Pelabuhan Paotere

Pelabuhan Paotere merupakan salah satu Pelabuhan tertua di Indonesia yang berada di Makassar, Sulawesi Selatan.


zoom-inlihat foto
Pelabuhan-Paotere-4.jpg
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Pelabuhan Rakyat Paotere, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Sulsel, yang diabadikan menggunakan kamera drone, Sabtu (23/1/2016). Pelabuhan yang berjarak sekitar lima kilometer dari pusat kota ini merupakan satu di antara pelabuhan rakyat warisan tempo dulu yang masih bertahan dan bukti peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo sejak abad ke-14 sewaktu memberangkatkan sekitar 200 armada Perahu Phinisi ke Malaka. Sekarang ini masih dipakai sebagai tempat berlabuh kapal rakyat untuk untuk bongkar muat dan antar barang lintas pulau di Indonesia.

Pelabuhan Paotere merupakan salah satu Pelabuhan tertua di Indonesia yang berada di Makassar, Sulawesi Selatan.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pelabuhan Paotere merupakan salah satu pelabuhan tertua di Indonesia yang berada di Makassar, Sulawesi Selatan.

Pelabuhan Paotere sudah ada sejak tahun 1991.

Namun seiring berjalannya waktu, tempat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemberhentian saja.

Tempat ini telah menjelma menjadi sebuah kawasan wisata bahari.

Destinasi wisata menawarkan pemandangan dengan gaya klasik pada era modern.

Pemandangan yang mendominasi tempat ini yakni berupa kapal-kapal yang berlabuh di pelabuhan.

Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan.
Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan. (Instagram/makassarhitskekinian)

Baca: Pelabuhan Tanjung Adikarto

Di samping pemandangan tersebut, di tempat ini pengunjung juga bisa melihat aktivitas para nelayan pada dini hari yang sedang menjajakan ikan hasil dari tangkapannya di lautan.

Saat inilah tempat ini akan tampak begitu ramai. Berbeda dengan siang hari yang justru tampak begitu sepi, karena aktivitas telah banyak berkurang.

Tempat ini akan ramai kembali ketika sampai di waktu sore.

Pelabuhan Paotere merupakan pusat dilangsungkannya perdagangan, bahkan tempat ini menjadi salah satu yang terbesar di seluruh wilayah Asia Tenggara.

Di samping itu, tempat ini sebenarnya juga merupakan salah satu bukti peninggalan dari Kerajaan Gowa-Tallo, terutama yang mempunyai kaitan dengan pemberangkatan sejumlah 200 Kapal Phinisi menuju wilayah Malaka. (1)

Sejumlah kapal kayu yang strategis mendistribusi barang ke pulau-pulau kecil tidak bisa berlayar dan hanya terparkir rapi di Pelabuhan Paotere, Makassar, Selasa (3/7). Nelayan mengeluhkan kurangnya pasokan solar beberapa hari belakangan.
Sejumlah kapal kayu yang strategis mendistribusi barang ke pulau-pulau kecil tidak bisa berlayar dan hanya terparkir rapi di Pelabuhan Paotere, Makassar, Selasa (3/7). Nelayan mengeluhkan kurangnya pasokan solar beberapa hari belakangan. (Tribun Timur/Muhammad Abdiwan)

Baca: Pelabuhan Indonesia II

  • Daya Tarik #


1. Kawasan wisata

Tidak seperti pelabuhan pada umumnya yang hanya digunakan sebagai tempat pemberangkatan dan pemberhentian kapal laut, pelabuhan yang satu ini juga sekaligus sebagai destinasi wisata.

Penambahan fungsi pelabuhan ini disebabkan karena adanya dukungan dari pemerintah daerah setempat.

Pihak pemerintah telah mengupayakan perluasan dermaga.

Dengan demikian, kapal laut yang ada di pelabuhan ini dapat tertata dengan lebih rapi.

Hal inilah yang banyak menarik perhatian dari para pengunjung.

Namun demikian, walaupun telah menjadi tempat wisata bukan berarti fungsi utama dari tempat ini teralihkan, melainkan tetap difungsikan sebagaimana mestinya.

Berbagai macam kegiatan di tempat ini seperti pembongkaran muatan kapal tetap berlangsung seperti sebelumnya.

Di samping itu, perdagangan serta pengangkutan penumpang menggunakan kapal tradisional juga masih tetap ada.

Penumpang kapal-kapal tersebut biasanya hanya melakukan penyeberangan antar pulau yang saling berdekatan.

2. Pemandangan alam khas pelabuhan

Di tempat ini, wisatawan dapat menikmati keindahan pemandangan dari kapal-kapal yang tersusun rapi pada setiap sandarannya.

Adanya pemandangan ini menjadikan banyak fotografer tertarik untuk menjadikan tempat ini menjadi latar belakang dilakukan pemotretan.

Beberapa kapal yang ada di pelabuhan ini di antaranya: Karoro, Phinisi, Jolloro, Katinting, dan Patorani.

Di tempat ini, pengunjung bisa mendapatkan hasil jepretan dengan gaya klasik.

Hal tersebut disebabkan karena kapal yang ada di pelabuhan ini bukan merupakan kapal yang pada umumnya ada di pelabuhan yang lain yang sudah modern, melainkan masih berupa kapal tradisional.

Senja di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan.
Senja di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan. (Instagram/sundakelapaheritage)

Baca: RSUD Pelabuhanratu (Kabupaten Sukabumi)

3. Tempat pembongkaran muatan kapal

Di tempat ini, setiap wisatawan yang berkunjung dapat melihat bagaimana para nelayan membongkar hasil tangkapannya.

Terdapat berbagai jenis ikan dengan ukuran yang juga beragam.

Ikan-ikan ini kemudian akan disalurkan ke berbagai pedagang ikan maupun restoran seafood.

Di samping ikan hasil tangkapan nelayan, muatan yang dibongkar di Pelabuhan Paotere ini juga meliputi barang-barang bawaan termasuk sembako yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup setiap hari.

4. Berburu kuliner laut khas Makassar

Banyak dari pengunjung yang datang ke tempat ini karena mengincar salah satu sajian khas yang mempunyai rasa yang lezat, yaitu ikan bakar yang dipadukan bersama sambal cobe.

Sambal inilah yang menjadi sambal khas yang berasal dari daerah Makassar.

Ikan yang disajikan di sekitar lokasi wisata pun sangat bervariasi, di antaranya: ikan cepak, ikan baronang, dan ikan kerapu.

Ketiga jenis ikan inilah yang merupakan menu yang paling banyak dicari oleh pengunjung.

Selain ikan, adapula jenis seafood lain seperti, cumi-cumi, kepiting, dan udang.

Bagi pengunjung yang ingin membawakan buah tangan untuk keluarga di rumah, maka bisa membeli beberapa jenis ikan yang sebelumnya telah melalui proses pengawetan, sehingga dapat dinikmati kapan saja, tidak seperti ikan segar yang disajikan di resto-resto.

Beberapa ikan yang dapat dipilih yakni, ikan asin, ikan kakap merah, dan ikan teri. (2)

Pelabuhan Rakyat Paotere, Kecamatan Ujungtanah, Makassar, Sulsel, yang diabadikan menggunakan kamera drone, Sabtu (23/1/2016). Pelabuhan yang berjarak sekitar lima kilometer dari pusat kota ini merupakan satu di antara pelabuhan rakyat warisan tempo dulu yang masih bertahan dan bukti peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo sejak abad ke-14 sewaktu memberangkatkan sekitar 200 armada Perahu Phinisi ke Malaka. Sekarang ini masih dipakai sebagai tempat berlabuh kapal rakyat untuk untuk bongkar muat dan antar barang lintas pulau di Indonesia.
Pelabuhan Rakyat Paotere, Kecamatan Ujungtanah, Makassar, Sulsel, yang diabadikan menggunakan kamera drone, Sabtu (23/1/2016). Pelabuhan yang berjarak sekitar lima kilometer dari pusat kota ini merupakan satu di antara pelabuhan rakyat warisan tempo dulu yang masih bertahan dan bukti peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo sejak abad ke-14 sewaktu memberangkatkan sekitar 200 armada Perahu Phinisi ke Malaka. Sekarang ini masih dipakai sebagai tempat berlabuh kapal rakyat untuk untuk bongkar muat dan antar barang lintas pulau di Indonesia. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Baca: Pelabuhan Ratu

 

  • Harga Tiket #


Wisatawan yang datang ke pelabuhan ini dikenai biaya masuk senilai Rp15.000.

Tarif tersebut khusus diperuntukkan untuk setiap kendaraan dan pengemudinya.

Sedangkan untuk setiap orangnya akan dikenai tarif tersendiri, yakni Rp3.000.

Bagi pengunjung yang ingin menggunakan jasa dermaga serta penumpukan barang, maka akan dikenai biaya tambahan sejumlah Rp15.000. (3)

Pelabuhan Rakyat Paotere, Kecamatan Ujungtanah, Makassar, Sulsel, yang diabadikan menggunakan kamera drone, Sabtu (23/1/2016). Pelabuhan yang berjarak sekitar lima kilometer dari pusat kota ini merupakan satu di antara pelabuhan rakyat warisan tempo dulu yang masih bertahan dan bukti peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo sejak abad ke-14 sewaktu memberangkatkan sekitar 200 armada Perahu Phinisi ke Malaka. Sekarang ini masih dipakai sebagai tempat berlabuh kapal rakyat untuk untuk bongkar muat dan antar barang lintas pulau di Indonesia.
Pelabuhan Rakyat Paotere, Kecamatan Ujungtanah, Makassar, Sulsel, yang diabadikan menggunakan kamera drone, Sabtu (23/1/2016). Pelabuhan yang berjarak sekitar lima kilometer dari pusat kota ini merupakan satu di antara pelabuhan rakyat warisan tempo dulu yang masih bertahan dan bukti peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo sejak abad ke-14 sewaktu memberangkatkan sekitar 200 armada Perahu Phinisi ke Malaka. Sekarang ini masih dipakai sebagai tempat berlabuh kapal rakyat untuk untuk bongkar muat dan antar barang lintas pulau di Indonesia. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Baca: PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero)

  • Lokasi dan Rute #


Lokasi

Pelabuhan Paotere berada di wilayah Makassar, tepatnya ada di Desa Gusung yang merupakan bagian dari daerah Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Rute

Apabila wisatawan menuju pelabuhan ini dari Pantai Losari, maka hanya perlu menempuh perjalanan sepanjang 3 km.

Karena jaraknya yang tidak begitu jauh, maka ketika berwisata di Pantai Losari wisatawan bisa sekaligus mencoba mengunjungi Pelabuhan Paotere.

Jika dari Makassar maka pelabuhan ini berada di sebelah utara.

Ketika wisatawan berangkat dari pusat Makassar, maka akan menempuh jarak 5 km dengan waktu sekitar 30 menit. (4)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



Nama Tempat Pelabuhan Paotere
Lokasi Desa Gusung, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Jenis Wisata bahari
   




KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved