000 orang menyerang Baghdad.

Penguasa terakhir Kekhalifahan Abbasiyah benar-benar tidak berdaya membendung tentara mongol sebanyak itu.

Jatuhnya Baghdad ke tangan bangsa Mongol secara otomatis mengakhiri kekuasaan Bani Abbasiyah. (5)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)

 



Nama Dinasti Abbasiyah
Ibu Kota Baghdad
Berdiri 132 H (750 M)
Runtuh 656 H (1258 M)
Lama pemerintahan 5 Abad


Sumber :


1. www.kompas.com
2. id.wikipedia.org






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved