Kantornya Kena Sidak Anies Baswedan, PT Equity Life Indonesia: Kami Masuk Sektor Esensial

Dalam keterangan resminya PT Equity Life Indonesia menerangkan, perusahaannya masuk dalam sektor usaha esensial berdasarkan PPKM Darurat.


zoom-inlihat foto
Anies-baswedan-melaksanakan-sidak-di-salah-satu-kantor-cabang-PT-Equity-Life-Indonesia-1.jpg
Instagram/Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan sidak di salah satu kantor cabang PT Equity Life Indonesia, dalam rangka inspeksi aturan kerja dari rumah atau WFH 100 persen bagi perusahaan non-esensial dan on-kritikal, Selasa (6/7/2021)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pihak PT Equity Life Indonesia mengeluarkan rilis resmi terkait sidak yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di perusahaannya, Selasa kemarin.

Diketahui Anies melaksanakan sidak dalam rangka inspeksi aturan kerja dari rumah atau WFH 100 persen bagi perusahaan non-esensial dan on-kritikal.

Setelah melakukan sidak, Anies menyegel dua kantor yang berada di lantai 43 Sahid Sudirman Center.

Kedua kantor tersebut ialah PT Equity Life Indonesai dan Ray White Indonesia.

Dalam keterangan resminya, Corporate Communication PT Equity Life Indonesia, Yuliarti menerangkan, perusahaannya masuk dalam sektor usaha esensial berdasarkan ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Baca: Daftar Jalan di Bandung yang Ditutup 3 Kali Sehari Selama PPKM Darurat, Ini Jadwalnya

Baca: Pajang Foto Bos Ray White Indonesia, Anies Baswedan: Bukan Soal Aturan, Ini Soal Nyawa

PT Equity Life Indonesia menjelaskan bahwa perusahaannya masuk adalam sektor esensial, yang berarti memperbolehkan karyawan WFO sebanyak 50 persen.
PT Equity Life Indonesia menjelaskan bahwa perusahaannya masuk adalam sektor esensial, yang berarti memperbolehkan karyawan WFO sebanyak 50 persen. (instagram.com/equitylifeindonesia)

Oleh sebab itu pihaknya tetap membuka kantor pemasaran dan layanan meskipun terbatas.

“PT Equity Life Indonesia beserta kantor-kantor pemasarannya merupakan perusahaan asuransi jiwa yang termasuk dalam sektor usaha esensial berdasarkan ketentuan Instruksi Mendagri No.15 Tahun 2021 dan Keputusan Gubernur DKI Jakarta,” terang Yuliarti melalui keterangan resmi, Selasa (6/7/2021).

"Untuk itu kami tetap membuka kantor pemasaran dan layanan di seluruh Indonesia secara terbatas di masa PPKM Darurat," tulis Yuliarti.

Lebih lanjut, Yuliarti mengatakan bahwa pihaknya telah menjalankan aktivitas bisnis dan operasional dengan ketentuan pemerintah.

Ketentuan yang dimaksud ialah mengurangi kapasitas karyawan yang bekerja dalam kantor atau WFO sebanyak 50 persen, dan melakukan protokol kesehatan yang ketat.

Baca: Daftar Titik Penyekatan PPKM Darurat di Kota Yogyakarta, Malioboro Rawan Pengunjung Nongkrong

Baca: Geram, Anies Baswedan Marahi HRD Kantor Non-Esensial yang Tak Terapkan WFH Saat PPKM Darurat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan sidak di salah satu kantor cabang PT Equity Life Indonesia, dalam rangka inspeksi aturan kerja dari rumah atau WFH 100 persen bagi perusahaan non-esensial dan on-kritikal, Selasa (6/7/2021)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan sidak di salah satu kantor cabang PT Equity Life Indonesia, dalam rangka inspeksi aturan kerja dari rumah atau WFH 100 persen bagi perusahaan non-esensial dan on-kritikal, Selasa (6/7/2021) (Instagram/Anies Baswedan)

“Pelayanan Nasabah merupakan prioritas kami dan dalam masa pandemi ini nasabah dapat tetap menghubungi kami untuk mendapatkan informasi terkait produk, layanan manfaat maupun layanan klaim asuransi jiwa dan kesehatan,” ujar Yuliarti.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan sidak sejumlah kantor perusahaan di Gedung Sahid Sudirman Centre, Jalan Jenderal Sudirman, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021).

Anies menyambangi PT Equity Life Indonesia dan mendapati perusahaan tersebut juga masih menerapkan WFO.

"Kenapa dilanggar? Kenapa aturan dilanggar? Mereka ikut aturan perusahaan bukan? Perusahaannya menyuruh masuk?" tanya Anies kepada penanggung jawab perusahaan.

"Iya pak, 25 persen," jawab salah satu penanggung jawab perusahaan tersebut.

Baca: Melanggar Aturan PPKM Darurat, Kantor di Gedung Pencakar Langit Jakarta Kena Semprot Anies Baswedan

Baca: Raflyandi Adzani

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan sidak di salah satu kantor cabang PT Equity Life Indonesia, dalam rangka inspeksi aturan kerja dari rumah atau WFH 100 persen bagi perusahaan non-esensial dan on-kritikal, Selasa (6/7/2021).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan sidak di salah satu kantor cabang PT Equity Life Indonesia, dalam rangka inspeksi aturan kerja dari rumah atau WFH 100 persen bagi perusahaan non-esensial dan on-kritikal, Selasa (6/7/2021). (Instagram/Anies Baswedan)

Namun saat ditanya kembali, orang tersebut mengatakan saat ini karyawan yang masuk ada 42 orang.

"Ini 25 persen bukan?," tanya Anies.

"42 sih pak data yang masuk ke HRD ada 42 orang," jawab HRD PT Equity Life Indonesia.

Anies semakin geram karena menemukan ada ibu hamil yang masih harus WFO di kantor tersebut.

"Setiap hari kita nguburin orang pak. Bapak ambil tanggung jawab. Semua buntung pak, enggak ada yang untung. Apalagi ibu hamil masuk tuh," tegas Anies.





Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved