Tak Ingin Ibadah Idul Adha Jadi Klaster Covid-19, Wapres Ma'ruf Amin Imbau Salat Ied di Rumah Saja

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin tidak ingin penyelenggaraan Idul Adha yang berlangsung 20 Juli 2021, menjadi klaster baru penulara Covid-19.


zoom-inlihat foto
3-wakil-presiden-maruf-amin-saat-diwawancarai-oleh-tribunnewscom.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Presiden Ma'ruf Amin


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin tidak ingin penyelenggaraan Idul Adha yang berlangsung 20 Juli 2021 mendatang justru menjadi klaster baru penularan Covid-19 di Indonesia.

Seperti diketahui, kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia dalam beberapa hari terakhir mengalami pelonjakan.

Untuk itu, Pemerintah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam mengimbau agar ibadah Idul Adha dilaksanakan di rumah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ma'ruf Amin saat melakukan konferensi pers secara virtual usai menggelar pertemuan dengan pimpinan MUI dan sejumlah Ormas Islam di Kediaman Resmi Wapres, Jl. Diponegoro No. 2, Jakarta Pusat, Minggu (17/07/2021) malam.

"Sebenarnya sudah ada pernyataan sebelumnya (dari) masing-masing, MUI, Ormas-ormas Islam juga, tetapi malam ini sepakat untuk membuat pernyataan bersama sebagai satu ketegasan sikap bahwasanya untuk Iduladha kali ini dengan tetap melaksanakan ibadah tetapi memperhatikan protokol kesehatan, menjaga jiwa manusia, karena itu supaya dilakukan di rumah saja, takbir di rumah saja," kata Ma'ruf Amin, seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Wakil Presiden.

Ma'ruf mengatakan, saat ini semua pihak dapat merasakan bahwa penyebaran virus corona sangat cepat, setelah varian delta menyebar.

Sehingga, dalam beberapa waktu terakhir terjadi lonjakan kasus yang signifikan.

Baca: Pemerintah Umumkan Salat Idul Adha 1442 H Dilaksanakan di Rumah, Ini Niat dan Tata Caranya

Baca: Dikritik dengan Julukan The King of Silent, Respon Maruf Amin Hanya Tertawa

“Oleh karena itu, semua sepakat bahwasannya jangan sampai penyelenggaraan Iduladha ini kemudian menjadi klaster baru yang menambah semakin tingginya tingkat penularan, (sehingga) semua Ormas Islam merasa bertanggungjawab untuk mencoba mencegah itu,” ujarnya.

Wapres menuturkan, Pemerintah bersama MUI dan sejumlah Ormas Islam yang hadir dalam pertemuan kali ini, telah sepakat membuat Penegasan Sikap Bersama terkait pelaksanaan ibadah Iduladha dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Begitu pun dengan penyembelihan hewan kurban hanya boleh dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).





Halaman
123






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved