Demi Tekan Mobilitas Masyarakat, Semua Pintu Tol di Jateng Ditutup pada 16—22 Juli 2021

Penutupan tersebut dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang pergi ke luar kota.


zoom-inlihat foto
tol-depok-antasari-desari.jpg
Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Ilustrasi jalan Tol - Tol Depok-Antasari (Desari)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seluruh pintu tol di Jawa Tengah akan ditutup mulai 16 hingga 22 Juli 2021.

Penutupan tersebut dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang pergi ke luar kota.

Selain itu, penutupan pintu tol juga dianggap efektif untuk menekan kegiataan masyarakat di tengah penerapan PPKM Darurat.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi mengatakan total ada 27 pintu keluar tol di Jateng yang ditutup.

Selain itu juga dilakukan pengetatan penyekatan di 224 titik.

"Kendaraan yang diizinkan melintas hanya yang berkaitan dengan sektor esensial dan kritikal sesuai Permendagri nomor 15 tahun 2021 tentang PPKM Darurat," katanya di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (22/7/2021).

Ahmad mengatakan Covid-19 menyebar melalui mobilitas masyarakat.

Petugas kepolisian mengatur pemberlakuan contra flow di ruas jalan Tol Semarang Bawen, Jawa Tengah, Jum'at (31/5/2019). Untuk mengurai kepadatan kendaraan pemudik pihak Jasa Marga bekerjasama dengan Dirlantas Jawa Tengah memberlakukan sistem contra flow dari km 426 sampai km 433 ruas Tol Semarang Bawen. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Petugas kepolisian mengatur pemberlakuan contra flow di ruas jalan Tol Semarang Bawen, Jawa Tengah, Jum'at (31/5/2019). Untuk mengurai kepadatan kendaraan pemudik pihak Jasa Marga bekerjasama dengan Dirlantas Jawa Tengah memberlakukan sistem contra flow dari km 426 sampai km 433 ruas Tol Semarang Bawen. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

"Penyebaran Covid-19 ini esensinya karena ada mobilitas barang dan masyarakat dari dan ke wilayah tertentu. Hasil rapat dengan lintas sektoral mulai 13-22 Juni kami akan menutup seluruh exit tol di Jateng," ungkapnya.

Dijelaskan oleh dia, penutupan seluruh exit tol tersebut karena Provinsi Jawa Tengah merupakan wilayah tujuan, baik untuk mudik libur Iduladha maupun akhir pekan.

“Dari Jakarta dan Jatim tidak bisa masuk ke Jateng kecuali yang masuk dalam Serat Edaran Mendagri Nomor 15 Tahun 2021,” lanjutnya.

Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto menyampaikan petugas gabungan TNI-Polri akan melakukan pembatasan laju pergerakan kendaraan barang dan masyarakat.

Selain itu akan berusaha melakukan upaya menjadikan beberapa wilayah di Jateng yang masuk zona hitam agar berubah ke kuning bahkan hijau.

Rudianto mengatakan angka Covid-19 aktif di Kabupaten Semarang sempat landai, tetapi beberapa waktu lalu mengalami kenaikaan yang signifikan.

Baca: Beri Pemilik Bengkel Sanksi karena Layani Ganti Oli saat PPKM, Satpol PP: Bukan Sektor Esensial

Baca: Masjid Agung Jawa Tengah


"Namun Alhamdulillah beberapa hari ini sudah mulai menurun walaupun memang angkanya cukup tinggi,” paparnya.

Rudianto mengungkapkan yang harus diperhatikan adalah menekan laju pergerakan masyarakat dan kendaraan.

Namun, hal ini merupakan kendala terbesar karena Kabupaten Semarang ini adalah kota perlintasan baik masyarakat maupun barang.

Baca: PPKM Darurat, Kades Banyuwangi Malah Gelar Hajatan di Kantor Desa

Baca: Hutan Pinus Songgon Banyuwangi

“Namun kita upayakan ini bisa kita tekan di mana kemarin evaluasi yang dilakukan oleh Bapak Menkomarinves bahwa Kabupaten Semarang ini masih hitam, kita berupaya supaya bisa jadi merah maupun kuning,” katanya.

Selain Jateng, akses menuju Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dari ruas tol Surabaya-Gempol ditutup selama 24 jam, mulai Senin (12/7/2021).

Penutupan dilakukan untuk membatasi mobilitas penduduk yang akan mengarah ke Sidoarjo selama PPKM Darurat.

"Berdasarkan evaluasi kami selama PPKM Darurat, ternyata mobilitas masyarakat menuju Sidoarjo masih tinggi selama PPKM Darurat," kata Kasat PJR Polda Jatim AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto saat dikonfirmasi, Senin malam.

Penutupan sementara ini dalam rangka penggantian nama Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II Elevated yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Desember 2019, serta merujuk Surat Izin Menteri PUPR Nomor BM.07.02-Mn/635, tanggal 8 April 2021.
Penutupan sementara ini dalam rangka penggantian nama Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II Elevated yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Desember 2019, serta merujuk Surat Izin Menteri PUPR Nomor BM.07.02-Mn/635, tanggal 8 April 2021. (Kementerian PUPR)




Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Sang Pialang (2013)

    Sang Pialang adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved