Kasus Korupsi Benur, Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo Divonis 5 Tahun Penjara

Edhy Prabowo terbukti bersalah melakukan korupsi dalam ekspor benih lobster (benur).


zoom-inlihat foto
eks-menteri-kelautan-dan-perikanan-kkp-edhy-prabowo-25-11-2020.jpg
Tribunnews/Irwan Rismawan
Eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). KPK resmi menahan Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan menerima hadiah atau janji terkait perizinan tambak usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis 5 tahun penjara terhadap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo.

Edhy Prabowo terbukti bersalah melakukan korupsi dalam ekspor benih lobster (benur).

Hakim menyatakan Edhy bersama bawahannya terbukti menerima suap US$ 77 ribu dan Rp 24,6 miliar untuk mempermudah pengajuan ekspor benur.

Majelis hakim menilai Edhy Prabowo terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2001.

Baca: Edhy Prabowo

Baca: Berharap Divonis Bebas, Edhy Prabowo Merasa Banyak Berjasa untuk Negara saat Jadi Menteri KKP

"Menyatakan terdakwa Edhy Prabowo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan bersama-sama," kata ketua majelis hakim Albertus Usada, dalam sidang yang digelar virtual, seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (15/7/2021).

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo
Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama)

"Menjatuhkan pidana pada terdakwa selama 5 tahun dan denda sejumlah Rp 400 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," tutur hakim Albertus.

Selain itu, Edhy juga dihukum untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 9,68 miliar dan 77.000 dolar AS subsider 2 tahun penjara.

Majelis hakim juga mencabut hak politik Edhy selama 3 tahun terhitung sejak Edhy selesai menjalankan masa pidana pokok.

"Menjatuhkan pidana pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 3 tahun sejak terdakwa selesai menjalankan masa pidana pokoknya," ujar hakim Albertus.

Adapun vonis ini sesuai dengan tuntutan jaksa KPK.

Akan tetapi, hakim memberikan pencabutan hak politik lebih berat ketimbang tuntutan jaksa yang meminta hak politik Edhy dicabut selama 4 tahun.

Bacakan Pleidoi, Edhy Minta Maaf kepada Jokowi dan Prabowo

Mantan Menteri KKP, Edhy Prabowo, meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang sekaligus Menteri Pertahanan (Menhan), dan seluruh masyarakat Indonesia.

Edhy Prabowo menyampaikan permintaan maaf karena terlibat kasus suap izin ekspor benih bening lobster atau benur yang kini membelitnya sebagai terdakwa.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Edhy saat membacakan pleidoi dalam sidang perkara suap ekspor benih lobster atau benur.

"Permohonan maaf secara khusus saya sampaikan kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Ir Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Bapak Prabowo Subianto, yang selama ini telah memberikan amanah atau kepercayaan kepada saya," kata Edhy Prabowo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, pada Jumat, (9/7/2021), dikutip TribunnewsWiki.com dari Tribunnews.com.

Permintaan maaf juga Edhy sampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia, termasuk para pimpinan, staf, dan seluruh pegawai KKP, atas kasus ini.

Baca: Didakwa KPK Terima Suap Rp 25,7 Miliar, Edhy Prabowo Ngotot Merasa Tak Bersalah

Baca: Mengenal Sosok Anggia Putri Tesalonika, Sespri Edhy Prabowo yang Terima Fasilitas Super Wah

"Yang telah merasa terganggu dengan adanya perkara ini," ucap Edhy.

Tak terlewat, Edhy Prabowo juga meminta maaf kepada sang ibunda, keluarga besar, serta keluarga sang istri, Iis Rosyita Dewi.

"Dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya dan keluarga besar masyarakat kelautan dan perikanan," ujarnya.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved