4 Situs Budaya yang Masuk ke Dalam Daftar Warisan Dunia Terbaru UNESCO

Situs budaya di Cina, India, Iran dan Spanyol masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.


zoom-inlihat foto
quanzhou.jpg
whc.unesco.org
4 Situs Budaya yang Masuk ke Dalam Daftar Warisan Dunia Terbaru UNESCO


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Komite warisan dunia UNESCO pada Minggu (25/7/2021) lalu menetapkan sejumlah situs warisan dunia yang baru.

Dilansir dari UN News pada Jumat (30/7/2021), hasil pertemuan tersebut salah satunya adalah penambahan empat lokasi baru dalam daftar situs warisan dunia.

Baca: Mengenal Persawahan Subak Warisan Unesco dalam Tampilan Google Doodle 29 Juni

Baca: Simak Alasan UNESCO Menetapkan Candi Borobudur Jadi Warisan Dunia: Belajar dari Rumah di TVRI

Inilah empat lokasi baru Daftar Warisan Dunia dari UNESCO:

1. Kota Pelabuhan Quanzhou di China

Jembatan Anping di Kota Anhai, Quanzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok tenggara. Quanzhou merupakan pusat perdagangan maritim global pada masa Dinasti Song dan Yuan.
Jembatan Anping di Kota Anhai, Quanzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok tenggara. Quanzhou merupakan pusat perdagangan maritim global pada masa Dinasti Song dan Yuan. (Xinhua/Jiang Kehong)


Situs serial Quanzhou menggambarkan semangat kota sebagai emporium maritime selama periode Song dan Yuan (10 – 14 M) dan interkoneksinya dengan pedalaman Cina.

Situs ini juga memiliki bangunan keagamaan, termasuk Masjid Qingjing (abad 11 M), salah satu bangunan Islam paling awal di Cina, dan ada juga makam Islam.

Terdapat juga peninggalan arkeologi seperti, bangunan administrasi, dermaga batu untuk perdagangan dan pertahanan, situs keramik, produksi besi, jembatan kuno, pagoda dan prasasti.

2. Candi Kakatiya Rudreshwara (Ramappa) di Telangana, India

Kuil Ramappa
Kuil Ramappa (The Hans India)


Rudreshwara yang dikenal sebagai Kuil Ramappa, adalah candi Siwa utama di kompleks berdinding yang dibangun selama periode Kakatiyan (1123 – 1323 M).

Candi ini dibangun saat berada di bawah kekuasaan Rudradeva dan Recharla Rudra.

Bangunan ini menampilkan balok dan pilar yang dihias dari granit berukir dan dolerite dengan Vimana (menara bertingkat horizontal) yang khas.

Atapnya berbentuk piramidal yang terbuat dari batu bata apung dan disebut atapnya bisa mengapung di air.

Patung-patung candi dengan kualitas artistic yang tinggi menggambarkan adat tari daerah dan budaya Kakatiyan.

Baca: Ini Alasan Ganjar Pranowo Pakai Baju Adat saat Sambut Kedatangan Mendagri Tito Karnavian di Kendal

3. Jalur kereta Trans – Iran

Trans-Iranian Railway DOK. UNESCO/Hossein Javadi
Trans-Iranian Railway DOK. UNESCO/Hossein Javadi ((DOK. UNESCO/Hossein Javadi))


Jalur kereta api Trans-Iran menghubungkan antara Laut Kaspia di timur laut dengan Teluk Persia di barat daya lalu melintasi dua pegunungan, sungai, dataran tinggi, hutan dan empat iklim yang berbeda.

Mulai dibangun tahun 1927 dan selesai pada tahun 1938, rel kereta api sepanjang 1.394 km ini dirancang dalam kolaborasi yang sukses antara pemerintah Iran dan 43 kontraktor dari banyak negara.

4. Paseo del Prado dan Buen Retiro di Spanyol

Buen Retiro
Buen Retiro (esmadrid.com)


Bangunan yang didedikasikan untuk seni dan sains bergabung dengan bangunan lain di situs yang dikhususkan untuk industri, perawatan kesehatan, dan penelitian.

Secara kolektif, mereka menggambarkan aspirasi masyarakat utopis selama puncak Kekaisaran Spanyol.

Baca: Kota Ambon Masuk Nominasi Kota Musik Dunia UNESCO

Baca: UNESCO Tambahkan 7 Situs Budaya ke Dalam Daftar Warisan Dunia Terbaru

Jardines del Buen Retiro (Taman Retret Menyenangkan) seluas 120 hektar, sisa Istana Buen Retiro abad ke-17, merupakan bagian terbesar dari properti yang menampilkan gaya berkebun yang berbeda dari abad ke-19 hingga sekarang.

Situs ini juga menampung Royal Botanical Garden bertingkat dan sebagian besar lingkungan perumahan Barrio Jerónimos dengan beragam bangunan abad ke-19 dan ke-20 yang mencakup tempat-tempat budaya.

(TribunnewsWiki.com/Mirta)

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved