TRIBUNNEWSWIKI.COM - Banyak orang yang enggan menyantap olahan daging sapi dan kambing dari kurban lantaran khawatir terkena kolestrol.
Namun, ada berbagai cara agar tetap bisa menikmati sajian pada momen Idul Adha.
Rachel Olsen, Nutrition Expert YOUVIT berbagi tips agar tetap bisa makan daging sapi dan kambing tanpa merasa was-was.
Pertama adalah konsumsi dalam jumlah yang seimbang karena sebenarnya ada kandungan protein pada daging yang baik untuk tubuh.
“Cuma memang kita sebaiknya tidak berlebihan makannya, karena daging merah termasuk kategori bahan makanan yang mengandung kolesterol, lemak jenuh dan trans,” ungkap Rachel, beberapa waktu lalu.
Kemudian, usahakan memasak dengan cara direbus atau dikukus saja.
Kalaupun ingin menggoreng atau menumis, maksimal gunakan hanya lima sendok minyak goreng.
“Makanan yang digoreng akan meningkatkan kandungan kolesterol dan lemak trans pada daging,” papar Rachel.
Baca: Tak Ingin Ibadah Idul Adha Jadi Klaster Covid-19, Wapres Maruf Amin Imbau Salat Ied di Rumah Saja
Selanjutnya. jangan hanya memakan Daging saja, seimbangkan dengan lauk lainya yakni sayur dan buah-buahan.
Aplikasikan program “isi piringku” sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan, saat kita makan sebaiknya menerapkan porsi dalam satu piring berupa seperempat bagian untuk karbohidrat dan seperempat bagian untuk protein dan setengahnya untuk sayuran dan buah-buahan.
Keempat, usahakan tidak makan daging di atas jam 07.00 malam karena saat malam sistem percernaan sedang beristirahat sehingga daging akan disimpan sebagai lemak, dibandingkan dikonversikan sebagai energi untuk beraktivitas.
Idealnya makan malam sebaiknya dilakukan tiga jam sebelum tidur, agar dapat memberikan kesempatan bagi lambung dan usus untuk mencerna dan memetabolisme makanan dengan lebih baik sebelum waktu tidur.
Cara Olah Daging Sapi Secara Sehat dan Benar
Banyak orang menyantap berbagai hidangan daging, terutama daging sapi dan kambing saat momen hari raya Idul Adha.
Namun demikian, mengonsumsi daging sapi bisa saja menimbulkan masalah pada kesehatan jika daging tersebut tidak diolah dengan benar.
Sebab, daging sapi yang tidak dimasak dengan benar akan mengundang penyakit karena adanya bakteri.
Lantas, bagaimana mengolah cara daging sapi yang sehat?
Umumnya, daging sapi dijadikan sebagai bahan beragam masakan, seperti sate, gulai, oseng, rendang, soto, sup, dan lainnya.
Baca: Pemerintah Umumkan Salat Idul Adha 1442 H Dilaksanakan di Rumah, Ini Niat dan Tata Caranya
Daging sapi terdiri dari protein dan lemak yang jumlahnya bervariasi.
Berikut adalah kandungan nutrisi yang terkandung dalam seporsi daging sapi (setara dengan 85 gram atau sepotong steak):
- 179 kalori
- 7,9 gr lemak
- 3,0 gr lemak jenuh
- 73,1 mg kolesterol
- 2,9 mg zat besi
- 25 gr protein
Selain itu, daging sapi juga mengandung beberapa vitamin dan mineral, seperti:
- Vitamin B12 yang penting untuk pembentukan darah dan sistem saraf
- Seng yang baik untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh
- Selenium yang dapat membantu berbagai fungsi tubuh
- Niasin atau vitamin B3 yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung
- Vitamin B6 yang penting untuk pembentukan darah dan metabolisme energi
- Fosfor yang berfungsi untuk pemeliharaan tubuh
Kandungan nutrisi dalam daging sapi yang bermanfaat bagi tubuh bisa didapatkan jika kita mengolahnya dengan baik, dan tidak mengonsumsinya secara berlebihan.
Cara mengolah daging sapi yang sehat
Ada beberapa cara hal yang bisa dilakukan untuk mengolah daging sapi agar terjaga kesehatannya sekaligus tetap lezat.
Menurut Medical Editor dari SehatQ, dr. Karlina Lestari, berikut beberapa cara yang harus kita lakukan untuk mengolah daging sapi dengan baik:
- Pilih daging sapi yang segar. Maksud segar di sini, yaitu tidak berbau amis, tidak berlendir, dan tidak berwarna coklat tua.
- Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum mengolah daging. Ini dapat membantu menghilangkan kuman dari tangan agar tidak menempel pada daging.
- Pisahkan talenan untuk daging dan sayuran agar tidak ada kontaminasi bakteri.
- Cuci daging sapi menggunakan air sampai bersih. Ini dilakukan agar bakteri atau parasit yang menempel dalam daging sapi hilang.
- Pastikan memasak daging hingga matang. Jika tidak matang atau undercook, ada kemungkinan daging tersebut masih mengandung bakteri seperti E.Coli atau parasit seperti toksoplasma.
- Jangan memasak daging sapi terlalu matang atau kehitaman karena sedikit gosong. Hal tersebut dapat menimbulkan karsinogenik atau zat pemicu kanker.
- Jangan menambahkan banyak garam karena dapat memicu tekanan darah tinggi dan gangguan ginjal.
- Jika Anda merupakan penderita asam lambung, jangan menambahkan banyak bumbu pedas seperti cabe pada masakan karena dapat meningkatkan asam lambung.
- Jangan menggunakan santan berlebih untuk mencegah kolesterol naik.
- Sisa daging yang belum dimasak, dapat disimpan di freezer dengan suhu sekitar -15 derajat Celsius.
- Jangan taruh daging pada suhu ruangan selama lebih dari 2 jam karena dapat berisiko adanya kontaminasi bakteri.
- Jika merendam daging, taruhlah juga dalam kulkas. Jangan menaruh rendaman daging di suhu ruangan karena akan mudah terkontaminasi bakteri. Kontaminasi bakteri dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala, seperti, mual, muntah, diare, demam, kram, dan nyeri perut.
dr. Karlina menambahkan bahwa daging sapi dapat dikonsumsi sebanyak 2-3 kali dalam seminggu.
Banyaknya daging sapi yang aman dikonsumsi, yaitu sekitar 50-100 gram per hari.
Kemudian menghindari konsumsi jeroan karena dapat menyebabkan kolesterol tinggi hingga memicu penyakit jantung koroner.
Konsumsi makanan ini harus dibarengi dengan asupan serat lainnya.
“Walau Idul Adha identik dengan makan daging, namun tetap harus mengonsumsi sayur dan buah untuk mencukupi kebutuhan serat. Selain itu, jangan lupa pula minum air putih 2 liter per hari.” ujar dr. Karlina.
(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas)
SIMAK ARTIKEL SEPUTAR IDUL ADHA DI SINI