Tari Foti Lalendo

Tari Foti Lalendo adalah salah satu tarian tradisional dari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT)


zoom-inlihat foto
Tari-Foti-Lalendo-2.jpg
Pos Kupang/Hermina Pello
Salah satu peserta lomba Foti yang digelar Pemkot Kupang dalam rangka HUT ke 71 RI

Tari Foti Lalendo adalah salah satu tarian tradisional dari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT)




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tari Foti Lalendo adalah salah satu tarian tradisional dari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tarian ini biasanya ditampilkan oleh para penari wanita yang menggunakan busana kain selimut sebagai atribut menarinya.

Dalam tarian ini biasanya juga terdapat penari pria yang menari dengan gerakan tari Foti yang khas dan unik.

Tari Foti Lalendo merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Rote Ndao dan sering ditampilkan dalam berbagai acara seperti penyambutan tamu penting, pernikahan, dan lain-lain. (1)

Para peserta lomba menari Foti di Lantai I Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (7/8/2019).
Para peserta lomba menari Foti di Lantai I Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (7/8/2019). (POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI)

Baca: Tari Padoa

  • Sejarah


Tarian ini dahulunya digunakan untuk menyambut kedatangan para prajurit yang pulang dari medan perang.

Selain itu, tari Foti Lalendo juga digunakan untuk menyambut tamu penting atau tamu kehormatan yang datang ke sini.

Seiring berjalannya waktu, tari Foti Lalendo memiliki fungsi yang lebih banyak lagi.

Tarian ini juga sering ditampilkan untuk memeriahkan berbagai acara seperti pernikahan, pertunjukan seni, dan lain-lain. (2)

Tari Foti Lalendo sedang ditampilkan oleh para penari
Tari Foti Lalendo sedang ditampilkan oleh para penari (cintaindonesia.web.id)

Baca: Tari Tanggai

  • Fungsi


Tarian Foti Lalendo ini biasanya ditampilkan sebagai tarian selamat datang atau penyambutan dalam berbagai acara.

Tarian ini menggambarkan rasa suka cita dan gembira dalam menyambut kedatangan tamu yang diiringinya.

Hal tersebut bisa dilihat dari gerakan dan ekspresi dari para penari wanita saat mengiringi kedatangan tamu atau pengantin.

Selain sebagai tarian penyambutan, tarian ini juga menjadi suatu tontonan yang menghibur.

Gerakan penari pria saat menarikan tari Foti yang khas dan atraktif kadang sering menampilkan gerakan yang lucu sehingga dapat memeriahkan suasana. (3)

Baca: Tari Cangget

  • Pertunjukan


Tari Foti Lalendo ini biasanya ditarikan oleh 4-6 penari wanita dan satu orang penari pria.

Dalam pertunjukannya, tari ini diawali dengan penari wanita yang menari dengan gerakan yang lincah dan khas sambil memainkan kain selimut yang digunakan untuk menari.

Sampai di tengah pertunjukan, penari pria muncul ke dalam arena sambil menari dengan gerakannya yang khas diiringi para penari wanita.

Gerakan penari wanita dan pria berbeda.

Gerakan penari wanita lebih didominasi oleh gerakan kaki yang menghentak dan gerakan tangan memainkan kain selimut yang digunakan untuk menari.

Dengan mengikuti irama musik pengiring, penari wanita menari dengan gerakan yang lincah namun terlihat anggun.

Gerakan penari pria sering disebut dengan gerakan foti.

Gerakan foti didominasi oleh gerakan kaki yang sangat cepat menyesuaikan dengan irama musik pengiring serta gerakan satu tangan memegang topi, dan tangan satunya mengibas-ngibaskan kain selampang yang dikenakannya.

Gerakan foti ini sangat unik karena hampir seruh badan penari terlihat seperti bergetar seperti orang kesurupan. (4)

Baca: Tari Kabasaran

  • Musik Pengiring


Tarian ini diiringi musik tradisional seperti gong dan gendang khas Rote Ndao.

Irama yang dimainkan biasanya merupakan irama yang bertempo sedang.

Para penari biasanya juga dilengkapi dengan gelang giring-giring pada kaki mereka sehingga saat kaki dihentakan akan terdengar suara gemrincing.

Perpaduan suara giring-giring dan musik pengiring ini menghasilkan suara yang khas dan sangat menyatu dengan gerakan tarinya. (5)

Baca: Tari Hegong

  • Busana


Busana yang dikenakan para penari Foti Lalendo adalah busana tradisional Rote Ndao.

Para penari wanita biasanya menggunakan kain sarung yang diikat dari atas dada sampai dengan mata kaki.

Pada bagian kepala, rambut penari dikonde dan memakai ikat kepala berbentuk bulan sabit yang sering disebut "bula molik".

Penari juga dilengkapi dengan pendi,habas, dan kain selimut yang digunakan untuk menari.

Para penari pria biasanya menggunakan baju lengan panjang, sarung, dan selampang.

Penari pria juga menggunakan topi khas Rote Ndao yang sering disebut dengan "Ti’i Langga".

Aksesori yang biasa digunakan adalah habas.

Dalam tarian ini, setiap penari baik penari wanita maupun laki-laki menggunakan gelang giring-giring pada kaki mereka. (6)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)

 



Nama Tari Foti Lalendo
Jenis Tarian Tradisional
Asal Pulau Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur
   


Sumber :


1. www.cintaindonesia.web.id
2. negerikuindonesia.com






ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved