Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM- Tari Arja merupakan kesenian drama tari semacam opera khas Bali.
Berbeda dengan seni tari lainnya, tari Arja Bali memadukan konsep drama dengan tari tradisional khasnya.
Tarian ini menggunakan dialog ditembangkan secara Macapat yakni puisi klasik bahasa Bali atau Jawa Kuno (Kawi).
Tari Arja Bali dipentaskan dengan pemeran yang menari, berdialong dan menyanyi dengan diiring musik tradisional khas Bali. (1)
Baca: Tarian Jawa
Asal usul #
Arja baru muncul di Bali sekitar 1825, tepatnya pada masa pemerintahan I Dewa Agung Sakti di Puri Klungkung, Bali.
Menjelang berakhirnya abad 20 lahirlah Arja Muani, dimana semua pemainnya pria, sebagian memerankan wanita. Arja ini disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat, terutama karena menghadirkan komedi segar. (2)
Arja pertama kali ditampilkan dalam pelebon (upacara Ngaben untuk raja dan bangsawan) I Dewa Agung Gede Kusamba (putra Raja Klungkung).
Saat itu, seni drama tari Arja Bali digunakan untuk menyindir permaisuri I Dewa Agung Gede Kusamba yang menolak melakukan labuh geni. (1)
Baca: Tari Jonggan
Fase #
Tiga fase penting dalam perkembangan Arja adalah:
- Munculnya Arja Doyong (Arja tanpa iringan gamelan, dimainkan oleh satu orang).
- Arja Gaguntangan (yang memakai gamelan gaguntangan dengan jumlah pelaku lebih dari satu orang).
- Arja Gede (yang dibawakan oleh antara 10 sampai 15 pelaku dengan struktur pertunjukan yang sudah baku seperti yang ada sekarang). (2)
Baca: Tari Baluse
Lakon #
Sumber lakon Arja yang utama adalah cerita Panji (Malat), kemudian lahirlah sejumlah cerita seperti Bandasura, Pakang Raras, Linggar Petak, I Godogan, Cipta Kelangen, Made Umbara, Cilinaya dan Dempu Awang yang dikenal secara luas oleh masyarakat.
Arja juga menampilkan lakon-lakon dari cerita rakyat seperti Jayaprana, Sampik Ingtai, Basur dan Cupak Grantang serta beberapa lakon yang diangkat dari cerita Mahabharata dan Ramayana.
Lakon apapun yang dibawakan Arja selalu menampilkan tokoh-tokoh utama yang meliputi Inya, Galuh, Desak (Desak Rai), Limbur, Liku, Panasar, Mantri Manis, Mantri Buduh dan dua pasang punakawan atau Panasar kakak beradik yang masing - masing terdiri dari Punta dan Kartala.
Hampir semua daerah di Bali masih memiliki grup-grup Arja yang masih aktif. (2)
Baca: Tari Batu Nganga
Busana dan Properti #
Pada awalnya Tari Arja Bali hanya dimainkan oleh kaum pria saja. Namun, untuk menambah minat penonton, akhirnya drama tari ini dibawakan oleh pria dan perempuan.
Para penari Tari Arja Bali mengenakan pakaian tradisional khas Bali, mulai dari riasan, busana hingga properti yang digunakan sangat kental dengan nuansa Bali. Misalnya perempuan menggunakan hiasan mahkota di bagian kepalanya, dan lain sebagainya.
Tidak hanya itu, nuansa Bali juga semakin terlihat dari penggunaan alat musiknya.
Untuk mengiringi seni drama tari Arja Bali ini, alat musik yang digunakan berupa Gamelan Geguntangan dan Gamelan Gong Kebyar. (1)
Baca: Tari Kinyah Uut Danum
(Tribunnewswiki.com/ Husna)
| Asal | Bali |
|---|
| Jenis | Tarian Tradisional |
|---|
| Asal usul | Tarian ini menggunakan dialog ditembangkan secara Macapat yakni puisi klasik bahasa Bali atau Jawa Kuno (Kawi) |
|---|
Sumber :
1. www.kompas.com
2. id.wikipedia.org