Tari Tidi Lo Polopalo

Tari Tidi Lo Polopalo adalah salah satu tarian klasik daerah Gorontalo, Sulawesi Utara.


zoom-inlihat foto
Tari-Tidi-Lo-Polopalo-2.jpg
pesona-indonesia.info
Tari Tidi Lo Polopalo

Tari Tidi Lo Polopalo adalah salah satu tarian klasik daerah Gorontalo, Sulawesi Utara.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Tari Tidi Lo Polopalo adalah salah satu tarian klasik daerah Gorontalo, Sulawesi Utara.

Tarian ini disebut dengan nama Polopalo karena dalam menari, si penari menggunakan alat musik khas Gorontalo yaitu Polopalo yang mengeluarkan bunyi suara yang terbuat dari seruas bambu dengan cara dipukul.

Tarian ini dilakukan oleh pengantin perempuan yang disimbolkan sebagai puteri.

Tidi memiliki arti tarian khusus keluarga istana.

Hal ini karena tarian Tidi Lo Polopalo diciptakan di lingkungan istana.

Kata Polopalo sendiri merupakan sebuah alat musik tradisional Gorontalo yang terbuat dari bambu atau pelepah daun rumbia.

Awalnya, tarian ini hanya boleh dipertunjukan di lingkungan istana.

Dalam perkembangannya, masyarakat umum boleh melaksanakan tari Tidi Lo Polopalo. (1) 

Baca: Tarian Jawa

Tari Tidi Lo Polopalo 1
Tari Tidi Lo Polopalo

  • Sejarah #


Dahulu kala pada masa kejayaan Kesultanan Gorontalo pada abad ke-XVI (1524 – 1581 Masehi) yang dipimpin oleh Raja Sultan Amai yang mempunyai 3 orang anak yaitu, 1 anak laki-laki yang bernama Matolodulakiki, serta 2 orang anak perempuan yang masing-masing bernama Ladihulawa dan Pipito.

Suatu ketika Raja Sultan Amai ingin mengadakan sayembara untuk mencari seseorang yang akan dijadikan sebagai Hulubalang Raja.

Untuk menjadi seorang hulubalang kerajaan maka anak laki-laki Sultan Amai yang bernama Matolodulakiki membuat suatu persyaratan yang akan diuji untuk menjadi hulubalang yang kemudian tradisi itu dikenal dengan sebutan Molapi Saronde.

Melihat kenyataan itu, dua anak perempuan dari Sultan Amai tersebut merasa cemburu dan mereka pun meminta ijin kepada sang Raja untuk mengadakan suatu persyaratan tertentu seperti juga pada kaum laki-laki.

Putri Sultan Amai itupun menciptakan suatu tarian yang bernama Tidi lo Polopalo.

Dengan menciptakan tarian tersebut, putri Sultan Amai ingin menyampaikan bentuk kehalusan rasa budi pekerti yang dimiliki kaum wanita, keramahtamahan serta pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang akan diembannya setelah berumah tangga. (2) 

Baca: Tari Gareng Lameng

  • Gerakan #


Tarian ini memiliki beberapa gerakan dan posisi berdiri pada penari.

1. Penari memalingkan wajah ke samping kiri, kanan, dan terakhir kembali menunduk dengan badan sedikit bungkuk sebagai tanpa penghormatan.

2. Mengayunkan kedua tangan secara bergantian sambil merendahkan tubuh dengan cara menggerakan sebelah kaki dengan meletakan ujung kaki secara bergantian. Pada saat gerakan tersebut polopalo dimainkan dengan cara digerakkan ke depan.

3. Gerakan ini masih seperti gerakan ke-2, yaitu mengayunkan kedua tangan secara bergantian sambil memainkan polopalo tetapi gerakan kaki berputar dengan ujung kaki dijinjit dan berputar setengah secara berlawanan.

4. Dalam gerakan ini kaki masih tetap berputar seperti gerakan ke-3 tetapi kedua tangan baik tangan yang memegang polopalo dan tangan yang mengenakan cincin secara bergantian di letakan di bahu, kemudian tangan kiri diletakan dibahu kanan.

5. Gerakan ke-5 sama dengan gerakan pertama, kedua penari memalingkan muka ke samping kiri, kanan, dan terakhir menunduk sebagai penutupan dan penghormatan. (1)

Baca: Tari Kataga

  • Busana #


Busana yang digunakan dalam tari Tidi Lo Polopalo adalah baju resepsi pernikahan, Bili'u baju kebesaran adat pernikahan untuk mempelai perempuan.

Hal ini karena penari dalam tarian ini adalah pengantin perempuan itu sendiri.

Busana ini menandakan bahwa pengantin perempuan telah resmi menjadi seseorang istri dan halal di peruntukan oleh suaminya. (1)

Baca: Tari Durga Mahisasura Mardini

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



Asal Gorontalo, Sulawesi Utara
Jenis Tarian klasik daerah Gorontalo, Sulawesi Utara.
Fungsi Tarian ini dilakukan oleh pengantin perempuan yang disimbolkan sebagai puteri.
   


Sumber :


1. www.kompas.com
2. id.wikipedia.org


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved